Home / Berita / Opini

Jumat, 23 Juli 2021 - 10:30 WIB

Pemanfaatan Langsung Panas Bumi Untuk Industri Pengolahan Pascapanen Ramah Lingkungan

Pemanfaatan Langsung Panas Bumi di Islandia

Pemanfaatan Langsung Panas Bumi di Islandia

Industri pengolahan pascapanen dapat memanfaatkan potensi panas dari fluida panas bumi untuk meningkatkan nilai keekonomian produk pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan yang berlandaskan pada perlindungan lingkungan, sosial dan budaya serta membuka peluang kerja dan peningkatan keekonomian masyarakat pedesaan.

-Harry Nurulfuad, Sekretaris Umum ADPPI-

 

PABUMNews – Pemanfaatan panas bumi tidak hanya bicara tentang listrik. Pemanfaatan langsung Panas bumi di Indonesia sebagian besar berasosiasi dengan wilayah pegunungan di mana gunung api menjadi sumber panasnya.

Sering dijumpai wilayah panas bumi berada di area pertanian yang produktif. Selain itu juga, biasanya daerah di sekitar potensi panas bumi dikelilingi wilayah hutan yang menjadi daerah tangkapan air yang menjadi sumber air tanah permukaan yang merupakan sumber air masyarakat, maupun air bawah permukaan yang menjadi sumber fluida panas bumi. Selain sektor pertanian, potensi dari sektor perkebunan,perikanan, peternakan serta kehutanan juga sangat tinggi dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

Tanah di sekitar potensi panas bumi biasanya memiliki kesuburan yang baik, hal tersebut dikarenakan fluida panas bumi membawa mineral-mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti Magnesium (Mg), Kalium (K), Amonium (NH+) yang diolah bakteri tanah menjadi Nitrat (NO-), Besi (Fe), Sulfur (S), Phosfor (P), Klor (Cl), Boron (B) dan unsur-unsur mikro lainnya.

Terkait dengan pemanfaatan langsung panas bumi di Indonesia perkembangannya saat ini masih sangat minim. Saat ini pemanfaatan langsung panas bumi di Indonesia masih berkaitan dengan sektor wisata, baik yang dikelola oleh perorangan, pemerintah maupun swasta. Padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan dari pemanfaatan langsung ini.

Dalam Undang-Undang Panas Bumi yang dimaksud dengan pemanfaatan langsung panas bumi adalah kegiatan pengusahaan panas bumi secara langsung tanpa melakukan proses perubahan dari energi panas dan/atau fluida menjadi jenis energi lain untuk keperluan non-listrik. Meliputi kegiatan wisata, agrobisnis, industri dan kegiatan lainnya yang menggunakan panas bumi secara langsung.

Pemanfaatan Langsung panas bumi berdasarkan literatur

Berkaca Pada Pemanfaatan Langsung Panas Bumi di Islandia

Sebagai Negara Kepulauan, Republik Islandia (Republic Iceland) segara geografi terletak di persimpangan antara Atlantik Utara dan Samudra Arktik (Kutub Utara). Temperatur pada puncak musim dingin mencapai – 2 sampai -3 derajat Celsius dengan suhu tertinggi 1 derajat Celsius. Sedangkan pada puncak musim panas berada pada temperatur 10 – 13 derajat Celsius.

Baca Juga  Agroforestri Panas Bumi - Menuju Indonesia Zero Carbon

Pulau Islandia berada tepat di punggung tengah Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) yang membentang mengelilingi dunia sejauh 65.000 km. Pulau ini terbentuk akibat lempeng tektonik Eurosia dan Amerika Utara yang semakin menjauh, sehingga fuida magmatic muncul ke permukaan dan membentuk punggungan di tengah samudera Atlantik.

Kehadiran panas bumi yang menjadi bagian dari proses tersebut memberikan manfaat luar biasa bagi Islandia. Selain untuk pemenuhan kebutuhan energi, panas dari fluida panas bumi dimanfaatkan sebagai energi alternatif untuk pemanasan (space heating dan district heating) seperti pemanas jalan, perumahan, gedung, dan industri lingkungan.

Space heating dan district heating adalah jenis pemanfaatan langsung yang paling sukses diterapkan untuk daerah yang beriklim dingin seperti Islandia. 90 persen rumah yang berada di Islandia dipanaskan menggunakan fluida panas bumi.

Selain itu, Islandia memanfaatkan panas dari fluida untuk memanaskan greenhouse yang selanjutnya digunakan untuk budidaya hortikultura dan perikanan dan pengolahan pasca panen hasil pertanian dan perikanan.

Pemanfaatan Langsung Panas Bumi Iceland

Pemanfaatan Langsung Panas Bumi di Indonesia

Selain untuk wisata, panas bumi di Indonesia telah dimanfaatkan secara langsung untuk pengolahan gula aren, penyulingan akar wangi dan budidaya jamur merang. Sayangnya, penyulingan akar wangi dan budidaya jamur yang berlokasi di dekat PLTP Kamojang, Garut, Jawa Barat, saat ini sudah tidak beroperasi.

Jika kita berkaca pada kesuksesan Islandia terkait keberhasilan space heating dan district heating, Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis dapat memanfaatkan panas bumi sebagai pengganti air conditioning (AC) melaui proses termodinamika yang sama seperti space heating dan district heating namun dengan fungsi yang berbeda. Proses termodinamika ini dapat digunakan sebagai solusi dalam pengurangan konsumsi listrik terutama pada siang hari.

Baca Juga  Terkait Penolakan SP PLN, Ini Tanggapan Pertamina

Selain itu, wilayah yang memiliki potensi panas bumi didominasi oleh masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Fluida panas bumi dapat juga dimanfaatkan untuk proses pengolahan pascapanen produk pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan agar dapat meningkatkan nilai keekonomian dari produk tersebut.

Industri Pengolahan Pascapanen Ramah Lingkungan

Dengan memanfaatkan fluda panas bumi, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan industri pengolahan pascapanen yang ramah lingkungan, karena pada dasarnya industri dapat memanfaatkan energi panas yang ada pada fluida panas bumi melalui proses termodinamika untuk merubah atau mengolah hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan menjadi produk jadi sehingga dapat meningkatkan nilai keekonomian produk tersebut.

Harapnya ke depan industri panas bumi dan industri pengolahan pascapanen dapat bersinergi, karena melalui pemanfaatan ini industri pengolahan ini dapat mengurangi ketergantungan akan bahan bakar baik listrik, minyak dan kayu bakar sehingga dapat menurunkan biaya produksinya dan berkelanjutan.

Dengan sinergi ini, daerah di sekitar panas bumi yang sebagian besar adalah daerah pedesaan yang memiliki sumber hasil bumi dapat berkembang menjadi daerah industri pengolahan pascapanen yang dilandaskan pada perlindungan lingkungan, sosial dan budaya serta membuka peluang kerja dan peningkatan keekonomian masyarakat pedesaan.

Industri pengolahan pascapanen yang dapat dikembangkan di dekat potensi panas bumi adalah:

  1. Industri pertanian, contoh hasil produknya adalah tomat kering, cabe bubuk, jahe bubuk, atau untuk budidaya jamur.
  2. Industri perkebunan, contohnya untuk pengeringan teh, pengeringan dan roasting kopi, pengeringan cengkeh, minyak sirih, minyak akar wangi, dll.
  3. Industri perikanan, contohnya untuk pengeringan ikan asin serta pengolahan dan pengemasan ikan.
  4. Industri peternakan, contohnya sterilisasi dan pasteurisasi susu.
  5. Industri kehutanan, contohnya pemprosesan kayu, rotan, dll.

Selanjutnya dalam rangka merangsang perkembangan industri ramah lingkungan ini, pemerintah harus segera mengeluarkan aturan turunan dari Undang-Undang panas bumi yang berkaitan dengan pemanfaatan langsung, agar kegiatan pemanfaatan ini memiliki landasan hukum yang pasti.

Sebagai informasi, sampai saat ini aturan teknis pemanfaatan langsung panas bumi masih belum keluar sejak diterbitkannya Undang-Undang 21/2014. (hn).

Berita ini 242 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PLN Butuh Banyak SDM Panasbumi

Berita

Pertamina Kejar Kapasitas Energi Bersih Panasbumi 1.112 MW Hingga Tahun 2026

Berita

Ir. Nenny Saptadji Peraih “Satya Lencana Karya Satya” Panasbumi, Terbitkan Buku “Teknik Geothermal”

Berita

PGE Karaha Sosialiasikan Energi Panasbumi kepada Siswa SD di Lima Desa

Berita

Ini Cerita Supramu Santosa tentang Perjalanan Membangun PLTP Muara Laboh

Berita

Pilot Project Government Drilling Wae Sano Ditolak Sebagian Warga, Bank Dunia Segera Beri Tanggapan
Dua Serikat Pekerja

Berita

Kompak Tolak Holding BUMN, SSPPB – SP PLN Beda Tujuan

Berita

Inilah Empat PLTP yang Siap Alirkan Listrik Tahun 2019