Home / Berita

Selasa, 22 Agustus 2017 - 08:16 WIB

Pergantian Operator PLTP Darajat-Salak (Bagian 2)

PABUMNews-Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri ESDM, Menteri Keuangan dan Menteri BUMN Nomor. 14 Tahun 2013, Nomor. 33/PMK.06/2013 dan Nomor. PER-01/MBU/2013 tentang Status Kepemilikan Aset Panasbumi Yang Berasal dari Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract), disebutkan;

Aset panasbumi yang berasal dari Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract) terdiri dari 2 (dua) kategori yaitu: aset hulu yang terdiri atas peralatan dan fasilitas pendukungnya untuk‘ memproduksikan dan menyalurkan energi panasbumi ke unit pembangkit, termasuk tidak terbatas sumur produksi, sumur injeksi, sistem pemipaan, separator, jalan dan bangunan. Dan aset hilir, yang terdiri atas peralatan dan fasilitas pendukungnya yang dipakai untuk mengkonversi energi panasbumi menjadi listrik.

Aset hulu dan aset hilir panasbumi meliputi aset yang telah ada (existing asset) dan aset yang akan ada (future asset) yang diatur dalam kontrak yang telah ditandatangani oleh Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (PERTAMINA) dalam Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract) termasuk amandemennya.

Baca Juga  Pemandian Air Panas Terbaik Dunia (Seri 1)

Aset tersebut merupakan aset milik PT Pertamina (Persero) dan dibukukan sebagai penyertaan modal negara, yang belum tercatat pada saat penetapan neraca pembukaan PT Pertamina (Persero), kecuali ditentukan lain di dalam Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract) yang proyeknya telah berlangsung.

PT. Pertamina (Persero) mengalihkan status kepemilikan aset kepada anak perusahaan yang dibentuk untuk melaksanakan pengusahaan panasbumi.

Maka, berdasarkan peraturan tersebut, Pertamina sebagai Pemegang Kuasa Pengusahaan, atau Pemegang Wilayah Kuasa Pengusahaan (WKP) Eksplorasi dan Eksploitasi, dan Penanggung jawab Manajemen, sementara CGS. Ltd dan CGI. Ltd sebagai operator yang mempunyai hak mengelola lapang panasbumi dengan mendapatkan bagian dari hasil penjualan energi/listrik (Skema Bagi Hasil)

Baca Juga  Prijandaru Effendi, antara Government Drilling dan Keterlibatan Swasta

Berikut KOB/JOC PLTP. G. Salak (PERTAMINA-CGS. Ltd); Original Joint Operation Contract, 11 Februari 1982, Amanded, 19 November 1986, Amanded, 26 Desember 1988, Amanded and Restated, 16 November 1994, dan Amandment No. 1 to Amanded and Restated, 22 Juli 2002 (30 November 2040)

PLTP Darajat (PERTAMINA-CGI. Ltd), Original Joint Operation Contract, 16 November 1984, Amanded and Restated, 15 Januari 1996, Amandement No. 1 to Amanded and Restated, 7 Februari 2003 (16 November 2041). (Harry)

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

BPPT Fokus Kembangkan Pembangkit Listrik Panasbumi Skala Kecil

Berita

LIPI: Sektor Energi Indonesia Masih Terjebak pada Sumber Karbon Intensitas Tinggi

Berita

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto Jadi Guru Besar Manajemen Kebijakan Panasbumi

Berita

Lima WKP Panasbumi Siap Dilelang dengan Skema “Sliding Scale”

Berita

Pemerintah Siap Lelang 5 WKP, PLN Diharuskan Susun PTA

Berita

Inilah Permasalahan dan Resiko Pengembangan Panas Bumi di Indonesia

Berita

Bank Dunia Setuju Gelontorkan 150 Juta USD untuk Pengembangan Panasbumi Indonesia

Berita

API: Kebijakan Tariff ”Feed-in Tariff” Listrik Panasbumi