Home / Berita

Rabu, 22 Mei 2019 - 15:50 WIB

Pengembangan Panasbumi Terkendala Harga Jual Listrik dari PLTP

Prijandaru Effendi

Prijandaru Effendi

Prijandaru Effendi (Foto: Dok. ESDM)

 

PABUMNews– Benarkah pembiayaan dari perbankan untuk pengembangan energi panasbumi sulit? Ketua Asoasiasi Panasbumi Indonesia (API), Prijandaru Effendi membantahnya.

Menurutnya, pembiayaan untuk pengembangan PLTP mudah didapatkan jika proyek tersebut memenuhi nilai keekonomian. Apalagi ada faktor pendukung lain yaitu pembangkit energi baru terbarukan (EBT) panasbumi dinilai menarik bagi para investor.

“Semahal apa pun, kalau keekonomiannya masuk tidak ada masalah,” ujar Prijandaru seperti dirilis katadata.co.id (14/5/2019).

Prijandaru yang juga Vice President Relations and Safety Health Environment Supreme Energy, mengatakan, kendala pengembangan pembangkit panasbumi adalah harga jual listrik dari PLTP yang di atas acuan harga PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca Juga  Pertamina di COP28 Dubai: Panasbumi Energi Terbarukan Paling Potensial untuk Mitigasi Perubahan Iklim

“Sehingga, sering mengalami ketidakcocokan antara harga listrik yang dijual oleh pengembang dengan harga beli PLN,” katanya.

Harga listrik dari panasbumi memang menjadi sorotan para pengembang. Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI), Hasanuddin, mengatakan, dari dua hal penting yang harus diselesaikan soal panasbumi sekarang ini, yakni kebijakan tarif yang tidak sesuai dengan kaidah keekonomian sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panasbumi, juga resiko sosial.

“Kedua hal ini telah berdampak nyata terhadap pemanfaatan energi terbarukan panasbumi bagi kepentingan energi listrik nasional. Jika tidak segera diselesaikan, maka pemerintah jangan berharap dapat memanfaatkan energi terbarukan sebagai energi alternatif masa depan menggantikan ketergantungan terhadap energi fosil yang tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga berisiko ketidakpastian,” katanya, Selasa (21/5/2019).

Baca Juga  Dirjen EBTKE Rida Mulyana Optimis Target Kapasitas Panasbumi Tercapai

Bahkan Hasanuddin menuding kebijakan tarif yang sekarang diberlakukan adalah skema terselubung untuk mematikan sektor panasbumi dalam kaitan kepentingan pembangkit listrik nasional.

Bagaimana solusinya? Prijandaru memandang campur tangan dari pemerintah sangat dibutuhkan. Misalnya, dengan memberikan insentif, sehingga tarif listrik yang dijual pengembang ke PLN tidak terlalu mahal dan bisa diterima oleh PLN. (es)

Berita ini 49 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Wisata Air Panas Bumi Sipatn Lotup di Kalbar Jadi Lokasi Pelaksanaan Program BISA Kemenparekaf

Berita

Inilah Dampak Positif Pemanfataan Panas Bumi bagi Kabupaten Garut Jawa Barat

Berita

ADPPI: “Permen ESDM 50 Tahun 2017 Perlu Direvisi”
Pembangkit Panas Bumi Pertama

Berita

Pembangkit Panas Bumi Pertama Di Seluruh Dunia

Berita

Geo Dipa Energi Kejar Target Kapasitas PLTP 1000 MW

Berita

Archandra Dorong Perbankan Investasi dalam Pengembangan EBT

Berita

Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar: Generasi Muda Harus Ciptakan Teknologi agar Listrik Panasbumi Murah
Potensi Panas Bumi Halbar

Berita

Pesona Panas Bumi Halbar, Berpotensi Menjadi Wisata Geopark Panas Bumi