Home / Berita

Senin, 9 November 2020 - 15:07 WIB

Jawab Tren Dekarbonisasi, Pertamina akan Genjot Pemanfaatan Panas Bumi

Kantor PGE Area Karaha di Karaha, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (*)

PABUMNews – Tren besar di bidang energi yang terjadi sekarang ini di antaranya dekarbonisasi. Hal ini ditandai dengan menurunnya permintaan energi fosil yang diperkuat dengan semakin ketatnya penyaluran anggaran dari lembaga keuangan internasional untuk bidang energi tak terbarukan tersebut.

Di Indonesia, tren menurunnya permintaan energi fosil terasa pada pandemi Covid ini. Dari data Pertamina, penurunan permintaan bahan bakar gasolin dari transportasi menurun 18%, diesel turun 12%, sedangkan avtur anjlok hingga 50%.

“Makanya kami harus terus mendorong bisnis baru demi mendukung perkonomian,” kata Senior Vice President Corporate Strategic Growth Pertamina, Daniel Purba, dalam webinar bertajuk tantangan bidang energi usai pandemi yang digelar Universitas Prasetiya Mulya, Sabtu (7/11/2020).

Daniel pun menegaskan, untuk menjawab tren ini, Pertamina akan mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan rantai nilai dari sumber daya hilir termasuk kelistrikan. Di antaranya mengembangkan sumber energi alternatif dan lebih bersih seperti panas bumi.

Baca Juga  METI Desak Menteri ESDM Tinjau Permen ESDM No.12/2017, Dinilai Tak Cerminkan Semangat Pengembangan EBT

“Pertamina akan mengintensifkan pengembangan panas bumi sebagai sumber energi,” ujar Daniel.

Ditambahkannya, sambil tetap fokus menggarap minyak, pihak Pertamina sedang melakukan langkah untuk mendongkrak kapasitas panas bumi hingga 2 GW dari kapasitas sekarang sebesar 672 MW.

Khusus di bidang pengembangan EBT, sejak tahun 2019, PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) memang telah mengambil ancang-ancang untuk menggenjot pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu sempat mengatakan, melalui rencana jangka panjang 2021-2026, Pertamina melalui anak usahanya PT PGE akan berinvestasi sebesar USD 2,68 miliar untuk pengembangan wilayah kerja panas bumi yang ada.

Baca Juga  Kamojang, Wisata Panas Bumi dengan Suguhan Beragam Kawah

Dijelaskannya, kapasitas terpasang sebesar 672 MW yang dikelola PGE sekarang ini, berasal dari Area Kamojang Jawa Barat 235 MW, Area Lahendong Sulawesi Utara sebesar 120 MW, Area Karaha Jawa Barat sebesar 30 MW, Area Ulubelu Lampung sebesar 220 MW, Area Sibayak Sumatra Utara sebesar 12 MW, dan Proyek Lumut Balai Unit I Sumatera Selatan dengan kapasitas 55 MW.

Menurut Dharmawan, dengan total kapasitas saat ini, energi panas bumi yang dikelola PGE dapat menerangi 1.344.000 rumah dan menghemat cadangan devisa migas sekitar 31.785 barel setara minyak per hari (Barel Oil Equivalent Per Day/BOEPD) serta pengurangan emisi sebesar 3,4 ton CO2 per tahun.

Selain turut mengembangkan infrastruktur, memelihara lingkungan hidup, dan memberdayakan masyarakat di wilayah operasinya. (es)

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Pemandian Air Panas Bumi Juku Batu di Way Kanan, Suguhkan Sensasi Alam Perbukitan

Berita

ADPPI Sarankan Dewas KPK Menarik Kembali Surat Deputi Pencegahan Pahala Nainggolan
PLTP Darajat

Berita

Dirut PLN: Panasbumi, Topang Bauran Energi dan Efisien

Berita

Geo Dipa dan Ide PLN Mencaplok Pertamina

Berita

Masih Dominan Gunakan Batubara untuk Energi, Indonesia Jadi Perhatian PBB dan IMF

Berita

Ignasius Jonan: Energi Panasbumi dan Air Tulang Punggung Sektor EBT

Berita

Direktur Bank Dunia Dorong Indonesia Ganti Pembangkit Batubara dengan Panas Bumi

Berita

Kadin Sarankan Cost Recovery Diterapkan dalam Panas Bumi