Home / Berita

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:51 WIB

Pemandian Air Panasbumi Sumber Urip Rejang Lebong, Sederhana Namun Alami

Pengunjung menikmati air panas Sumber Urip dari pancuran yang dibangun warga. (Foto: Istimewa)

PABUMNews – Dikelola secara sederhana dengan fasilitas yang juga sederhana, objek wisata air panasbumi di Desa Sumber Urip, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, terasa sangat alami. Kolam tempat berendam dari batu, pancuran dari bambu, dan sekeliling pemandian pengunjung bisa melihat pepohonan besar yang menghijau.

Desa Sumber Urip merupakan salah satu desa di Kecamatan Selupu Rejang. Air panas yang mengalir ke desa ini berasal dari Gunung Api Kaba, beberapa kilometer dari Sumber Urip. Lokasinya berada di Kampung Grojogan Sewu, sekitar 800 meter dari jalan desa.

Air panas ini jatuh ke lahan milik Warsilun, warga setempat. Atas inisiatif Supardi Effendi, tokoh masyarakat Sumber Urip, air panas itu kini dimanfaatkan menjadi objek wisata. Warga membuat kolam sederhana dengan batu, selain itu dibikin pula sejumlah pancuran.

Baca Juga  Dorong Percepatan Pemanfaatan Panas Bumi, Kementerian ESDM Pantau Progres Pembangunan Dua PLTP

Mengutip Antara (6 Mei 2019), Supardi Effendi sendiri yang membiayai pembuatan kolam dan pancuran, bahkan pengerasan jalan ke lokasi pemandian. Setelah dibangun, kini air panas itu menjadi tempat pemandian yang ramai pengunjung. Warga yang datang pun tak hanya sekedar mandi, tapi juga melakukan pengobatan alternatif. Mereka percaya, air panas Sumber Urip bisa menyembuhkan sejumlah penyakit, di antaranya penyakit kulit, rematik, asma dan sebagainya.

Ada dua kolam kecil yang dibangun warga sebagai tempat pengunjung berendam. Dan bagi mereka yang ingin menikmati sensasi curahan air panas langsung ke badan, bisa memanfaatkan pancuran yang berada di sebelah kolam.

Air panas Sumber Urip pun kini mulai populer. Pengunjung yang datang bahkan ada dari Kabupaten Bengkulu.

Baca Juga  Meniti Karier Sejak 1985, Djoko Abumanan Kini Jadi Pimpinan Tertinggi PLN

“Terutama pada hari libur, pengunjung banyak yang datang dari luar Rejang Lebong,” kata Jaka (38), warga Bengkulu yang sempat beberapa kali mandi di air panas Sumber Urip.

Jaka mengaku kedatangannya ke Sumber Urip selain untuk mandi dan menikmati pemandangan yang masih asli, juga untuk mengobati salah satu saudaranya yang sudah bertahun-tahun menderita reumatik.

“Ya lumayanlah, setelah empat kali mandi di Sumber Urip, reumatik saudara saya agak mendingan,” ungkapnya.

Gunung Api Kaba sendiri kini drencanakan dikelola PLN untuk dimanfaatkan panasbumi menjadi energi listrik. Tahun 2018 lalu, pihak PLN sempat melakukan sosialisasi, baik kepada Pemda maupun maysrakat tentang rencananya itu. Pihak PLN menargetkan, tahun 2025, panasbumi Gunung Kaba bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan. (es)

Berita ini 696 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Italia Minati Panasbumi Indonesia

Berita

Curug Jodo, Aliran Air Panasbumi Tangkuban Parahu Tempat Mandi Dayang Sumbi

Berita

The 8th II GCE 2022  Dapat Dijadikan Momentum Panas Bumi sebagai Energi Berkelanjutan Masa Depan

Berita

Pengelolaan Energi Harus Jawab Tuntutan Global dan Kedepankan Kepentingan Nasional
taman pintar

Berita

Wahana Panasbumi, Zona Baru di Taman Pintar Yogyakarta

Berita

Taman Pintar Panas Bumi Yogyakarta Penting Didirikan di Daerah Penghasil Panas Bumi Lainnya di Indonesia

Berita

EDC Segera Garap WKP Graho Nyabu Jambi

Berita

Bupati Solok, “Proyek Panasbumi Gunung Talang akan Berdampak Positif”