Home / Berita

Sabtu, 23 Desember 2023 - 12:17 WIB

Pembangunan PLTP Hululais 1 dan 2 Terkendala Aturan TKDN, Gubenur Rohidin Mersyah Siap Carikan Solusi

Pembangunan PLTP Hululais di Bengkulu

Pembangunan PLTP Hululais di Bengkulu

PABUMNews – Pembangunan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Hululais1 dan 2 di Kabupaten Lebong, Bengkulu, terkendala aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No.54 Tahun 2012.

Dalam Permenperin tersebut diatur bahwa ada kewajiban 33 persen komponen TKDN dalam sebuah proyek. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan dengan produk impor.

Hambatan aturan TKDN tersebut terungkap dalan pertemuan antara Project Manager PGE (Pertamina Geothermal Energy) Hululais, Edy Sudarmadi bersama tim dengan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Jumat, (22/12/2023).

Pertemuan digelar untuk membahas kelanjutan pembangunan PLTP Hululais 1 dan 2 yang sejak 2020 mandek.

“Proyek ini sudah mandek tiga tahun, dari 2020 karena kendala aturan dari Permenperin 54 tahun 2012 terkait dengan TKDN untuk infrastruktur tenaga kelistrikan. Kami di industri sulit untuk dapat angka threshold seperti yang ada dalam aturan,” ungkap Project Manager PGE (Pertamina Geothermal Energy) Hululais, Edy Sudarmadi dikutip dari rri.co.id, Sabtu, 22 Desember 2023.

Dijelaskannya, dengan Permenperin 54 tahun 2012 proyek pembangunan pembangkit harus menggunakan minimal 33 persen komponen dalam negeri. Sementara untuk pembangunan PLTP Hululais Unit 1 & 2 (2×55 MW), komponen yang dibutuhkan belum tersedia dan harus dilakukan impor dari negara lain.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dukung Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ketahanan Energi

“Kalau kita mau bangun pembangkit di Indonesia untuk kapasitas (itu belum ada, sehingga mau tidak mau harus impor. Nah kalau impor, aturan berkaitan dengan TKDN itu tidak akan terpenuhi. Makanya saat ini kami konsultasi dengan Gubernur berharap ada solusi ke tingkat atas,” katanya.

Edy berharap agar Gubernur selaku Pembina Investasi di Provinsi Bengkulu mempunyai jalan keluar melalui koordinasi langsung ke tingkat kementerian, KPK mapun Presiden.

Pihaknya berharap, hasil audiensi itu bisa menghasilkan solusi sehingga rencana pembangunan pembangkit pada tahun 2025 mendatang bisa direalisasikan walaupun terkait hal itu, Edy Sudarmadi mengaku sedikit pesimis.

“Kami berharap taget pembangunan bisa direaliasikan tahun 2025, namun dengan keadaan seperti ini terbentur dengan aturan kita agak pesimis. Tapi dengan investasi yang sudah kami tanamkan kisaran Rp4 triliun, ditambah lagi Rp1,5 triliun untuk sampai tahap terakhir ini, harapannya ini bisa berlanjut.” tambahnya kemudian.

Baca Juga  Pemerintah Siapkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi

Menanggapi hal itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mendorong keberlanjutan investasi PGE Hululais Lebong.

Apalagi saat ini dari sisi pembangunan sumur uap, energy yang dihasilkan sudah selesai dan siap difungsikan.

“Ini tinggal instalasi pembangkit. Dan instalasi pembangkit ini terkait regulasi TKDN (Permenperin No.54 Tahun 2012),” ungkap gubernur Rohidin.

Dirinya menyebut, dalam persoalan itu dirinya bersama PGE sudah melakukan roadshow dan koordinasi dengan pemerintah pusat seperti Menko Kemaritiman dan Investasi, Menko ESDM, dan Menteri Perindustrian.

“Bahkan kedatangan pak presiden ke Bengkulu kita sampaikan kendala yang ada, karena ditingkat investor kesulitan untuk mematuhi TKDN,” imbuhnya.

Nantinya, setelah audensi yang telah dilaksanakan, Gubernur Rohidin bersama pihak terkait akan berkonsultasi dengan Deputi Pencegahan KPK terkait permasalahan regulasi Permenperin No.54 Tahun 2012 tersebut.

“Kami akan konsultasikan dengan Deputi Pencegahan KPK, Korsupgahnya, seperti apa solusinya. Karena Kementerian Lembaga yang mengeluarkan regulasi mereka berpegang teguh pada regulasi yang ada,” tutup Gubernur Rohidin.***

Berita ini 56 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Danau Linting di Deli Serdang, Corong Raksasa Berisi Air Panas Bumi

Berita

Berlimpah, Air Panas Bumi di Padang Cermin Lampung Muncul di Kebun hingga Permukiman

Berita

Inilah Daftar Wilayah Kerja Panas Bumi yang Dieksplorasi Pemerintah dari Tahun 2020 hingga 2024

Berita

Skema Baru Lelang WKP Panasbumi Menjaring Pengembang yang Punya Uang

Berita

Rincian Tarif Listrik Energi Panas Bumi Menurut Perpres No 112 Tahun 2022

Berita

Panasbumi Flores Bisa Diintegrasikan dengan Industri Sektor Hilir

Berita

Dalam Usia 13 Tahun, PGE Sumbang 94 Persen Kapasitas Panasbumi Indonesia

Berita

Perusahaan Panasbumi Berangkatkan Ibu-ibu Pengrajin Ikuti Pelatihan Keterampilan