Home / Berita

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:40 WIB

Kerjasama Pengembangan Panasbumi Indonesia-Belanda Diperpanjang Hingga 2021

Foto bersama usai acara penutupan GEOCAP (sumber foto : University of Twente)

PABUMNews – Lembaga kerjasama Pengembangan Kapasitas Panasbumi Indonesia-Belanda atau GEOCAP yang sedianya berakhir tahun 2019 ini, diperpanjang hingga tahun 2021. Menteri Berkuasa Penuh Belanda, Ferdinand Lahnstein, menyatakan, perpanjangan GEOCAP hingga tahun 2021 bertujuan agar para ahli dan peneliti yang tergabung dalam GEOCAP bisa menyelesaikan tugas-tugasnya secara tuntas dalam rangka pengembangan panasbumi di Indonesia.

Perpanjangan GEOCAP tersebut diumumkan dalam acara Open Science Day dan penutupan GEOCAP yang digelar di Erasmus Huis, Jakarta, tanggal 6-7 Februari 2019 lalu.

“GEOCAP diperpanjang hingga 2021 untuk memungkinkan para peneliti PhD menyelesaikan (tugas-tugasnya dalam proyek pengembangan panasbumi di Indonesia),” kata Ferdinand Lahnstein dalam acara tersebut.

Apa saja kiprah GEOCAP untuk Indonesia sejak berdiri tahun 2013 lalu?

Dalam laman University of Twente disebutkan, GEOCAP terus berupaya mendukung dan berkontribusi langsung terhadap Rencana Kapasitas Geothermal Nasional yang dikeluarkan oleh Bappenas pada tahun 2011. Upaya yang dilakukan GEOCAP di antaranya membangun kerjasama antara perguruan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan serta industri geothermal antara Indonesia dengan Belanda.

Baca Juga  Akhirnya PLTP Sarulla Unit III Resmi Beroperasi

“(Dengan demikian) GEOCAP secara langsung berkontribusi terhadap pengurangan CO2 dengan meningkatkan kemampuan energi panasbumi di Indonesia,” papar pihak University of Twente dalam rilisnya.

Dalam kegiatannya, GEOCAP merekrut lebih 90 pakar dan 200 ahli. Selain itu, sebanyak 21 pelatihan telah digelar dengan jumlah peserta hampir 500 orang. Kemudian, bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak-pihak kompeten lainnya dalam bidang panasbumi, GEOCAP mengklaim telah berhasil menyusun sebuah basis data geothermal Indonesia.

Hingga tahun 2021, GEOCAP akan terus fokus pada bidang penelitian bekerjasama dengan industri panasbumi Indonesia. Penelitian tersebut di antaranya difokuskan pada upaya menjaga reservoir panasbumi dan upaya mengurangi risiko kegagalan pengeboran.

Masih dalam rilis itu, GEOCAP juga menyatakan akan mencoba mengembangkan bisnis potensi penggunaan langsung dari panasbumi, produksi listrik skala kecil seperti kasus Flores dan pengembangan kurikulum di universitas regional.

Open Science Day

Sementara itu, dalam prosesi Open Science Day, disebutkan meskipun energi panasbumi ramah lingkungan, namun masih ada sejumlah rintangan dan tantangan dalam pengusahaannya yang dihadapi Indonesia. Tantangan tersebut di antaranya:

Baca Juga  Kementerian ESDM Raih Penghargaan Penerapan LHKPN Terbaik Tahun 2018

1. Penetapan target pengembangan energi panasbumi hingga 7000 MW pada tahun 2025, dibutuhkan lebih banyak ahli dan tenaga terampil di sektor panasbumi.

2. Banyak lapangan panasbumi berada di kawasan konservasi hutan sehingga ada persaingan antara pengelolaan hutan dan produksi energi panasbumi.

3. Rintangan kultural yang datang dari sebagian masyarakat sehingga menghambat eksplorasi dan eksploitasi sumber daya panasbumi.

Dalam kegiatan tersebut, GEOCAP menghadirkan sejumlah pakar energi dan panasbumi. Dari Indonesia di antaranya Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR). Selain Fabby, GEOCAP juga menghadirkan Jan Diederik van Wees, ilmuwan dan peneliti utama bidang panasbumi di TNO, serta profesor panasbumi di Universitas Utrecht.

Di sesi penutupan, Menteri Pembangunan Nasional dan Perencanaan Indonesia Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro yang hadir dalam kesempatan itu, menyatakan, Indonesia sudah menandatangani perjanjian Paris CopĀ  untuk mengurangi Gas Rumah Kaca. Oleh karena itu ia berharap, penggunaan energi ramah lingkungan dari energi terbarukan, termasuk panasbumi bisa mendorong pencapaian target perjanjian Paris Cop tersebut. (es)

Berita ini 21 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Inilah Penyesuaian UU Panas Bumi di Dalam RUU Ciptaker

Berita

Sinergitas Investor dengan Masyarakat, Kunci Keberhasilan Pengusahaan Panasbumi
Holding Panas Bumi

Berita

Holding Panas Bumi Batu Loncatan Energi Bersih Nasional

Berita

Panasbumi Gorontalo Menanti Investor

Berita

Tahun 2019, PLTP Kamojang Hemat Rp 1,5 Triliun Dibanding Pembangkit Fosil

Berita

Pemerintah Pantau Penanganan Pencemaran Dampak PLTP Baturaden

Berita

MK Tolak Permohonan Warga Bandung Soal Uji Materi Bagi Hasil Panasbumi

Berita

Pemerintah Lelang Tiga WKP: Galunggung, Wilis dan Lainea