Home / Berita

Sabtu, 4 November 2017 - 08:42 WIB

Nilai Investasi Sektor EBT Meningkat Setiap Tahun

Rida Mulyana, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM

PABUMNews-Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengatakan, total investasi EBT tahun ini hingga Oktober mencapai Rp 11,74 triliun. Menurutnya, capaian investasi yang meningkat setiap tahun menandakan investasi pada sektor EBT menarik.

“Pada 2014, nilai investasi EBT sekitar Rp 8,63 triliun, lalu meningkat pada tahun 2015 menjadi Rp 13,96 triliun,” kata‎ Rida, di Jakarta, Jumat (3/11/2017) seperti dikutip Antara.

Rida melanjutkan, saat ini harga listrik dari EBT mampu bersaing dengan listrik dari energi fosil. Hal ini akan berujung pada tarif listrik yang dibebankan ke masyarakat bisa terjangkau.

“Harga EBT makin kompetitif sehingga pada akhirnya tidak memberatkan masyarakat,” ujar Rida.

Kapasitas energi dari sektor EBT terus meningkat. Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) terpasang hingga Oktober 2017 telah mencapai 1.808,5 Megawatt (MW). Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), kini kapasitas terpasangnya mencapai 259,8 MW. Sedangkan, Pembangkit Tenaga Listrik Bioenergi kapasitasnya tercatat sebanyak 1.812 MW.

Baca Juga  Potensi Panasbumi Candradimuka Segera Dieksplorasi

Rida mengatakan, pemerintah dari 2014 hingga 2017 telah membangun 471 unit pembangkit berbasis EBT dengan total kapasitas 38,9 MW. Menurutnya, pembangkit tersebut mampu mengaliri listrik kepada 67.000 Kepala Keluarga (KK).

“Kapasitasnya memang kecil, tapi ini merupakan bentuk pelayanan kita kepada masyarakat yang tinggal di daerah terisolir,” imbuh Rida.

Selain itu, sebagai upaya pemerataan distribusi energi, pemerintah juga akan membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTHSE) kepada lebih dari 80.000 KK. “Mudah-mudahan tidak sampai dua tahun ke depan, tidak ada saudara kita yang tidak menikmati listrik,” katanya.

Baca Juga  Area Panasbumi Wae Sano, Project Pilot Government Drilling

Mulai bulan ini, lampu tersebut akan didistribusikan ke 28 kabupaten di lima provinsi, yakni Riau, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Satu paket lampu hemat energi ini terdiri dari satu panel surya dan bohlam dengan ketahanan 6 jam, 12 jam, dan 60 jam. Lampu berdaya 3 watt ini menghasilkan sinar setara dengan bohlam 25 watt.

Apa yang diungkapkan Rida seakan hendak menjawab rekomendasi Rembuk 6 yang menilai pertumbuhan investasi di sektor EBT kurang signifikan. Andang Bahtiar, Ketua Rembug 6 mengatakan, hal itu terjasi akibat tidak konsistennya peraturan dan harga EBT yang dipatok pemerintah kurang menarik bagi investor.
(es)

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Selain Kaya Aspal, Buton Utara Juga Memiliki Potensi Panasbumi

Berita

Pemahaman Manfaat Panasbumi  di Masyarakat harus Ditingkatkan

Berita

PLTP Lumut Balai Beroperasi Agustus, Ini Harapan Bupati OKU Kuryana Azis

Berita

Dibina GDE Unit Patuha, Kelompok Wanita Tani Desa Panundaan Terus Berkarya Hasilkan Produk Unggulan
Mendorong Pengembangan Panas Bumi

Berita

Kemenkeu Setujui Holding Panas Bumi

Berita

Peduli Kelestarian Satwa, PGE Area Lahendong Dukung Rehabilitasi Monyet Yaki di Tomohon

Berita

Kelola Panasbumi Halbar, Kementerian ESDM Sediakan Dua Opsi

Berita

Ketum ADPPI: IPP PLTP Harus Ambil Bagian dalam Pencegahan Corona