Home / Berita

Minggu, 3 Desember 2023 - 11:56 WIB

Macan Tutul Berkeliaran di TNHHS Jabar, Bukti PLTP Bisa Berdampingan dengan Taman Nasional

PABUMNews – Elfraim Sinaga, pegawai Star Energy Geothermal (SEG) di Gunung Salak, secara tak sengaja menemui kejutan alam ketika sedang berpatroli di malam hari.

Dia melihat dua ekor anak macan tutul sedang menyeberang jalan.

“Di depan mobil dinas saya melihat 2 ekor kucing besar, tetapi saat didekati ternyata anak macan. Saya langsung merekam video dengan HP dan cahaya seadanya,” katanya dikutip dari akun Instagram Star Geothermal Energy, Minggu, 3 Desember 2023.

Elfraim menceritakan, anak macan pertama melompat dan kabur ke tebing, yang kedua tertangkap kamera sedang mencari jalan keluar mengikuti anak macan pertama.

Pihak Star Energy mengungkapkan, keberadaan anak macan ini menandakan proses regenerasi yang baik pada habitat hutan di sekitar operasi SEG, yang berada di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

“Bersama Balai TNGHS, SEG konsisten melakukan upaya-upaya konservasi seperti pemantauan populasi (progran camera trap) dan pelepasliaran macan tutul Jawa untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam secara berkelanjutan,” jelas pihak SEG.

Diketahui, area operasional Star Energy Geothermal Salak (SEGS) yang berada di wilayah ekosistem Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat, ditetapkan sebagai lokasi pelepasliaran Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) berusia 6 tahun.

Baca Juga  Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira: Listrik Panas Bumi Flores Harus Mendukung Pariwisata Manggarai

Pelepasliaran yang dilakukan pada 23 Mei 2023 tersebut, dikoordinasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tujuan pelepasliaran adalah melestarikan keanekaragaman hayati flora dan fauna Indonesia.

Area Star Energy Geothermal Salak yang mengelola pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Gunung Salak, dipilih berdasarkan studi kesesuaian habitat yang dilakukan oleh tim TNGHS.

Setelah dilepasliarkan, ‘Wahyu’, demikian nama Macan Tutul Jawa tersebut, akan terus dipantau oleh Tim TNGHS dan Sintas untuk mengetahui pergerakan dan perkembangan kondisinya di rumah barunya.

“Pelepasliaran ini diharapkan mampu berdampak positif terhadap upaya konservasi keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia,” ungkap pihak Barito Pacifik dalam akun Instagramnya, @baritopacific.id, dikutip Sabtu, 5 Agustus 2023.

Masih dikutip dari akun Instagram @baritopacific.id, pada 11 Juli 2023, berdasarkan pengamatan yang dilakukan di hutan sekitar area operasional, Star Energy Geothermal Salak (SEGS) menemukan beberapa kejadian spesies arboreal seperti lutung, owa jawa, surili, dan monyet ekor panjang mengalami kesulitan dalam bergerak melintasi jalan atau pipa di fasilitas operasional perusahaan.

Untuk mengatasi masalah ini, SEGS bekerja sama dengan pemangku kepentingan TNGHS kemudian menyusun program Jembatan Buatan Ekologi.

Baca Juga  PGE Ulubelu Latih 120 Guru Jadi "Inspiring Teacher"

Program ini melibatkan pembangunan jembatan tali di empat lokasi untuk memudahkan pergerakan hewan arboreal.

SEGS memang selalu peduli terhadap kelestarian flora dan fauna di Indonesia. Bahkan dalam konservasi satwa liar, SEGS berhasil meraih penghargaan di bidang Perlindungan Keanekaragaman Hayati di tahun 2022 dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Upaya-upaya pelestarian satwa liar di atas, menjadikan Star Energy Geothermal Salak menjadi praktik terbaik tingkat dunia yang membuktikan bahwa pembangkit listrik tenaga panasbumi dapat beroperasi berdampingan dengan taman nasional.

Hal tersebut yang juga menjadi alasan mengapa Wahyu, si Macan Tutul Jawa, dilepasliarkan di lokasi ini.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh PROFOR dan Bank Dunia pada tahun 2019, Star Energy Geothermal Salak adalah salah satu studi kasus terbaik dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga geothermal di Indonesia yang dilakukan di hutan dan kawasan konservasi.***

Berita ini 57 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PGE Rombak Direksi dan Komisaris, Mantan Direksi Sarulla Julfi Hadi Kini Jadi Direktur Utama
PLTP Patuha, salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dimiliki Kabupaten Bandung.

Berita

48 Desa di Kabupaten Bandung Peroleh Kucuran Bonus Produksi Panas Bumi 2023, Totalnya Rp18 Miliar

Berita

Tekan Stunting di Banjarnegara, Istri Karyawan Geo Dipa Gelar Cooking Class: Olah Makanan Lokal Sehat dan Lezat
Kebijakan Transisi Energi Nasional

Berita

Kebijakan Transisi Energi Nasional: Apakah Bisa Tercapai?

Berita

Atasi Kurangnya SDM Unggul di Sektor EBT, PGE Teken Kerjasama dengan Universitas Pertamina

Berita

Berlimpah, Air Panas Bumi di Padang Cermin Lampung Muncul di Kebun hingga Permukiman

Berita

PBB Dukung Pemanfaatan Energi Panasbumi di Indonesia

Berita

Pemandian Air Panasbumi Sumber Urip Rejang Lebong, Sederhana Namun Alami