Home / Berita

Selasa, 15 September 2020 - 14:37 WIB

Inilah Daftar Wilayah Kerja Panas Bumi yang Dieksplorasi Pemerintah dari Tahun 2020 hingga 2024

Gedung Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM. (Foto: Has/Pabumnews)

PABUMNews – Pemerintah lewat Kementerian Eenergi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melaksanakan government drilling di 20 WKP dari 2020 hingga 2024.

“Ini eksplorasi, dan merupakan strategi untuk mendorong percepatan pemanfaatan panas bumi,” kata Direktur Panas Bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, dalam ajang Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Ida menyatakan, pengeboran eksplorasi ini dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas data wilayah kerja panas bumi sebelum ditawarkan kepada badan usaha.

“Nantinya setelah dilakukan pengeboran eksplorasi, pemerintah akan menawarkan WKP-WKP tersebut kepada badan usaha untuk dikembangkan melalui proses tender,” ujarnya.

Dijelaskannya, ke-20 WKP tersebut memiliki potensi sumber daya mencapai 1.844 megawatt (MW) dan rencana pengembangan hingga 683 MW.

Tahapan eksplorasi, lanjut Ida, merupakan tahapan paling berisiko dalam upaya pemanfataan panas bumi, dengan anggaran sangat besar.

Baca Juga  Danau Linow, Cekungan Air Nan Indah di Kawasan PLTP Lahendong

“Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan melakukannya dan hasilnya nanti akan ditawarkan kepada badan usaha,” jelasnya.

Berikut daftar 20 WKP yang akan dieksplorasi oleh pemerintah:

(Keterangan: SD (sumber daya), RP (rencana pengembangan))
Aceh: Lokop (SD 41 MW, RP 20 MW)
Sumatra Utara: Sipoholon Ria-Ria (SD 60 MW, RP 20 MW)
Kalimantan Utara: Sajau (SD 17 MW, RP 13 MW)
Sulawesi Tengah: Bora Pulu (SD 123 MW, RP 40 MW), Marana (SD 70 MW, RP20 MW)
Sulawesi Selatan: Bittuang (SD 28 MW, RP 20 MW), Limbong (SD 20 MW, RP 5 MW)
Maluku Utara: Jailolo (SD 75 MW, RP 30 MW)
Maluku: Banda Baru (SD 54 MW, RP 40 MW)
NTT: Nage (SD 39 MW, RP 20 MW), Maritaing (SD 190 MW, RP 30 MW)
NTB: Sembalun (SD 100 MW, RP 20 MW)
Bali: Gunung Batur-Kintamani (SD 58 MW, RP 40 MW)
Jawa Tengah: Guci (SD 100 MW, RP 55 MW)
Jawa Barat: Cisolok Cisukarame (SD 45 MW, RP 20 MW), Gunung Galunggung (SD 289 MW, RP 110 MW), Gunung Tampomas (SD 100 MW, RP 45 MW), Gunung Ciremai (SD 60 MW, RP 55 MW), Gunung Papandayan (SD 195 MW, RP 40 MW)
Banten: Gunung Endut (SD 180 MW, RP 40 MW)

Baca Juga  Pastikan Tak Berdampak Pencemaran, Komisi VII DPR RI Kunjungi Proyek PLTP Tulehu

Untuk WKP Cisolok-Sukarame di Kabupaten Sukabumi, tim Kementerian ESDM sudah dari bulan Agustus lalu melakukan persiapan pengeboran, mulai dari sarana prasarana hingga perizinan.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami pun menyatakan dukungannya atas rencana ini. Marwan menekankan Pemda Sukabumi siap mendukung untuk segala perijinan yang dibutuhkan untuk mempercepat kegiatan ini.

“Percepatan pengembangan panas bumi bisa ikut mengembangkan wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi”, kata Marwan.

Berita ini 126 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Panas Bumi Tak Hanya Untuk Listrik, Tapi Juga Pertanian dan Industri

Berita

Meriahkan HUT Kabupaten Madina, Lapangan Panasbumi Sorik Merapi Jadi Medan Pendakian

Berita

Nenny Saptadji, Satu-satunya Ahli Panasbumi dari Asia yang Menyabet Penghargaan WING

Berita

Listrik PLTP Muaralaboh Unit 1 Sudah Terangi Ribuan Rumah

Berita

Panasbumi Andalan Jawa Timur Penuhi Bauran Energi
Proyek hidrogen toyota

Berita

Toyota Mulai Produksi Hidrogen Panas Bumi

Berita

Pemerintah Diminta Selesaikan Sengketa PLTP Dieng-Patuha

Berita

Jawab Tren Dekarbonisasi, Pertamina akan Genjot Pemanfaatan Panas Bumi