Home / Berita

Jumat, 4 Desember 2020 - 13:23 WIB

Panas Bumi Jawa Timur Tersebar di 13 Titik, Berikut Rinciannya

PABUMNews – Sebagaimana di daerah Jawa lainnya, potensi sumber daya alam panas bumi di wilayah Provinsi Jawa Timur pun sangat melimpah. Kementerian Energi Sumber daya Mineral (ESDM) mencatat sumber daya panas bumi di wilayah ini tersebar di 13 lokasi.

Dari ke-13 lokasi tersebut, sebanyak 8 lokasi telah ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP), sedangkan lima titik lainnya masih berupa potensi.

Berikut sebaran panas bumi di wilayah Jawa Timur dikutip dari Buku Potensi Panas Bumi Indonesia Jilid I (2017):

WKP Gunung Lawu

Lapangan panas bumi Gunung Lawu ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan SK Nomor 2518 K/30/MEM/2012 tertanggal 13-08-2012. WKP ini mencakup wilayah Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Ngawi, dan Magetan. Sumber dayanya sebesar 137 MW (hipotesis) dan cadangan terduga 195 MW.

Izin pengusahaan panas bumi Gunung Lawu dipegang oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero).

Pemerintah merencanakan dua tahap pengembangan panas bumi Gunung Lawu, yakni pada tahun 2022 dan 2024, masing-masing 55 MW.

Manipestasi panas bumi Gunung Lawu yang dapat diamati langsung adalah keberadaan air panas bumi Candradimuka, kawah Candradimuka, air panas bumi Tasin, dan kawah Tamansari Bawah.

WKP Gunung Arjuno-Welirang

Lapangan panas bumi Gunung Arjuno-Welirang ditetapkan menjadi WKP dengan SK 2773 K/30/MEM/2014 tertanggal 03-06-2014. Daerahnya mencakup Mojokerto, Pasuruan, Malang dan Kota Batu.

Seperti diketahui, meskipun pemanfaatan tidak langsung belum dirasakan masyarakat, namun limpahan energi panas bumi Gunung Arjuno-Welirang telah mengangkat nama Kota Batu sebagai kota wisata. Limpahan air panas bumi di kota ini, telah memunculkan sejumlah objek wisata air panas yang terkenal.

Panas bumi Gunung Arjuno-Welirang memiliki sumber daya spekultaif 22 MW dan cadangan terduga 280 MW.

Izin pengusahaan di lapangan ini dipegang oleh BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi dengan rencana pengembangan 110 MW pada tahun 2025.

Baca Juga  Geo Dipa Energi Menang di MA, Pengembangan Dieng dan Patuha Segera Dilanjutkan

WKP Blawan Ijen

Panas bumi di Blawan-Ijen ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan SK Nomor 2472 K/30/MEM/2008 tanggal 22-10-2008. Lapangannya mencakup Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo.

Sumber daya panas bumi di lapangan ini sebesar 92 MW (hipotesis) dengan cadangan terduga sebesar 185 MW.

Izin pengusahaan panas bumi Blawan Ijen dipegang oleh PT Medco Cahaya Geothermal. Rencananya, panas bumi di lokasi ini akan dikembangkan dalam dua tahap yaitu tahun 2021 daan 2022 masing-masing sebesar 55 MW.

WKP Gunung Iyang-Argopuro

Lapangan panas bumi Iyang-Argopuro ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan SK 2067 k/30/MEM/2012 tertanggal 18-06-2012 dengan wilayah mencakup Jember dan Bondowoso.

Sumber dayanya sebesar 92 MW (hipotesis), sedangkan cadangan terduga sebesar 185 MW.

Panas bumi di lokasi ini akan dikembangkan pada tahun 2025 dengan kapasitas 55 MW.

WKP Gunung Pandan

Panas bumi di Gunung Pandan ditetapkan menjadi WKP dengan SK Nomor 2774 K/30/MEM/2014 tertanggal 03-06-2014. Daerahnya mencakup Bojonegoro, Nganjuk dan Madiun.

Sumber daya panas bumi Gunung Pandan memiliki cadangan terduga sebesar 60 MW, dengan rencana pengembangan sebesar 40 MW pada tahun 2025.

Daerah panas bumi Gunung Pandan berjarak sekitar 15 kilometer arah timur laut dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Nganjuk, atau berjarak sekitar 30 kilometer di selatan Pusat Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Pencapaian lokasi mudah diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

WKP Gunung Pandan hingga sekarang masih dalam tahap persiapan penugasan atau lelang.

WKP Gunung Wilis

Sebagaimana Gunung Pandan, WKP Gunung Wilis pun masih dalam tahap persiapan lelang atau penugasan. Lapangan panas bumi ini ditetapkan menjadi WKP dengan SK 2775 K/30/MEM/2014 tertanggal 03-06-2014. Wilayahnya mencakup Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Ponorogo dan Madiun.

Sumber daya panas bumi Gunung Wilis sebesar 50 MW, sementara pengembangannya direncanakan pada tahun 2025 sebanyak dua tahap masing-masing 10 MW.

Baca Juga  Alimin Ginting Usulkan 27 November Ditetapkan sebagai Hari Panasbumi Indonesia

WKP Songgoriti

Lapangan panas bumi Songgoriti mencakup wilayah Malang, Blitar dan Kota Batu. Lapangan ini ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan SK Nomor 2776 K/30/MEM/2014 tertanggal 03-06-2014. Sumber daya hipotesisnya 23 MW dengan cadangan terduga 35 MW.

Panas Bumi Songgoriti direncanakan dikembangkan pada tahun 2025 dengan kapasitas 20 MW.

WKP Telaga Ngebel

Panas bumi Telaga Ngebel ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan SK Nomor 1788 K/33/MEM/2007 tertanggal 23-05-2007 dengan cadangan terduga sebesar 120 MW. Daerahnya mencakup Kab. Ponorogo dan Madiun.

Izin pengusahaan panas bumi telaga Ngebel dipegang oleh PT Bakrie Darmakarya Energi.

Rencananya, panas bumi di lokasi ini dikembangkan dalam tiga tahap yaitu 1
2021, 2024 dan 2024. Rencana pengembangan masing-masing 55 MW.

Potensi Cangar

Sumber daya panas bumi Cangar sebesar 22 MW (spekulatif) dan cadangan terduga 280 MW. Lokasinya berada di Malang.

Daerah panas bumi Cangar dicirikan oleh kehadiran manifestasi permukaan hanya berupa mata air panas dengan temperatur 40ºC hingga 54ºC, dengan pH netral, dan debit 20L/detik. Mata air panas Cangar termasuk dalam tipe air bikarbonat. Temperatur reservoir Cangar diperkirakan dengan geotermometer air sekitar 314 derajat Celcius.

Potensi Melati

Panas bumi Melati berada di Pacitan dengan sumber daya hipotesis 25 MW.

Potensi Rejosari

Potensi panas bumi rejosar masih berada di Pacitan, dengan sumber daya spekulatif 25 MW.

Potensi Tiris-Gunung Lamongan

Sumber daya panas bumi Tiris-Gunung Lamongan sebesar 5 MW (hipotesis) dan cadangan terduga 74 MW. Lokasinya berada di Probolinggo.

Potensi Tirtosari

Panas bumi Tirtosari berada di Sumenep, Madura, dengan sumber daya spekulatif 10 MW.

Potensi di lokasi ini pernah disurvei oleh jajaran Direktorat Vulkanologi, KESDM pada tahun 1971. (es)

Berita ini 482 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PSPE Senilai Rp 2 Triliun Diterima Enam Perusahaan Panasbumi

Berita

Ketum ADPPI Hasanuddin: “Kepastian Sosial Pengusahaan Panasbumi Tugas Pemerintah”

Berita

Selain Panasbumi, Patuha Juga Anugerahi Pesona Indah Kawah Putih

Berita

Baru Sebulan, Permen ESDM No 42 Diubah Jadi Permen Nomor 48

Berita

BPPT Kaji PLTP Skala Kecil untuk Daerah Terpencil

Berita

PLN Kembali Ditawari Garap Lima WKP Panasbumi

Berita

Air Panas Ciseeng Bogor Memang Menyegarkan
Kemenkeu Indonesia

Berita

Kemenkeu Setujui Holding Panas Bumi