Home / Berita

Sabtu, 2 Desember 2023 - 17:22 WIB

Ketua Harian LKAAM Amril Amir: Niniak Mamak Tak Halangi Pemanfaatan Panasbumi Asal Ada Musyawarah

Ketua Harian Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Amril Amir berbicara dalam FGD bertema Pemanfaatan Energi Panasbumi Sumatera Barat

Ketua Harian Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Amril Amir berbicara dalam FGD bertema Pemanfaatan Energi Panasbumi Sumatera Barat

PABUMNews – Ketua Harian Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Amril Amir, mengatakan, niniak mamak tidak menghalangi kegiatan pemanfataan sumber daya alam (SDA) panasbumi di Sumatera Barat.

Sebab, katanya, niniak mamak memahami bahwa pemanfaatan sumber daya alam panasbumi akan memberikan dampak baik untuk masyarakat banyak.

Hal itu disampaikan Amril Amir dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemanfaatan Energi Panasbumi Sumatera Barat yang diadakan Forum Wartawan Peduli Panasbumi di Hotel Pangeran Beach, Padang, Kamis, 30 November 2023.

Menurut Amril, bila ada benturan persoalan di lapangan, hal itu haruslah diselesaikan dengan musyawarah duduk bersama mencari solusi.

Namun dalam kesempatan itu Amril Amir pun menyampaikan, umumnya lahan di Sumatra Barat adalah tanah ulayat yang untuk pembebasannya memerlukan proses

Baca Juga  PLN Peroleh Pinjaman Rp 8 Triliun untuk Garap 6 WKP

Oleh karena itu, tegasnya, kegiatan pemanfaatan sumber daya alam di tanah ulayat haruslah melibatkan niniak mamak setempat terlebih dahulu.

“Undanglah dulu niniak mamak, nanti niniak mamak yang mensosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan musyawarah bersama sesuai dengan kebiasaan orang Minangkabau,” kata Amril Amir dikutip dari klikpositif.com, Sabtu, 2 Desember 2023.

Di lain pihak, Amril mengungkapkan, SDM niniak mamak juga ada keterbatasan sehingga terkadang sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat terputus.

“Kita tidak menyalahkan pemerintah saja. Tetapi di SDM ninik mamak juga,” ujar Amril.

Semangat kebersamaan

Hadir juga dalam kegiatan itu Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas, Harif Amali Rivai sebagai pembicara.

Harif menyebutkan, pemanfaatan energi panasbumi atau geothermal di Sumatera Barat masih belum maksimal.

Baca Juga  Objek Wisata Guci, Anugerah Panasbumi  dengan Sederet Keindahan

Salah satu penyebanya menurut Harif, masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami dampak positif dengan kehadiran kegiatan eksplorasi energi bersih tersebut terhadap kehidupan dalam berbagai aspek.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemanfaatan panasbumi di Sumbar, harus ada semangat kebersamaan dari berbagai elemen masyarakat agar masyarakat tidak menerima informasi sepotong-sepotong.

Harif pun membeberkan sejumlah dampak positif dari pemanfaatan panasbumi selain adanya energi bersih yang ramah lingkungan.

Di antaranya, bakal ada peningkatan kualitas infrastruktur, kemajuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penyerapan tenaga kerja lokal sehingga pertumbuhan ekonomi di Sumbar akan jadi melejit.

Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga panasbumi juga akan memberikan PAD yang pasti ke pemerintah daerah setiap tahun.***

Berita ini 59 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua Umum ADPPI Hasanuddin: Energi Terbarukan Jawaban Atas Tantangan Kedaulatan Energi
gedung setkab

Berita

Permasalahan Pengembangan EBT di Indonesia

Berita

Indonesia Peroleh Kucuran Bank Dunia US$ 600 Juta untuk Panasbumi

Berita

Kolam Belerang Lahendong, Ikon Tomohon Menuju Kota Pariwisata Dunia

Berita

BUMN Panas Bumi Geo Dipa Peroleh Suntikan Modal Rp 700 Miliar dari Pemerintah

Berita

Kementerian ESDM akan Laksanakan Evaluasi di Delapan Lapangan Panas Bumi

Berita

ESDM Cabut 32 Regulasi, ADPPI: Tak Berdampak Apa Pun Terhadap Pengembangan Panasbumi
KS ORKA Akuisisi Konsesi Panas Bumi Hitay Energy

Berita

Inilah Profil Tiga WKP Panas Bumi yang akan Dilelang Pemerintah Tahun 2023