Home / Berita

Jumat, 29 September 2017 - 07:44 WIB

Menteri ESDM, “Jangan Tanya Surat, Saya Belum Baca”

Menteri ESDM Ignasius Jonan (foto esdm.go.id)

PABUMNews – “Jangan tanya surat, saya belum baca.” Demikian jawaban Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, kepada wartawan Rabu (27/9/2017) lalu di Istana Kepresidenan ketika ditanya soal surat Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang ditujukan kepadanya.

Seperti diberitakan, surat Sri Mulyani yang bocor ke publik tersebut ditujukan kepada Menteri ESDM dan Menteri BUMN. Isinya terkait kekhawatiran Sri Mulyani akan kondisi keuangan PLN yang bisa saja mengalami resiko gagal bayar utang.

Namun Jonan menjelaskan, dirinya sudah sering kali membahas masalah-masalah ESDM yang terkait dengan keuangan negara dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), seperti yang dihadapi PLN.

“Akan tetapi untuk penyelesaian masalah ini tidak selalu harus dibahas dengan Kemenkeu kan. Apa harus ada pembicaraan dengan Kemenkeu?,” tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengirimkan surat ke Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Surat bernomor‎ S-781/MK.08/2017, intinya meminta agar Menteri BUMN dan Menteri ESDM memperhatikan kondisi keuangan PLN.

Baca Juga  BPPT Kaji PLTP Skala Kecil untuk Daerah Terpencil

Dalam surat disebutkan, kinerja PLN ditinjau dari sisi keuangan terus mengalami penurunan, seiring dengan semakin besarnya kewajiban korporasi untuk memenuhi pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang‎ tidak didukung dengan pertumbuhan kas bersih operasi.

“Hal ini menyebabkan dalam tiga tahun terakhir Kementerian Keuangan harus mengajukan permintaan walver pada lender PLN, sebagai dampak terlanggarnya kewajiban pemenuhan covenant PLN dalam perjanjian pinjaman, untuk menghindari cross default atas pinjaman PLN yang mendapatkan jaminan pemerintah,” tulis surat tersebut.

Hal lainnya, internal fund PLN sangat terbatas sehingga untuk melaksanakan penugasan pemerintah PLN bergantung pada pinjaman, baik perbankan, penerbitan obligasi, maupun pinjaman dari lembaga keuangan Internasional.

“Berdasarkan profil jatuh tempo pinjaman PLN, kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman PLN diproyeksikan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang,” beber Sri Mulyani.

Di sisi lain, pertumbuhan penjualan listrik tidak sesuai dengan target, adanya kewajiban pemerintah untuk meniadakan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) dapat berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar PLN.

Baca Juga  Panasbumi Sorik Merapi Siap Terangi Ribuan Rumah April Depan

“Penerimaan utama PLN berasal dari TTL yang dibayarkan oleh pelangan dan subsidi listrik dari pemerintah, kebijakan peniadaan kenaikan TTL perlu didukung dengan adanya regulasi yang mendorong penurunan harga biaya produksi listrik,

Dalam surat itu, Menkeu menyarankan agar Menteri ESDM dan Menteri BUMN mendorong PLN melakukan efisiensi biaya operasi, terutama energi primer guna mengantisipasi peningkatan risiko gagal bayar di tahun-tahun mendatang.

“Selain itu, terkait dengan penugasan program 35 GW, perlu dilakukan penyesuaian terkait target investasi PLN dengan mempertimbangkan ketidakmampuan PLN dalam memenuhi pendanaan investasi cashflow operasi, tingginya outlook debt maturity profile, serta kebijakan pemerintah terkait tarif, subsidi listrik, dan Penyertaan Modal Negara (PMN),” ungkapnya.

Menurut Menkeu, hal tersebut diperlukan untuk menjaga sustainabilitas fiskal APBN dan kondisi keuangan PLN yang merupakan sumber risiko fiskal pemerintah. (Harry)

Berita ini 14 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Dirjen EBTKE Rida Mulyana Optimis Target Kapasitas Panasbumi Tercapai

Berita

Soal PLTP Muara Laboh II PT SEML Nyatakan Siap Baik Teknis Maupun Finansial

Berita

Dukung Upaya Pemerintah Tangani Covid-19, Geo Dipa Kembali Salurkan Bantuan

Berita

Potensi Panasbumi Candradimuka Segera Dieksplorasi

Berita

IndoEBTKE ConEx 2017 Digelar Mulai Hari Ini

Berita

Informasi yang Baik Dorong Percepatan Pengembangan Panasbumi

Berita

Proyek PLTP Lumut Balai Dalam Tahap Pembangunan Power Plant

Berita

Saham Austindo Nusantara di Darajat, Dilepas ke Star Energy