Home / Berita

Rabu, 18 November 2020 - 13:53 WIB

Pemerintah Targetkan Lima PLTP Berkapasitas 196 MW COD Tahun 2021, Berikut Rinciannya

Pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sokoria di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). (*)

PABUMNews – Pemerintah menargetkan lima pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas 196 MW bisa beroperasi/COD pada tahun 2021.

Kelima PLTP tersebut PLTP Sorik Marapi Unit-2 berkapasitas 45 MW dan PLTP Sorik Marapi-3 berkapasitas 50 MW. Kemudian PLTP Sokoria Unit-1 berkapasitas 5 MW dan PLTP Rantau Dedap berkapasitas 86 MW. Terakhir PLTP Small Scale Dieng berkapasitas 10 MW.

Target penambahan kapasitas listrik panas bumi tersebut disampaikan pihak Kementerian ESDM lewat Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (16/11/2020).

“Tahun 2021 ditargetkan ada penambahan kapasitas listrik panas bumi sebesar 196 MW dari lima PLTP,” ujar Dadan saat RDP dengan Komisi VII DPR RI.

Baca Juga  PGE Area Lumut Balai Kenalkan Panas Bumi ke Siswa SD

Seperti diketahui, PLTP Sorik Marapi yang berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dikembangkan oleh PT. SMGP (Sorik Merapi Geothermal Power). Dari rencana kapasitas 240 MW, pada tahap awal (Unit-1) telah berhasil dikembangkan 45 MW. Sementara Sorik Marapi Unit-2, sebenarnya nyaris COD pada tahun 2020, namun karena sesuatu hal, COD PLTP ini jadi mundur ke tahun 2021.

PLTP Sorik Merapi rencananya akan dikembangkan hingga unit-5 dengan kapasitas total 240 MW. PLTP ini merupakan salah satu proyek strategis nasional dan menjadi bagian dalam Program 35.000 MW maupun Program FTP 10.000 MW Tahap II.

Kemudian PLTP Rantau Dedap yang berlokasi di Sumatera Selatan, dikembangkan oleh PT Supreme Energy, perusahaan panas bumi swasta yang sukses membangun PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat. Sama halnya dengan PLTP Sorik Marapi Unit-2, PLTP Rantau Dedap juga sebenarnya ditargetkan beroperasi pada tahun 2020, tepatnya bulan Agustus. Namun karena sesuatu hal, target COD terpaksa mundur ke tahun 2021.

Baca Juga  Potensi "Energi Hijau" di Kalimantan Timur

Hal sama terjadi juga pada PLTP Sokoria yang berlokasi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). PLTP berkapasitas 5 MW ini semula dijadwalkan beroperasi tahun 2020. Namun karena terhambat pandemi Covid-19, jadwal COD mundur ke tahun 2021.

Sementara PLTP Small Scale Dieng 10 MW, dibangun oleh BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi dengan lokasi di area PLTP Dieng, Jawa Tengah.

PLTP ini masuk dalam Road Map Panas Bumi EBTKE 2017-2025, bahkan termasuk Kegiatan Prioritas Pemantauan Kantor Staf Presiden Joko Widodo. (es)

Berita ini 290 kali dibaca

Share :

Baca Juga

PLTP Sokoria di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur/www.ksorka-sorikmarapi.com

Berita

Resmi Beroperasi, PLTP Sokoria Unit II Pasok Listrik ke Jaringan Ende-Ropa di NTT

Berita

Air Panasbumi Ciremai, Hangatkan Kesejukan Lembah Cilengkrang

Berita

Perpres Panasbumi akan Berbeda dengan Perpres EBT Lain

Berita

Pemanfaatan Panasbumi Gunung Gede Pangrango Jawa Barat Masuki Tahap Pembebasan Lahan

Berita

Perusahaan Panas Bumi Supreme Energy Dukung Prodi Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Bung Hatta

Berita

Direktur PGE Sebut PLTP Lumut Balai Bisa Beroperasi Oktober 2018

Berita

Konsisten Cegah HIV/AIDS, Star Energy Geothermal Wayang Windu Peroleh Penghargaan PBB

Berita

Konsisten Melestarikan Lingkungan, PGE Area Kamojang Raih Proper Emas Ketujuh