Home / Berita / Internasional

Senin, 30 Agustus 2021 - 14:13 WIB

Jepang Memperluas Eksplorasi Panas Bumi

Yanaizu-Nishiyama Geothermal Power Plant, Japan

Yanaizu-Nishiyama Geothermal Power Plant, Japan

PABUMNews – Jepang akan memperluas eksplorasi sumber tenaga panas bumi di taman nasional dan daerah lain yang belum termanfaatkan. Sebagai negara yang memiliki cadangan terbesar ketiga di dunia setelah Amerika dan Indonesia, Jepang berencana untuk meningkatkan kapasitas pembangkitan panas bumi di negaranya.

Rencana ini berkaitan dengan rencana peningkatan penggunaan global renewable energy dan green hydrogen dari panas bumi di Jepang.

Untuk memperluas eksplorasi panas bumi tersebut, Jepang telah menyiapkan 30 lokasi potensi. Pembiayaan eksplorasi melalui pembiayaan pemerintah di bawah pengawasan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri. Program ini harapannya dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Pada tahap awal Pemerintah Jepang berencana melakukan eksplorasi di lima titik potensi panas bumi.

Sekitar 80% lokasi panas bumi Jepang berada pegunungan api yang lokasinya berada pada kawasan taman nasional. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang telah lama menolak pembangunan skala besar di kawasan ini untuk melindungi lanskap dan ekosistemnya.

Momentum Panas Bumi Jepang

Pengembangan panas bumi Jepang mendapatkan momentum tahun ini. Momentum tersebut muncul setelah Menteri Lingkungan Hidup Shinjiro Koizumi menyerukan pengembangan sumber daya yang lebih besar di taman nasional. 

Tahapan baru eksplorasi panas bumi tersebut akan membentang sepanjang gunung api di Kyushu dari utara sampai ke barat daya. Pulau Kyushu terkenal dengan Hokkaido Ski Country serta Kota Beppu dengan pemandian air panasnya.

Baca Juga  Semburan Air Panas Tasikmalaya, Berbeda dengan Semburan Lapindo

Sejak awal, Jepang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sampai 46% dari tahun 2013 hingga tahun 2030. Selanjutnya Jepang menargetkan emisi nol karbon di tahun 2050.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Jepang memilih untuk mengembangkan energi dari panas bumi. Karena panas bumi memiliki stabilitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya seperti matahari dan angin.

Dukungan Pemerintah Jepang

Pemerintah Jepang melalui program ini menargetkan energi panas bumi dapat memenuhi kebutuhan 1 persen listrik mereka pada tahun 2030. Oleh karena itu METI (Ministry of Economy, Trade and Industry), yang bertanggung jawab dalam kebijakan energi Jepang, akan menganggarkan 18,3 miliar yen ($ 166 juta) pada tahun 2022 untuk eksplorasi dan pengembangan sumber panas bumi. Nilai ini naik 60 persen dari anggaran yang sama di tahun 2021 (11 miliar yen).

Menurut METI, Jepang memiliki potensi panas bumi sebesar 23.470 megawatt, hanya tertinggal dari AS dan Indonesia. Total kapasitas pembangkitan Jepang hanya 600 MW, tertinggal jauh dari negara-negara seperti Filipina, Selandia Baru dan Meksiko dengan potensi kurang dari setengahnya panas bumi jepang.

METI menyebut panas bumi sebagai baseload energy yang stabil. Saat ini, Jepang bertujuan untuk meningkatkan energi terbarukan menjadi antara 36 – 38 persen dari bauran listriknya pada tahun 2030. Negara ini membutuhkan sekitar 1.500 MW kapasitas panas bumi untuk mengangkat sumber energi ini menjadi 1 persen dari 0,3 persen yang terpasang saat ini. (hn).

Source: asia.nikkei.com

Berita ini 90 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Pengelolaan Energi Harus Jawab Tuntutan Global dan Kedepankan Kepentingan Nasional

Berita

Perbesar TKDN, Ormat dan Kaishan Diharapkan Bangun Pabrik Turbin PLTP

Berita

Menteri ESDM Beri Perpanjangan Izin Eksplorasi Kedua untuk Medco
Kemenkeu Indonesia

Berita

Kemenkeu Setujui Holding Panas Bumi

Berita

Daerah Penghasil Dapatkan Bonus Produksi Panasbumi

Berita

Ketua SPNCI Indra Kurniawan “Amanah Itu Proses”

Berita

Hingga 2022 Tak Ada Lelang Wilayah Kerja Panas Bumi, Ini Alasannya

Berita

Potensi Panasbumi Candradimuka Segera Dieksplorasi