Home / Berita / Nasional

Senin, 6 September 2021 - 08:00 WIB

Menteri ESDM Resmikan Wellpad Slim Hole Cisolok

Menteri ESDM Resmikan Wellpad Slim Hole CKK-01, Cisolok

Menteri ESDM Resmikan Wellpad Slim Hole CKK-01, Cisolok

PABUMNews – Menteri ESDM resmikan wellpad slim hole panas bumi CKK-1 di Cisolok. Sumur yang berlokasi di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menggunakan rig hidrolik milik Lemigas.

Menteri ESDM resmikan wellpad slim hole yang diresmikan tersebut menggunakan sumber pembiayaan dari APBN. Government drilling ini bertujuan untuk mengidentifikasi cadangan yang diperkirakkan sebesar 45 MW. Kementerian berharap program ini dapat mengurangi resiko di sisi hulu dan menurunkan harga listrik, sehingga dapat bersaing dengan energi lainnya. Menteri ESDM berharap dengan pemboran slim hole ini, dapat memberikan manfaat bagi kesejahtraan masyarakat.

“Saya berharap pengeboran dapat mengoptimalkan sumber daya energi yang ada di daerah ini supaya bisa bermanfaat dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Selain itu program ini bertujuan untuk menunjang program menuju energi bersih dan terbarukan serta energi yang bebas karbon,” ungkap Menteri ESDM, pada Jumat (3/9/2021).

Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman SH. MM., yang turut serta pada peresmian tersebut menyatakan bahwa langkah ini merupakan kinerja luar biasa dari Kementerian ESDM.“ Oleh karenanya, kami mendukung, dengan catatan tetap memperhatikan kearifan lokal, kelestarian sumber daya hayati, kelestarian budaya, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat”,  tambahnya.

Baca Juga  Indeks Trilemma Energi Indonesia Peringkat ke-56 Dunia

Sekda Kabupaten sukabumi tersebut berharap kegiatan eksplorasi tersebut dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Selain itu Pemerintah Kabupaten tersebut mampu menarik banyaknya investor yang konsisten berinvestasi. Melalui program ini pemda berharap dapat memberikan manfaat dan bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Sukabumi

Wilayah Kerja Cisolok – Cisukarame

Wilayah Kerja Cisolok berlokasi daerah Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lokasi potensi panas bumi ini berjarak ~150 Km dari Jakarta. Status potensi Cisolok sudah menjadi wilayah kerja sejak tahun 2007 melalui SK-WKP No. 1937 K/30/MEM/2007 oleh Kementerian ESDM dengan luas 15.580 Ha.

Berdasarkan buku terbitan Kementerian ESDM, cadangan terduga Wilayah Kerja Cisolok-Cisukarame adalah 45 MW. Potensi ini berada di dua titik yaitu Cisolok (97) dan Cisukarame (95).

Baca Juga  Terkait Penolakan SP PLN, Ini Tanggapan Pertamina

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Dr. Ir. Eko Budi Lelono, menyebut bahwa tujuan pengeboran adalah untuk mengidentifikasi Sumber daya panas bumi yang ada di wilayah Cikakak. Wilayah Cikakak ini merupakan bagian dari WK panas bumi Cisolok – Cisukarame.

Tujuan dari pemboran ini adalah untuk meningkatkan akurasi data sehingga mengurangi risiko pengembangan panas bumi. Selain itu pemerintah berharap dengan langkah pengambilan risiko oleh pemerintah, ke depannya harga listrik panas bumi bisa turun dan dapat bersaing dengan energi lainnya.

Tingginya risiko pada pengembangan panas bumi menjadi kendala pada tingginya nilai harga listrik dalam perhitungan keekonomian panas bumi. Oleh karena itu pemerintah melakukan inisiasi melalui program ini.

“Pada pemboran slim hole ini Tim dari Badan Geologi menargetkan pemboran sampai kedalaman 2000 meter dengan estimasi pelaksanaan 70 – 80 hari”, tambahnya. (hn)

Sumber: kabariku.com

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

PGE Pulihkan Lahan Kritis

Berita

PGE Bantu Pemulihan Lahan Kritis Tasikmalaya

Berita

Inilah Garis Besar Permen ESDM 4/2020 Pengganti Permen ESDM 50/2017

Berita

Revisi Target 35.000 MW Upaya Realistis

Berita

Tips Berwisata ke Kawasan Panasbumi

Berita

Semburan Air Panas Tasikmalaya, Berbeda dengan Semburan Lapindo

Berita

Direktur PGE Sebut PLTP Lumut Balai Bisa Beroperasi Oktober 2018
Potensi Panas Bumi Cisolok

Berita

Tenaga Panas Bumi Pancarkan Geyser Cisolok di Sukabumi

Berita

PGE Karaha Bagikan Bonus Produksi Panas Bumi untuk Daerah Penghasil