Home / Berita

Rabu, 5 Agustus 2020 - 14:22 WIB

“Pangalengan Bangkit” Demo PT Star Energy

Warga yang tergabung ke dalam Pangalengan Bangkit berunjuk rasa memprotes pemboran sumur baru yang dilakukan pihak Star Energy. (Foto: AyoBandung.com)

PABUMNews – Warga yang tergabung ke dalam Pangalengan Bangkit, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendemo PT Star Energy. Mereka menolak pemboran sumur panas bumi baru di wilayah Pangalengan.

Koordinator aksi, Iman Abdurahman mengatakan, PT Star Energy telah membor sebanyak 17 sumur hingga sekarang. Selain 17 sumur tersebut, ada sejumlah sumur yang kini dibiarkan begitu saja.

“Beberapa sumur dibiarkan terbengkalai, dan hanya ditutup serta dibatasi agar tak warga yang masuk. Banyak sumur terbengkalai, sekarang malah membor sumur lagi,” kata Iman saat aksi.

Baca Juga  Lima WKP yang Ditolak PLN, 1 Dilelang Tahun Ini 4 Tahun Depan

Warga yang melakukan aksi demo berasal dari dua desa yakni Margamukti dan Sukamanah. Pendemo bukan hanya kaum pria, tapi juga para wanita termasuk ibu rumah tangga.

Menurut Iman, pemboran sumur membuat warga ketakutan setiap saat. Mereka takut tragedi tahun 2015 terulang lagi. Saat itu pipa panas bumi meledak dan mengakibatkan bencana longsor yang menimbun sejumlah rumah di Kampung Cibitung, Desa Margamukti.

“Sejumlah rumah tertimbun akibat tragedi itu sehingga puluhan warga tewas,” ujarnya.

Baca Juga  Pemerintah Godok Perbaikan Tarif EBT, Perpresnya Ditargetkan Awal 2020 Ditandatangani

Selain dihantui kecemasan yang terus menerus, lajut Iman, kegiatan penggalian sumur pun telah merusak tanaman palawija warga.

“Pembabatan lahan pertanian seluas kurang lebih 6 hektar itu dilakukan pihak Star Energy tanpa permisi kepada para petani,” kata Iman seperti ditulis Inilahkoran.com, Rabu (5/8/2020).

Iman mengakui, pihak Star Energy rutin memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp120 juta per tahun per desa. Namun, tegasnya, anggaran itu sangat kecil dibanding kerugian moril dan materil masyarakat Pangalengan.

“Ketenangan hidup kami terusik, lahan pertanian kami dirusak, kekeringan mengancam kehidupan kami,” katanya. (Has)

Berita ini 143 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Geo Dipa dan PLN Belum Sepakat Harga Listrik Candradimuka

Berita

Sengketa Geo Dipa- Bumi Gas, Agar Negara Tak Kehilangan Triliunan, ADPPI Sarankan Menteri ESDM Turun Tangan

Berita

Antisipasi Covid-19, Pemandian Cangar di Jawa Timur Beroperasi Setengah Hari

Berita

Univeristas Garut akan Kembangkan Air Panasbumi Cisewu

Berita

Presiden Prediksi, Target 35.000 MW akan Molor

Berita

ADPPI Sarankan Kementerian ESDM Libatkan Pemda dan Perguruan Tinggi dalam Pembangunan PLTP

Berita

Pemerintah Siapkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi

Berita

Dua Perusahaan Panasbumi Raih PROPER Emas 2018 dari Kementerian LHK