Home / Berita

Rabu, 7 Oktober 2020 - 13:14 WIB

Inilah Sinergi Gereja dan Pemerintah Terkait Rencana Pemanfaatan Panas Bumi Wae Sano

Dirjen ETKE FX Sutijastoto dan perwakilan Gereja Katolik Keuskupan Ruteng MGR. Siprianus Hormat memperlihatkan dokumen kesepahaman usai penandatanganan. (*)

PABUMNews – Pemerintah bersama pihak Gereja Katolik Keuskupan Ruteng sepakat berupaya untuk mencari solusi terbaik terhadap permasalahan sosial yang muncul terkait rencana eksplorasi panas bumi Wae Sano, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kesepakatan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), FX Sutijastoto dan perwakilan Gereja Katolik Keuskupan Ruteng MGR. Siprianus Hormat pada Jumat (2/10/2020).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat.

“Penandatanganan ini sebagai wujud komitmen bersama dalam upaya merespon kecemasan dan keberatan sebagian masyarakat lokal terhadap rencana proyek eksplorasi panas bumi di Wae Sano, salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ruteng,” ujar Dirjen EBTKE Sutijastoto usai penandatanganan.

Ia pun mengapresiasi Bapa Uskup dan Gereja Keuskupan Ruteng yang berpartisipasi aktif bersama dengan pemerintah mencari solusi komprehensif atas penyelesaian permasalahan panas bumi Wae Sano.

“Nota Kesepahaman ini disusun untuk menjadi payung kerja sama, guna menjawab keresahan masyarakat lokal sekaligus mencari model pembangunan panas bumi yang mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan warga lokal serta meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” ujar Dirjen Toto.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Toto pun menyampaikan bahwa kerja sama seperti ini sangat diperlukan untuk penyelesaian persoalan secara komprehensif sehingga pada gilirannya dapat diambil keputusan yang tepat, yang menjamin prinsip-prinsip pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan menghargai martabat manusia.

Pada kesempatan yang sama, Bapa Uskup Ruteng menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat yang telah menanggapi dengan serius ungkapan isi hati kecemasan masyarakat Wae Sano terhadap rencana eksplorasi panas bumi.

Baca Juga  Dorong Percepatan Pemanfaatan Panas Bumi, Kementerian ESDM Pantau Progres Pembangunan Dua PLTP

Ia pun menyampaikan ungkapan terima kasih atas dialog dari hati ke hati, kunjungan kehormatan, komitmen yang mendalam bagi kesejahteraan masyarakat, kemitraan yang positif dan konstruktif antara pemerintah dan gereja. Hal ini merupakan hal-hal yang sangat berharga dan diharapkan dapat menjadi model kerja sama dalam membangun kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

“Keuskupan Ruteng berkomitmen dengan teguh dan tulus untuk membantu pemerintah dan masyarakat menemukan solusi komprehensif terhadap persoalan panas bumi di Wae Sano yang membawa manfaat bagi semua pihak. Gereja berharap agar seluruh proses pembangunan hendaknya berpola dialogal-partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara tulus dan jujur dalam proses yang transparan, obyektif dan rasional dan bertujuan untukmemperbaiki kesejahteraan hidup mereka,” pungkasnya.

Berikut komitmen pemerintah dalam pelaksanaan proyek eksplorasi panas bumi Wae Sano yang tertuang dalam Nota Kesepahaman:

1.Menjaga kelestarian sosial lingkungan termasuk kelangsungan keanekaragaman hayati dan ekosistem sebagai penyangga kehidupan, keberlanjutan sosial termasuk kegiatan ekonomi dan kegiatan budaya serta situs warisan budaya termasuk sistem pertanian lingko dan/atau daerah keramat, serta kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Untuk itu, akan dilakukan kajian tentang titik eksplorasi dan lokasi Well Pad yang sesuai dengan komitmen ini.

2.Penyediaan Data dan Informasi Panas Bumi di area panas bumi Wae Sano.

3.Akan menyusun konsep Community Development yang berbasis potensi setempat antara lain dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, pertanian, perkebunan, peternakan, pengembangan infrastruktur (jalan, air bersih, kesehatan, pendidikan) dalam kerja sama dengan instansi Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah.

Baca Juga  Launching IIGCE 2017: API Dukung Target 7200 MW

4.Akan melakukan komunikasi yang dialogial dan partisipatif terutama dengan masyarakat Wae Sano.

Adapun komitmen dukungan Gereja Keuskupan Ruteng antara lain:

1.Menjadi gembala yang mengayomi semua pihak dalam rangka menemukan solusi komprehensif terhadap program pemanfaatan panas bumi di Wae Sano yang membawa manfaat bagi semua pihak.

2.Memperjuangkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai dalam pembangunan holistik berkelanjutan yang mengutamakan martabat manusia dan kesejahteraan umum serta berbasis pada kearifan lokal dan ramah lingkungan.

3.Membantu Pemerintah dan masyarakat dalam menemukan solusi yang tepat dan komprehensif melalui kerja sama yang transparan, jujur dan kredibel.

Sementara itu, berdasarkan kajian awal pihak Kementerian ESDM, Wae Sano menyimpan potensi energi panas bumi hingga 50 megawatt (MW). Jika prediksi kandungan panasbumi tersebut terbukti, maka bukan hanya akan mampu memenuhi energi listrik wilayah Flores, tetapi juga bisa berkontribusi terhadap kebutuhan Nusa Tenggara Timur.

Namun dari potensi tersebut, kapasitas yang akan dikembangkan dari Wae Sano sebesar 10 MW.

Area panasbumi Wae Sano juga merupakan pilot proyek goverment drilling yang dilakukan PT SMI, dan sudah mendapat persetujuan dari Bank Dunia. PT SMI nantinya akan menyerahkan hasil survei tersebut kepada pemerintah.

Berdasarkan hasil survei PT. SMI, Kementerian ESDM kemudian akan menetapkan lapangan panasbumi tersebut sebagai WKP untuk dilelang kepada para pengembang. Calon pemenang lelang, diwajibkan mengganti biaya government drilling plus menyediakan komitmen eksplorasi. (Ref)

Berita ini 53 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Inggris akan Bangun Pembangkit Panasbumi di Pulau Sumba

Berita

Bupati Bandung Kembali Nyatakan Keinginannya Soal Saham Panasbumi
KS ORKA Akuisisi Konsesi Panas Bumi Hitay Energy

Berita

Inagurasi Sorik Marapi Geothermal Unit-2

Berita

Hingga 2022 Tak Ada Lelang Wilayah Kerja Panas Bumi, Ini Alasannya

Berita

Italia Minati Panasbumi Indonesia

Berita

Bengkulu Bisa Jadi Lumbung Energi Terbarukan

Berita

Ini Penjelasan Dirjen EBTKE Soal Pemberitaan Proyek Mangkrak

Berita

Konsisten Melestarikan Lingkungan, PGE Area Kamojang Raih Proper Emas Ketujuh