Home / Berita

Rabu, 29 November 2017 - 13:29 WIB

Masyarakat Harus Memperoleh Informasi Lengkap tentang Panasbumi

Gunung Talang di Kabupaten Solok

PABUMNews-Pemerintah Kabupaten Solok diminta meningkatkan sosialisasi energi panasbumi agar masyarakat lebih memahami apa itu panasbumi dan kegunanaannya.

Permintaan itu disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat lewat Wakil Gubernur Nasrul Abit. Nasrul menilai penolakan investasi panasbumi di Kabupaten Solok oleh warga setempat hanya karena minimnya sosialisasi, sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang lengkap tentang panasbumi.

“Masyarakat perlu diberikan pemahaman dan informasi yang lengkap mengenai panasbumi dan proses pengusahaannya. Panasbumi berbeda dengan tambang, tidak merusak lingkungan,” kata Nasrul, Selasa (28/11/2017).

Nasrul mencontohkan pembangunan PLTP di Pulau Jawa seperti Gunung Salak, Jawa Barat dan kawasan Dieng, Jawa Tengah yang sudah berjalan puluhan tahun dan tidak merusak lingkungan. Menurut dia, keberadaan PLTP tersebut sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan energi, terutama listrik dan ternyata tidak merusak lingkungan.

“Masyarakat syah-syah saja khawatir dengan kemungkinan adanya dampak buruk pengusahaan panasbumi terhadap lingkungannya. Namun, mereka tidak bisa melakukan penolakan begitu saja, melainkan perlu dilakukan diskusi lebih lanjut,” ujar Nasrul.

Baca Juga  SOL Jadi The Best New Comer Power Plant Company

Di sisi lain, tambah Nasrul, pemerintah pun tak akan sembarang mengeluarkan izin tanpa melalui kajian yang matang, termasuk dampak lingkungan yang akan ditimbulkan.

Nasrul menyatakan, Pemprov Sumbar akan ikut ambil bagian mendampingi sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat.

Seperti diberitakan, masyarakat sekitar Gunung Talang, Kabupaten Solok melakukan aksi penolakan terhadap pengusahaan panasbumi yang di kawasan itu. Bahkan, aksi penolakan sempat berlangsung anarkis.

Warga menolak, karena khawatir eksploitasi panasbumi akan berdampak terhadap pertanian masyarakat sekitar serta merusak lingkungan dan sumber air.

Direktur LBH Padang Era Purnama Sari yang mendampingi warga, menilai rencana eksplorasi dan eksploitasi sumber panas bumi di wilayah Gunung Talang, Kabupaten Solok berpotensi mengancam kehidupan pertanian masyarakat.

“Status Gunung Talang sebagai kawasan hutan lindung yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, dampaknya bisa mempengaruhi aktivitas pertanian masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Bahas Percepatan Pengembangan Panasbumi: Menteri ESDM dan DPR lakukan Senior Officials Meeting (SOM)

Ia mengatakan, meski proyek pembangunan panasbumi Gunung Talang merupakan bagian dari upaya pemenuhan energi 35.000 MW, penetapan WKP yang berada di kawasan Gunung Talang dan dekat pemukiman masyarakat bisa mengancam kehidupan masyarakat setempat.

Era mengungkapkan, proses izin panasbumi harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan juga sosial masyarakat. “Maka, Pemerintah Kabupaten Solok mesti mengambil langkah tegas untuk mengkaji ulang proyek panasbumi di Gunung Talang tersebut,” katanya.

Sementara itu, Bupati Solok, Gusmal berjanji pihaknya akan meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya pengembangan energi panasbumi yang ramah lingkungan kepada masyarakat.

Ia menilai, penolakan terjadi akibat miskomunikasi. Masyarakat banyak yang belum paham bahwa pengeboran geothermal berbeda dengan tambang lainnya. (es)

Berita ini 83 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Wapres Jusuf Kalla Buka IIGCE 2019

Berita

38 Tahun Mengabdi, Ahli Panas Bumi Nenny Miryani Saptadji Kini Purnabakti
yunus saefulhak

Berita

Lima Terobosan untuk Mempercepat Pengembangan Panasbumi

Berita

Melongok Pemandian Air Panas Tanuhi di Pegunungan Meratus, Wisata Unggulan di KSPN Loksado, Kalsel

Berita

Air Panas Nagrak Tangkuban Parahu, Pemandian di Keheningan Alam

Berita

ITB Gelar Workshop Panas Bumi Internasional 10-13 Agustus

Berita

Tahun 2020 Tersisa Empat Bulan, Pemerintah Tetap Optimis Target Penambahan 140 MW Tercapai

Berita

Inilah Garis Besar Permen ESDM 4/2020 Pengganti Permen ESDM 50/2017