Home / Berita

Senin, 13 Januari 2020 - 15:04 WIB

Menteri ESDM: Skema “Cost Recovery” Migas Relevan untuk Kontrak Panasbumi

Menteri ESDM Arifin Tasrif. (*)

PABUMNews – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai, skema cost recovery di sektor migas relevan diterapkan pada kontrak panasbumi mengingat sifat kegiatan panasbumi, terutama saat eksplorasi mirip dengan migas.

“Meskipun tak menjiplak langsung konsep cost recovery pada sektor migas, namun secara konsep kemungkinan besar akan mengikuti skema tersebut. Untuk tahap awal akan diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk harga listrik Energi Baru Terbarukan (EBT),” katanya di Jakarta, Kamis (9/1/2020)

Konsep ini, lanjut Arifin, untuk mengurangi risiko pengembang panasbumi yang sangat berisiko dalam tahapan eksplorasi.

Baca Juga  Hivos Siap Kembangkan Panasbumi Flores Tahun 2019

Ditambahkannya, saat ini pengembang menanggung seluruh resiko eksplorasi. Padahal, selain cadangan yang kelak akan ditemukan belum tentu masuk keekonomian, listriknya pun belum ada kepastian terjual atau tidak.

“Kondisi ini tentu menimbulkan risiko tinggi yang menyebabkan harga listrik tinggi lantaran risiko-risiko tersebut dikonversi menjadi harga listrik,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) FX Sutijastoto. Menurutnya, meskipun tak sama persis, konsep cost recovery bisa diterapkan dalam kegiatan pemanfaatan panasbumi.

Baca Juga  PLN Lepas WKP Wapsalit di Maluku

“Pemerintah siap berinisiatif untuk ikut menanggung bersama risiko dalam kegiatan panasbumi asalkan nantinya harga listrik yang dihasilkan murah ke masyarakat,” paparnya.

Ditambahkan Toto, risiko yang ditanggung pengembang panasbumi, selain harus membangun pembangkit dan instalasinya, tapi juga harus membangun hal lain di luar itu. Di antaranya pembangunan jalan sebagai akses peralatan, dan pembangunan berbagai fasilitas pendukung lainnya di masyarakat.

“Komponen itu ternyata bisa cukup memberikan porsi besar terhadap harga listrik dan bisa mencapai US$3 sen per kWh,” jelasnya. (Has)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

ENGIE Berharap Harga Tarif Listrik PLTP Rantau Dedap Menguntungkan

Berita

Air Panas Nagrak Tangkuban Parahu, Pemandian di Keheningan Alam

Berita

Keterlambatan Terbitnya PP Panasbumi Untuk Pemanfaatan Langsung, Berdampak di Daerah

Berita

Tiga WKP Panasbumi Siap Diberikan ke Perusahaan Baru Bentukan PLN

Berita

Panasbumi Flores Bisa Diintegrasikan dengan Industri Sektor Hilir

Berita

“Pangalengan Bangkit” Demo PT Star Energy

Berita

Inkonsistensi Regulasi Tariff, Enel Green Power Pertimbangkan Hengkang dari Panasbumi Way Ratai

Berita

PLTP Karaha Beroperasi Februari, 33 Ribu Rumah Tangga akan Terlistriki