Home / Berita

Jumat, 11 Desember 2020 - 14:30 WIB

Per Desember 2020 Kapasitas Panas Bumi Indonesia 2.130,7 MW Disumbang 14 WKP, Berikut Rinciannya

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Dieng di Jawa Tengah. (*)

PABUMNews – Indonesia memiliki 40 persen cadangan panas bumi dunia. Dari data yang telah diperbarui, Indonesia memiliki potensi sumber daya panas bumi sebesar 23,9 GW. Namun pemanfaatannya baru sebesar 2.130,7 MW saja, atau sekitar 8 persen dari potensi yang dimiliki.

Kapasitas terpasang 2.130,7 MW tersebut bersumber dari 14 WKP yang telah beroperasi. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, berikut 14 WKP tersebut:

Sumber: Kementerian ESDM.

Sementara itu, potensi sumber daya panas bumi sebesar 23,9 GW tersebut tersebar di 30 provinsi. Berikut sebaran potensi panas bumi di Indonesia:

Baca Juga  Presiden Tidak Perlu Turun Tangan di Sengketa PLTP Dieng-Patuha

Lepas dari berbagai kendala yang ada, pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi memiliki banyak keunggulan, di antaranya:

  1. Tidak tergantung kepada bahan bakar fosil, cuaca, dan musim. Hal ini membuat harga listrik panas bumi cenderung stabil, tidak terpengaruh harga komoditas perdagangan dunia.
  2. Energi panas bumi bersifat ramah lingkungan. Menurut data IEA (2018) emisi CO2 PLTP sekitar 75 gram/kWh, emisiCO 2PLTD = 772 gram/kWh, emisiCO 2PLTU 955 gram/kWh).
  3. Penggunaan lahan yang jauh lebih kecil, yaitu 0,6 – 1,1 hektar 1/MW (1:4 dengan dengan PLTB dan 1:9 PLTB dan 1:9 dengan PLTS)
  4. Pembangkit panas bumi dapat dapat dioperasikan sampai 95% dari kapasitas terpasang dengan waktu operasi yang dapat mencapai lebih dari 30 tahun sehingga efektif dalam mencapai target Bauran Energi Nasional dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca.
  5. Proyek PLTP dapat beroperasi sejalan dengan kegiatan konservasi lingkungan. Sebagai contoh PLTP Salak di Taman Nasional Gn. Salak dan Pusat Konservasi Elang di lokasi PLTP Kamojang.
  6. Dapat dilakukan pemanfaatan langsung dalam bidang pertanian, agribisnis, industri kecil menengah, dan pariwisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan masyarakat sekitar. (es)
Berita ini 1,281 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Presiden Jokowi Sebut Tiga Tantangan Besar Dalam Transisi Energi

Berita

Bupati Bandung Dadang M Naser Dukung Pembangunan PLTP Patuha Unit 2

Berita

Pengembang Panas Bumi Gunung Slamet PT SAE Hibahkan Infrastruktur Senilai Rp 11 Miliar

Berita

RUPTL 2018-2027: Batu Bara Masih Dominan, Panasbumi Tetap Prioritas

Berita

Indonesia Siap Berpartisipasi pada ASEAN Renewable Energy Project Award 2018

Berita

Dirut Geo Dipa: PLTP Patuha I Asset Negara, Tak Mungkin Diserahkan ke BGE

Berita

Peduli Kelestarian Satwa, PGE Area Lahendong Dukung Rehabilitasi Monyet Yaki di Tomohon

Berita

Wae Sano, Lapangan Panasbumi Pertama yang Memperoleh Kucuran Geothermal Fund