Home / Berita

Kamis, 4 April 2019 - 12:59 WIB

Ketua Umum ADPPI Hasanuddin: Energi Terbarukan Jawaban Atas Tantangan Kedaulatan Energi

Ketua Umum ADPPI Hasanuddin (foto : Dokumen ADPPI)

PABUMNews – Energi terbarukan merupakan jawaban atas tantangan kedaulatan energi di Indonesia sekaligus juga menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim dunia yang semakin tidak terelekan.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI), Hasanuddin, di kantor ADPPI) di Jakarta, Rabu (3/4/2019). Ia memaparkan, ada beberapa alasan mengapa energi terbarukan penting untuk menjawab semua tantangan tersebut.

Alasan pertama, energi fosil yang saat ini menjadi andalan pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia, ketersediannya semakin lama semakin menipis. Kondisi ini harus segera diatasi dengan pengalihan sistematis dari energi fosil kepada energi terbarukan.

“Jika terlambat, kedaulatan energi Indonesia bisa terancam,” tandasnya.

Kedua, lanjut Hasanuddin, energi fosil yang selama ini sudah digunakan dan menjadi andalan pemenuhan energi, sebenarnya bermata dua. Satu sisi energi fosil seperti batubara, minyak dan gas bumi, menghasilkan energi yang cukup besar dan cenderung lebih murah dari energi alternatif.

“Namun demikian, emisi CO2 yang dihasilkan juga cukup besar yang terus memberikan sumbangan terhadap penumpukan Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfir bumi yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim yang dampaknya sudah terasa saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Balai Besar Konversi Energi: Panasbumi Sumber Daya EBT Mumpuni

Namun demikian, menurut Hasanuddin, meskipun didaulat menjadi jawaban utama tantangan pemenuhan energi, pengembangan dan penggunaan sumber energi terbarukan masih sangat-sangat terbatas. Hal ini antara lain disebabkan oleh kebijakan yang belum berpihak kepada energi terbarukan yang berimplikasi kepada harga energi terbarukan yang belum kompetitif bila dibandingkan dengan harga energi fosil yang masih disubsidi.

“Di sisi lain penguasaan teknologi yang rendah sehingga nilai impornya tinggi, keterbatasan dana untuk penelitian, pengembangan, maupun investasi dalam pemanfaatan energi terbarukan serta infrastruktur yang kurang memadai, membuat pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan berjalan lambat,” katanya.

Diungkapkannya, Indonesia dianugerahi oleh potensi energi terbarukan yang cukup besar dibandingkan dengan negara-negara lain di sekitarnya. Sedikitnya terdapat lima jenis energi terbarukan yang siap untuk dikembangkan dan menjadi andalan pemenuhan energi nasional, antara lain energi air, panasbumi, angin, surya, dan bioenergi.

“Bahkan pihak Kementerian ESDM menyebutkan, target pemerintah RI pada tahun 2025 energi air mampu menyumbang 17,9 GW energi listrik dan panasbumi sebesar 7,2 GW,” jelasnya.

Baca Juga  ITB Gelar Workshop Panas Bumi Internasional 10-13 Agustus

Sesuai dengan kondisi alam Indonesia, dua energi tersebut merupakan anugerah Tuhan YME kepada Indonesia dengan ketersediaannya yang cukup melimpah ditambah dengan jenis-jenis aneka energi terbarukan lainnya.

Hasanuddin melihat, kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menggunakan energi terbarukan pun mulai meningkat. Berbagai kampanye penggunaan energi terbarukan terus digelar, salah satunya yang sedang marak saat ini adalah kampanye gerakan #bersihkanindonesia.

“Dalam situs resminya www.bersihkanindonesia.org gerakan #BersihkanIndonesia adalah gabungan organisasi masyarakat sipil yang bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk aktif mendorong perubahan kebijakan energi, ekonomi dan lingkungan. Dalam hal kedaulatan energi, gerakan ini berpandangan bahwa ‘Untuk mencapai kedaulatan energi, Indonesia butuh menggunakan energi terbarukan’,” katanya.

Hasanuddin berharap, dengan semakin banyaknya dukungan bagi penggunaan energi terbarukan, pemanfaatan energi terbarukan yang melimpah di Indonesia dapat terus ditingkatkan.

“Dengan demikian, Indonesia dapat keluar dari ancaman krisis energi dan dari ancaman dampak pemanasan global. Kesejahteraan masyarakat dapat dicapai dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan yang juga bermanfaat bagi kelangsungan hidup bermasyarakat,” katanya. (es)

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Kawasan Wisata Air Putih Lebong, Bukti Dampak Positif Panas Bumi terhadap Masyarakat

Berita

Geo Dipa dan Ide PLN Mencaplok Pertamina

Berita

Pemerintah Siapkan 9 Strategi Pengembangan Panas Bumi

Berita

Geo Dipa Peduli Bantu Masyarakat sekitar PLTP

Berita

“The 7th IIGCE 2019” Digelar 13-15 Agustus di JCC

Berita

Lelang WKP Panasbumi Tunggu Skema Feed in Tariff

Berita

Vice President ADB Sebut Institusi Finansial Internasional Minati Panasbumi Indonesia

Berita

Potensi Ciremai di Balik Anugerah Panasbuminya