Home / Berita

Sabtu, 2 Maret 2019 - 12:24 WIB

Pemerintah Kaji Upaya Ringankan Pengembang Panasbumi

Pengeboran sumur panasbumi (sumber foto: pertamina.com)

PABUMNews- Salah satu kendala pengembangan panasbumi di tanah air adalah mahalnya biaya eksplorasi, di antaranya dalam tahapan pengeboran sumur. Biaya untuk mengebor satu sumur eksplorasi bisa mencapai hingga US$ 5 juta. Di sisi lain, untuk menemukan sumber panas yang tepat, pengembang sering kali tak hanya mengebor satu sumur, melainkan beberapa sumur.

“Jadi bagaimana pemerintah bisa mengambil sebagian risiko eksplorasi,” kata Direktur Utama PT sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini di Jakarta,seperti dirilis katadata.co id, Jumat (1/3/2019).

Terkait hal itu, menurut Emma, pemerintah kini sedang mencari model pembiayaan yang bisa meringankan resiko pengembang ketika melakukan eksplorasi. Artinya, sebagian resiko eksplorasi ditanggung juga oleh pemerintah.

Exploration risk, kan geothermal itu kan kalau eksplorasi kan risikonya tinggi. Misalkan satu lubang saja kan bisa (memakan biaya) US$ 5 juta, dan belum tentu ada reserve-nya (cadangannya) kan, itu kan potensinya bisa jadi uang hangus,” paparnya lagi seperti dirilis detik.com Jumat (1/3/2019).

Baca Juga  Mengenal Tiga Jenis Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Hal itu diungkapkan Emma usai mengikuti pertemuan dengan pihak Bank Dunia dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta.

Menurutnya, pemerintah kini sedang mengkaji kerjasama dengan Bank Dunia agar dihasilkan skema yang bisa meringankan pengembang panasbumi, sebab sebagian resikonya ditanggung juga oleh pemerintah.

“Skema itu kini sedang dimatangkan dan diharapkan enam bulan kemudian bisa rampung,” jelasnya.

Pertemuan antara Menko Kemaritiman dengan Bank Dunia serta Direktur PT SMI dalam rangka membahas Climate Fund yang disediakan Bank Dunia untuk mengembangkan energi bersih panasbumi. Seperti diketahui, untuk pengembangan panasbumi di Indonesia, Bank Dunia juga telah menggulirkan Geothermal Infrastructure Financing Fund (Pengelolaan Dana Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi/PISP). Dana itu kini dikelola PT SMI.

Baca Juga  Selama Ramadhan, Ada Takjil Gratis di Pemandian Air Panas Sari Ater

“Pembiayaan dari SMI atau Bank Dunia ini bisa menjadi modal awal eksplorasi panasbumi,” tambah Emma.

Sementara itu, mengutip katadata.co.id, Luhut sendiri sempat mengusulkan agar pengeboran panasbumi dilakukan oleh pemerintah. Setelah sumber panas ditemukan, baru pemerintah melakukan lelang kepada pengembang. Hal itu diungkapkan Luhut saat berdiskusi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kamis (28/2/2019).

“Saya bilang ibu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani) dan Ignasius Jonan (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) kenapa tidak dibor dulu, baru tender,” kata Luhut. (es)

Berita ini 95 kali dibaca

Share :

Baca Juga

PGE Pulihkan Lahan Kritis

Berita

PGE Bantu Pemulihan Lahan Kritis Tasikmalaya

Berita

BPPT Kaji PLTP Skala Kecil untuk Daerah Terpencil

Berita

Peluang Pertamina Jadi Pemain Kelas Dunia Hasilkan Listrik Hijau Berbasis Tenaga Panas Bumi

Berita

Pemandian Air Panas Ciparay Bogor, Pesona Indah di Dasar Lembah

Berita

PLTP Pertama di Jawa Timur akan Beroperasi Awal 2025

Berita

Sengketa Dieng dan Patuha, Bumigas Energi Kecewa Kejagung dan KPK Tak Hadir dalam Sidang di KIP
Sarulla Geothermal Power

Berita

Bermitra di PLTP Sarulla, Kini Medco dan Ormat Bermitra Pula di Proyek Panasbumi Ijen

Berita

PLN Sosialisasikan Pengembangan Panasbumi Danau Ranau