Home / Berita

Sabtu, 17 November 2018 - 12:38 WIB

Pengembangan Panasbumi Masih Terhambat Pemahaman Masyarakat

Dirjen Mineral Batubara Bambang Gatot Aroyono (tengah) berbicara di hadapan mahasiswa UPNVY (foto: dok.humas UPNVY)

PABUMNews- Hingga kini pengembangan panasbumi di Indonesia masih terhambat oleh pemahaman masyarakat yang tidak utuh. Kebanyakan masyarakat masih dipengaruhi isu-isu negatif bahwa pengembangan panasbumi merusak lingkungan.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Gatot Ariyono dalam acara “Kementerian ESDM Goes To Campus” di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Jumat (16/11/2018).

Bambang mengungkapkan, persepsi negatif di tengah masyarakat tersebut mengakibatkan pengembangan energi panasbumi di Indonesia berjalan lambat.

“Pemanfaatan energi panasbumi sebagai sumber energi listrik hingga kini baru sekitar 10 persen dari total potensi energi panasbumi di Indonesia yang diperkirakan mencapai 27.000 megawatt (MW),” ujarnya.

Bambang menegaskan, untuk mengubah persepsi tersebut diperlukan upaya sosialisasi yang gencar untuk memberikan pemahaman bahwa pemanfaatan panasbumi untuk energi listrik tidak merudk lingkungan.

Baca Juga  Selain Panasbumi, Patuha Juga Anugerahi Pesona Indah Kawah Putih

“Energi panasbumi ini bersih. Ini energi nonfosil yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan dan tidak akan habis,” kata Bambang seperti dirilis Antara.

Salah satu isu negatif yang muncul dalam pemanfaatan panasbumi adalah air di permukaan berkurang dan tercemar.

“Sebenarnya air itu bersirkulasi dan tidak banyak yang digunakan untuk eksplorasi panasbumi. Jadi jangan dianggap nanti sungainya jadi kering, tidak karena ini pemanasan geologi, bukan pemanasan sungai,” kata dia.

Selain soal pemahaman masyarakat, menurut Bambang, hambatan lainnya dalam pengembangan panasbumi adalah lokasi. Menurut dia, hampir sebagian besar wilayah eksplorasi panasbumi berada di wilayah hutan lindung atau konservasi sehingga terkendala perizinan.

“Masalahnya eksplorasi di hutan lindung karena memang biasanya panasbumi berhubungan dengan gunung,” kata dia.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tetapkan Bonus Produksi Bagi Daerah Penghasil Panasbumi

Pengupayaan pemanfaatan tidak langsung panasbumi kini banyak diperbincangkan. Salah satu sebabnya energi berkelanjutan dan bersih ini menjadi andalan Indonesia untuk mengejar bauran energi 23 persen tahun 2025.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat menyatakan, bauran energi 23 persen sebenarnya sulit dicapai, kendati demikian pemerintah akan tetap berupaya meningkatkan pemanfaatan EBT baik di sektor ketenagalistrikan dan transportasi.

Menurutnya, di sektor ketenagalistrikan, sumber daya panasbumi masih menjadi andalan. Sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) sudah berjalan dan akan diselesaikan di berbagai daerah.

“Dari panasbumi, mungkin dalam tujuh tahun (2025) porsi EBT bisa bertambah 2 persen, 3 persen pada bauran energi di bidang kelistrikan,” ujarnya seperti dirilis CNN, Jumat (16/11/2018) (es)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Tahun 2021 Kementerian ESDM Akan Eksplorasi Tiga Lokasi Panas Bumi, Berikut Rinciannya

Berita

Gandeng Konsorsium Asing, ESDM Siap Kembangkan Panasbumi Pulau Flores

Berita

Kebutuhan SDM di Sektor EBT Sekarang Ini Sangat Besar

Berita

Supreme Energy Kembangkan PLTP Rantau Dedap 8,2 Triliun

Berita

Sekilas tentang Muhammad Ali, Sofyan Basir dan PLN

Berita

Di Tangan Mahasiswa Pengembangan EBT Dipertaruhkan

Berita

PLTP Mandailing Natal Tahap I, Beroperasi Maret 2018 Ini

Berita

Pertamina Kejar Kapasitas Energi Bersih Panasbumi 1.112 MW Hingga Tahun 2026