Home / Berita

Rabu, 26 Juni 2019 - 13:31 WIB

NTT akan Gali Panasbumi untuk Kejar Elektrifikasi

PLTP Mataloko yang dioperasikan PLN (Dok. PLN)

PLTP Mataloko yang dioperasikan PLN (Dok. PLN)

PLTP Mataloko yang dioperasikan PLN (Dok. PLN)

 

PABUMNews – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi berharap potensi panasbumi di NTT digali dan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan energi listrik masyarakat.

Menurutnya, rasio elekrifikasi di NTT saat ini yang terendah di Indonesia, sehingga dibutuhkan penggalian sumber daya lokal untuk mengejar ketertinggalan di bidang energi listrik tersebut.

“Kalau kita sudah eksplorasi sumber daya alam di NTT, maka listrik tidak akan jadi masalah,” ujar dia. (kompas.com, 23/06/2019).

Kendati demikian, Josef bersyukur sebab rasio elektrifikasi di NTT sekarang ini ada peningkatan. Menurunya, saat dirinya dilantik, rasio elekrifikasi NTT hanya 60 persen, namun sekarang sudah mencapai 75 persen.

Baca Juga  Usai Diserahkan Jerman, PGE Operasikan PLTP Binary Cycle Lahendong

Dikatakannya, ia sudah bertemu denga Menteri ESDM Igansius Jonan untuk membahas peningkatan rasio elekrifikasi di NTT.

Pihak ESDM, lanjut Josef, menyatakan siap membantu NTT, apalagi NTT merupakan wilayah yang kaya akan potensi panasbumi. Sejumlah lapangan panasbumi yang kini tegah digali untuk dimanfaatkan, di antaranya Ulumbu, Mataloko, Mutubusa, Ropa dan Atadei.

Ia menyatakan, pihaknya akan melibatkan tanaga ahli Jerman yang memiliki teknologi eksplorasi yang canggih dalam proses pemanfaatan panasbumi.

Orang Jerman itu, tambahnya, menjamin keakuratan untuk mencapai panasbumi hingga 80 persen.

Baca Juga  Ketua Umum ADPPI Hasanuddin: Energi Terbarukan Jawaban Atas Tantangan Kedaulatan Energi

Panasbumi NTT merupakan salah satu garapan pihak PT PLN (pesero). Bahkan tahun kemarin, perusahaan pelat merah ini elah mendapatkan pinjaman pinjaman dari lembaga keuangan asal Jerman Kfw, untuk menggarap panasbumi di NTT.

Dengan dana itu PLN akan mengembangkan PLTP Mataloko unit 2 dan 3, serta PLTP Ulumbu unit 5. PLTP Mataloko terletak di Desa Todabelu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memiliki kapasitas masing-masing 10 MW. Sedangkan PLTP Ulumbu terletak di Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, NTT dan berkapasitas 20 MW. (es)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Mantan Menteri ESDM Purnomo: Genjot Pemanfataan Panasbumi, Jangan Lirik Energi Nuklir

Berita

Panasbumi Dieng-Patuha: Tak Putus Dirundung Sengketa (Bagian 3)

Berita

PLTP Mandailing Natal Tahap I, Beroperasi Maret 2018 Ini
Dua Serikat Pekerja

Berita

Kompak Tolak Holding BUMN, SSPPB – SP PLN Beda Tujuan

Berita

Puluhan Pakar Geologi Bahas Kaldera Toba Sumatera Utara

Berita

Revisi Target 35.000 MW Upaya Realistis

Berita

Wae Sano, Lapangan Panasbumi Pertama yang Memperoleh Kucuran Geothermal Fund

Berita

Ratusan Pelajar SMA di Purbalingga, Ikuti Diskusi PLTP Gunung Slamet