Home / Berita / EBT

Senin, 16 Agustus 2021 - 09:00 WIB

Pemerintah Mencari Mahasiswa Untuk Gerilya, Berminat?

Solar Rooftop (Doc arstechnica)

Solar Rooftop (Doc arstechnica)

PABUMNews – Pemerintah Mencari Mahasiswa untuk program Gerilya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (Gerilya).

Melalui program ini, pemerintah mencari mahasiswa yang mau terlibat dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk menyiapkan mahasiswa sebagai aktivis energi bersih, melalui pembekalan dan pemberian pengalaman.

Program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya

Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa eksakta yang ingin mendapatkan 10 hingga 20 SKS dalam satu semester. Pelaksanaan program ini mulai tanggal 30 Agustus 2021 sampai Januari 2022.

Program gratis ini pada tahap awal akan merekrut 50 – 100 orang. Program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya meliputi 3 bulan pelatihan dan 3 bulan team-based project.

Pemerintah telah menyiapkan 15 orang pengajar profesional dan lebih dari 20 orang mentor volunteer sebagai pendamping. Harapannya program Gerilya akan berkontribusi dalam percepatan pemanfaatan solar rooftop (PLTS atap) serta mendukung pencapaian target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional sebesar 23 persen pada 2025.

Baca Juga  Tolak PLTU, Bengkulu akan Maksimalkan Pemanfaatan Panasbumi

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan bahwa pemerintah optimis pemanfaatan solar rooftop dapat dipercepat. Oleh karena itu, Pemerintah membutuhkan peran aktif semua pihak terutama generasi muda. Untuk itu KESDM dan Kemendikbud Ristek membuat program Gerilya, yang merupakan salah satu bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Pemerintah mengajak mahasiswa untuk secara aktif dalam program ini. Harapannya bagi peserta program dapat menjadi proses pembelajaran dalam pemberdayaan masyarakat dan industri agar turut berpartisipasi dalam penyediaan energi bersih dan pelestarian lingkungan, tambah Menteri Arifin.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, mengatakan bahwa Gerilya merupakan kegiatan studi independen kampus merdeka. Tujuannya untuk melahirkan aktivis energi bersih dengan kecerdasan yang inovatif. Selama satu semester para peserta akan belajar secara mandiri melalui pendampingan dari para mentor agar dapat mengembangkan PLTS atap. Nadiem optimis mahasiswa peserta program ini akan berperan besar dalam misi pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia maju dan bumi yang terlindungi.

Penyelenggaraan program ini melalui platform Spada Indonesia. Platform ini adalah platform pembelajaran nasional milik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Baca Juga  PGE Bantu Pemulihan Lahan Kritis Tasikmalaya

Syarat Pendaftaran Program Gerilya

Pendaftaran program Gerilya melalui daring mulai tanggal 13 – 20 Agustus 2021. Pengumuman hasil seleksi administratif pada tanggal 21 Agustus.

Selanjutnya peserta yang lolos seleksi administrasi akan melalui tahapan tes tulis. Pelaksanaan tes tulis pada tanggal 22 Agustus dan wawancara pada tanggal 23 – 24 Agustus. Hasil seleksi final diumumkan pada tanggal 25 Agustus 2021.

Persyaratan program ini adalah sebagai berikut:

  • Mahasiswa S1 dan D3 program studi eksakta,
  • Mahasiswa semester 5 dengan IPK terakhir minimal 2,75 skala 4,
  • Pernah memiliki pengalaman organisasi di lingkungan kampus atau luar kampus,
  • Memiliki kemampuan kerjasama dan komunikasi yang baik dalam bahasa Indonesia,
  • Komitmen secara penuh untuk mengikuti program Gerilya selama 6 bulan, dan
  • Bersedia mengikuti team-base project berdasarkan penempatan dan tidak terikat program sejenis di institusi atau lembaga lain.

Untuk informasi lebih lanjut dapat melalui tautan https://www.esdm.go.id/id/page/gerilya atau akun media sosial resmi Kementerian ESDM.

Berita ini 413 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PBB Dukung Pemanfaatan Energi Panasbumi di Indonesia

Berita

Peristiwa Lapindo Tak akan Terjadi pada Pembangunan PLTP

Berita

Ini Perintah Jokowi untuk Menteri ESDM Baru

Berita

Pengelolaan Energi Harus Jawab Tuntutan Global dan Kedepankan Kepentingan Nasional

Berita

Kadin Sebut Regulasi Berubah-ubah Perburuk Investasi EBT di Indonesia

Berita

SOL Jadi The Best New Comer Power Plant Company

Berita

Update Penanganan Kecelakaan Kerja di Geo Dipa Lokasi Pad 28 Unit Dieng

Berita

Tahun 2021, Panas Bumi Cisolok-Sukarame Dieksplorasi dengan Skema Government Drilling