Home / Berita / Nasional

Rabu, 4 Agustus 2021 - 11:44 WIB

Langkah Strategis PGE Menuju World Class Green Energy Company

PLTP Lahaendong, Pertamina Geothermal Energy

PLTP Lahaendong, Pertamina Geothermal Energy

PABUMNews – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) telah menyiapkan langkah strategis untuk menuju World Class Green Energy Company. Sebagai Sub-holding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) dalam siaran pers-nya menyampaikan langkah-langkah strategis yang akan dijalankan korporasi saat ini.

Tahun 2020 di tengah kondisi pandemi Covid-19, PGE mencatatkan total produksi listrik sebesar 4.618 Giga Watt Hour (GWh), naik 14 persen dibandingkan dengan tahun 2019. Total kapasitas pembangkitan listrik tersebut berasal dari 15 lapangan yang miliki oleh PGE.

Hingga tahun 2020, kapasitas terpasang PLTP di 15 lapangan sebesar 1.886,8 MWe. 672 MWe dari kapasitas terpasang PLTP tersebut berada dalam pengelolaan langsung PGE, sedangkan sisanya melalui kerjasama dengan mitra perusahaan (1.204,8 MWe).

Di tahun 2021 ini, PGE menyiapkan langkah strategis dan inovasi untuk menjadi World Class Green Energy Company. PGE akan melakukan kegiatan bisnis dalam pengembangan energi bersih yang bersumber dari panas bumi. Salah satunya pengembangan green hydrogen yang saat ini menjadi tren energi di dunia.

Baca Juga  Dengan Anggaran 110 Juta Dolar AS, Ini Garapan Perusahaan Panasbumi PGE Tahun 2020

PGE menargetkan dalam 10 tahun ke depan kapasitas pembangkitan listrik panas bumi milik bertambah menjadi dua kali lipat. Targetnya di 2030, kapasitas pembangkitan milik PGE akan menjadi 1.504 MW.

Salah satu strategi yang ambil oleh PGE adalah bekerja-sama dengan partner strategis yang bergerak di bidang panas bumi. Kerja sama tersebut melalui melalui studi bersama, seperti kerjasama PGE dengan PLN G&G dan Medco Power. Studi bersama tersebut bertujuan untuk menjajaki potensi peningkatan kapasitas pembangkitan dari lapangan-lapangan milik PGE.

Green Hydrogen PGE

Tugas PGE sebagai PNRE Pertamina (Persero) adalah untuk menjalankan misi strategis dalam melakukan inovasi di bidang energi bersih.

Baca Juga  Sekilas tentang Muhammad Ali, Sofyan Basir dan PLN

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut PGE, tahun ini sedang menyiapkan kajian-kajian untuk final investment decision (FID) dan pembiayaan untuk menjalankan program green hydrogen. Pada sisi hulu PGE memperkirakan bahwa investasi yang perlukan senilai 3 – 5 juta USD.

Biaya investasi green hydrogen akan lebih tinggi dari pada produksi hydrogen menggunakan energi lain yang berasal dari bahan bakar fosil. Tetapi green hydogren yang di produksi dari panas bumi atau energi bersih lainnya memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Apalagi saat ini negara seperti Jepang dan Jerman menjadikan green hydrogen sebagai sumber bahan bakar kendaraan mereka di masa depan.

Rencananya PGE akan membangun fasilitas produksi green hydogren di salah satu lapangan panas buminya.  (hn)

Berita ini 279 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PGE Lumut Balai Kenalkan Panasbumi kepada Siswa SD Lewat Komik

Berita

Kementerian ESDM Bantu Pengembang EBT Carikan Pinjaman Berbunga Murah

Berita

Pergantian Operator PLTP Darajat-Salak (Bagian 5 – Selesai)

Berita

Prijandaru: Harga Jual Lisrik Panasbumi, di Bawah Ongkos Pengembangan Pembangkit

Berita

Pengembangan Panasbumi Seulawah “Project Pilot” Keterlibatan Daerah

Berita

Univeristas Garut akan Kembangkan Air Panasbumi Cisewu

Berita

Sudah Enam Bulan Air PAM di Cilongok Banyumas Keruh

Berita

Potensi Energi Hijau Panasbumi di Ibu Kota Baru