Home / Berita

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:14 WIB

Kementerian ESDM akan Laksanakan Evaluasi di Delapan Lapangan Panas Bumi

Gedung Kementerian ESDM. (Foto Hasanuddin/PABUM News)

PABUMNews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera melakukan kegiatan evaluasi di delapan lapangan panas bumi. Sebagai tahap awal, kegiatan evaluasi akan dilakukan di lapangan Cikakak 1 dan Cikakak 2 yang merupakan bagian dari WKP Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Lapangan Cikakak 1 dan Cikakak 2 sebagai bagian dari lapangan Cisolok di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akan menjadi tahap awal kegiatan evaluasi. Proses penentuan lokasi ini berdasarkan data dari Badan Geologi,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM Kementerian EDM Dadan Kusdiana dalam rilisnya yang diterima Pabum News, Jumat (16/10/2020).

Kedelapan lapangan panas bumi tersebut, selain lapangan Cisolok, juga lapangan Jailolo, (Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara), Bittuang (Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan), Nage (Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur), Ciremai (Kabupaten Kuningan, Jawa Barat), Marana, (Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah), Gunung Endut (Kabupaten Lebak, Banten) serta Sembalun (Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat)

Baca Juga  APDESI Pasirwangi: Bonus Produksi Diprioritaskan Untuk Masyarakat Sekitar PLTP Darajat

Dadan menyoroti proses pelaksanaan evaluasi dengan memperhitungkan potensi risiko dan mitigasi.

“Potensi kendala yang mesti diantisipasi antara lain kekurangan data, belum tersedianya peralatan atau perangkat lunak yang dibutuhkan, perubahan lokasi lapangan panas bumi, dampak Covid-19 serta pendanaan”, kata Dadan di Cisolok, Sukabumi akhir pekan lalu.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Dadan menyarankan untuk dilakukan penambahan tenaga ahli yang kompeten terutama di BLU Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

Demi mengatasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi akan membentuk tim yang terdiri dari Badan Geologi, Ditjen EBTKE dan Tenaga Ahli Menteri ESDM yang akan bersinergi untuk menilai pelaksanaan kegiatan ini.

Saat ini, BLU P3TKEBTKE tengah melakukan peer review terhadap usulan rencana survei, data hasil penyelidikan rinci (survei geologi, geokimia, dan geofisika), hingga model konseptual pada delapan lokasi tersebut. Tim BLU P3TKEBTKE juga akan menentukan titik bor (well targeting) sumur ekplorasi dari hasil peer review pada masing-masing lokasi.

Baca Juga  Dirjen EBTKE: Pemerintah Siapkan Penggantian Biaya Infrastruktur Proyek PLTP

Kepala P3TKEBTKE, Chrisnawan Anditya menjelaskan, BLU P3TKEBTE juga melakukan kajian terhadap aspek non-teknis seperti keberadaan jalan akses, lokasi sumber air, hingga kemiringan permukaan juga menjadi hal-hal tambahan yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, Peneliti PPPTMGB “LEMIGAS”, Panca Wahyudi menjelaskan Badan Geologi sudah memiliki data survei terdahulu. Namun data tersebut perlu dievaluasi ulang untuk meyakinkan karena reservoir panas bumi berbeda dengan migas. Akurasi penentuan titik pengeboran harus sangat tepat, bahkan tidak boleh bergeser sampai 10 meter.

Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan evaluasi lapangan panas bumi kali ini meliputi Well Tergeting, Peer Review, Analisis Konseptual Model serta Simulasi Numerik. (es)

Berita ini 19 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

MK Tolak Permohonan Warga Bandung Soal Uji Materi Bagi Hasil Panasbumi

Berita

Wamen ESDM Arcandra Tahar: Energi Fosil akan Terus Dikurangi

Berita

Ini 17 Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) di Indonesia

Berita

The 7th IIGCE 2019 Diluncurkan, Prijandaru: Ketahanan Energi Tak Mungkin Tanpa Panasbumi

Berita

ENGIE Berharap Harga Tarif Listrik PLTP Rantau Dedap Menguntungkan

Berita

PLN Siapkan Listrik Panasbumi untuk Pelayanan Premium Green Energy

Berita

Sempat Gaduh, Surat Menteri Keuangan Soal PLN Akhirnya Dinilai Tepat

Berita

Menengok Tomohon, Kota Panas Bumi di Indonesia Timur