Home / Berita / Tokoh

Sabtu, 1 September 2018 - 12:58 WIB

Nicke Widyawati dan Komitmen Pertamina Kembangkan Panasbumi

Nicke Widyawati (foto: listrikindonesia.com)

PABUMNews- Anugerah Perempuan Indonesia 2013 dari Kementerian BUMN dan penghargaan Women’s Work of Female Grace 2013 Indonesia dari Indonesia Asia Institute, melambungkan nama Nicke Widyawati sebagai manajer perempuan yang diperhitungkan di Indonesia.

Penghargaan itu memang layak diterima Nicke. Kini manajer perempuan yang diperhitungkan kelahiran Tasikmalaya 25 Desember 1967 ini, menjadi top pimpinan PT. Pertamina (Persero) lewat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK – 232/MBU/08/2018, tanggal 29 Agustus 2018, tentang Pengalihan Tugas, Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.

Pemerintah menilai, rekam jejak Nicke di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya, memenuhi persyaratan untuk menduduki posisi puncak di Pertamina.

Sebelum bergabung dengan Pertamina, jebolan Teknik Industri ITB dan Master Hukum Bisnis Unpad Bandung ini sempat bekerja di Bank Duta Cabang Bandung. Dari sana, ia kemudian bekerja di PT Rekayasa Industri (Rekind) sejak 1991.

Baca Juga  Tahun 2017, Penerimaan Negara dari Panasbumi Lampaui Target

Melihat kinerjanya yang mumpuni, wanita cantik ini kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama PT Mega Eltra–BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan dan peralatan teknik. Dari sini, Nicke ditarik ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sempat menduduki Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN. Konon Nicke merupakan perempuan pertama yang dipercaya menjadi direktur di PLN.

***

Di masa Elia Massa Manik, Pertamina cukup ekspansif dalam pengembangan energi panasbumi. Lewat anak usahanya, Pertamina Geothermal Energi (PGE), Pertamina telah menetapkan target total kapasitas pembangkitan panasbumi sebesar 900 MW di akhir tahun 2019 atau awal 2020.

Tahun 2018 ini, total kapasitas pembangkitan panasbumi yang dicapai Pertamina sekitar 602 MW. Kapasitas sebesar itu disumbang oleh Kamojang (235 MW), Ulubelu (110 MW), Lahendong (80 MW), Sibayak (12 MW), Karaha (30 MW), Lahendong (20 MW), Lumutbalai (55 MW), dan Ulubelu (55 MW).

Baca Juga  Kadin Sebut Regulasi Berubah-ubah Perburuk Investasi EBT di Indonesia

Selain yang telah eksisting, PGE juga telah memenangi lelang beberapa WKP, di antaranya Gunung Lawu (2 x 55 MW), Provinsi Jawa Tengah dan WKP Seulawah Agam (2 x 55 MW) di Provinsi Aceh. Untuk di Aceh, Pertamina bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA). Selain itu, Pertamina pun membidik WKP Ciremai.

Panasbumi memang menjadi garapan utama Pertamina dalam pengembangan EBT, selain bioenergi, dan solar panel. Dan ini masuk dalam pengembangan EBT untuk jangka menengah perusahaan itu.

Bagaimana pengembangan energi panasbumi yang akan dilakukan Pertamina di bawah Nicke Widyawati? Kita tunggu aksi wanita ini di tengah program prioritasnya dalam mengurangi impor BBM, membangun kilang, dan penggunaan biodiesel. (es)

Berita ini 43 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Tampung Listrik Panasbumi Muaralaboh, PLN Rampungkan Gardu Induk

Berita

Panas Bumi Penyumbang Terbesar Kedua Bauran Energi Tanah Air

Berita

Inilah Lima Negara Paling Komit dengan Energi Terbarukan

Berita

Tiga Lembaga Kerjasama Lakukan Survei Udara Panasbumi di Ngada

Berita

PP Panasbumi untuk Pemanfaatan Langsung Segera Terbit

Berita

Pemandian Air Panasbumi Sumber Urip Rejang Lebong, Sederhana Namun Alami

Berita

Lima Tahun Terakhir Realisasi PNBP Panas Bumi Selalu Lampaui Target

Berita

Di Tangan Mahasiswa Pengembangan EBT Dipertaruhkan