Home / Berita

Kamis, 20 September 2018 - 11:17 WIB

Perbesar TKDN, Ormat dan Kaishan Diharapkan Bangun Pabrik Turbin PLTP

PABUMNews – Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) hingga sekarang masih rendah, yakni masih di bawah 40 persen.

Terkait hal itu, Direktur PT. Geo Dipa Eenergi (GDE), Riki F. Ibrahim berharap, pihak investor asal Amerika Serikat, Ormat, dan investor asal China, Kaishan, membangun pabrik komponen PLTP di Indonesia, terutama turbin.

“Kami ada nota kesepahaman dengan Ormat dan Kaishan. Saya bilang ke mereka supaya kerja sama dengan kami, tapi tolong bikin pabrik (turbin) di Indonesia. Kalau mereka bisa bangun di Indonesia, itu kan bisa dorong TKDN,” kata Direktur Utama Geo Dipa Riki Firmandha Ibrahim di Jakarta, seperti dirilis Antara, Jumat tanggal 14 September 2018 lalu

Baca Juga  Wae Sano, Lapangan Panasbumi Pertama yang Memperoleh Kucuran Geothermal Fund

Menurut Riki, kedua perusahaan itu kini tengah memastikan kapasitas sumber energi panasbumi di Indonesia yang bisa dimanfaatkan dengan teknologi mereka.

“Sekarang masih negosiasi karena mereka mau memastikan kapasitasnya,” tuturnya.

Dijelaskan Riki, sekarang ini komponen untuk membangun proyek PLTP sebagian besar masih impor, termasuk turbin. Oleh karena itu, jika ada perusahaan yang mau mendirikan pabrik untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia, maka nilai impor bisa dikurangi.

Ormat asal AS adalah perusahaan yang masuk dalam konsorsium Sarula Operators Ltd (SOL) bersama PT Medco Power Indonesia, Itochu Corporation dan Kyushu Electric Power Co, Inc. Teknologi biner milik Ormat yang dipakai di PLTP tersebut diklaim menghasilkan efisiensi tinggi karena menginjeksikan kembali 100 persen dari uap panas bumi yang sudah terpakai.

Baca Juga  EDC Segera Garap WKP Graho Nyabu Jambi

Sementara itu, Zhejiang Kaishan Compressor Co., Ltd (Kaishan) asal China masuk dalam proyek listrik panas bumi di PLTP Sorik Marapi, Sumatera Utara, yang dikembangkan dan dioperatori KS Orka Renewables Pte Ltd Singapura.

Beberapa lembaga di Indonesia pun masih terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendukung proyek PLTP. BPPT di antaranya telah berhasil mengembangkan PLTP skala kecil sebesar 3 MW yang diterapkan oleh Pertamina Geothermal Energi Kamojang. Komponen PLTP ini sebagian besar merupakan hasil rancang bangun anak-anak negeri. Sejumlah pihak pun terus mendorong upaya lembaga tersebut sehingga teknologi panasbumi yang dimilikinya bisa digunakan untuk pembangkit berskala besar. (es)

Berita ini 135 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Sosialisasi PLTP Gunung Talang Solok Perlu Libatkan Akademisi

Berita

Menteri ESDM Optimis, 5 Tahun ke Depan Flores Miliki PLTP

Berita

Mengenal Potensi Panas Bumi Kota Pelajar Yogyakarta

Berita

Hasil Diskusi LKB Fisip Unsoed, PT SAE Diminta Transparan

Berita

Panasbumi Sibayak Dongkrak Perkembangan Wisata Berastagi

Berita

Teknologi Hijau, Kunci Pembangunan Keberlanjutan

Berita

Kementerian ESDM Kembali Cabut 4 Regulasi tentang Panasbumi

Berita

BPPT Kaji PLTP Skala Kecil untuk Daerah Terpencil