Home / Berita

Selasa, 5 Desember 2023 - 11:36 WIB

Pertamina di COP28 Dubai: Panasbumi Energi Terbarukan Paling Potensial untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Julfi Hadi menjadi pembicara dalam sesi talkshow “Collective Actions in Decarbonization to Support the Achievement of NDC and Net Zero Emission Target” di Paviliun Indonesia pada Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu, 3 Desember  2023 waktu setempat

Julfi Hadi menjadi pembicara dalam sesi talkshow “Collective Actions in Decarbonization to Support the Achievement of NDC and Net Zero Emission Target” di Paviliun Indonesia pada Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu, 3 Desember 2023 waktu setempat

PABUMNews – PT Pertamina (Persero) konsisten mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan dalam upaya memitigasi perubahan iklim.

Pihak Pertamina menyampaikan, energi terbarukan yang paling potensial dikembangkan di Indonesia adalah panasbumi yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Julfi Hadi saat menjadi pembicara dalam sesi talkshow “Collective Actions in Decarbonization to Support the Achievement of NDC and Net Zero Emission Target” di Paviliun Indonesia pada perhelatan Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu, 3 Desember 2023 waktu setempat.

Julfi menungkapkan, panasbumi berkembang menjadi energi terbarukan yang paling potensial untuk mengurangi karbonisasi sektor industri di Indonesia.

Selain itu, menciptakan peluang berkelanjutan dalam transformasi menuju pemanfaatan sumber daya energi yang ramah lingkungan.

“Ini dikarenakan panasbumi memiliki ketersediaan terbaik di antara energi terbarukan lainnya serta dapat dikontrol, selain itu dengan potensinya yang sangat besar di Indonesia, panasbumi mampu menjadi baseload hijau untuk sektor industri, sebagai sumber energi terbarukan strategis yang utama,” ujar Julfi.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia Special Envoy for The Global Blended Finance Alliance (GBFA) Mari Elka Pangestu mengungkapkan potensi panasbumi Indonesia yang sangat besar menjadi faktor krusial dalam mengupayakan dekarbonisasi terhadap sektor pembangkit listrik dan industri nasional.

Baca Juga  Holding Panas Bumi Batu Loncatan Energi Bersih Nasional

“Tentunya kolaborasi dan investasi terutama dari sektor swasta diperlukan dalam mendorong percepatan dekarbonisasi di berbagai sektor. Maka disinilah mekanisme blended finance perlu diimplementasikan,” ujar Mari.

Berdasarkan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2021-2030 dan dokumen hijau Pertamina Geothermal Energy, secara keseluruhan industri panasbumi Indonesia diperkirakan akan berkontribusi hingga 16 persen dari total target dekarbonisasi nasional di tahun 2030.

“Jika pertumbuhan Pertamina Geothermal Energy mengikuti rencana skenario agresif, Pertamina Geothermal Energy sendiri akan berkontribusi terhadap 5 persen pengurangan karbon nasional pada tahun 2030 serta berkontribusi 89 juta ton penghindaran CO2 selama 10 tahun kedepan,” kata Julfi.

Selain itu Perseroan juga memiliki inisiatif beyond geothermal untuk mendorong upaya dekarbonisasi.

“Strategi yang kami jalankan diantaranya dengan menjajaki bisnis rendah karbon, yaitu green hydrogen dan green methanol serta mempromosikan sistem kredit karbon di Indonesia yang sedang berkembang dengan memasok kredit karbon ke agregator utama Pertamina Geothermal Energy, yaitu Pertamina New Renewable Energy (PNRE),” ungkap Julfi.

Terkait dengan upaya memperluas dampak Perseroan terhadap perjalanan dekarbonisasi di Indonesia, Julfi mengungkapkan, saat ini Pertamina Geothermal Energy sedang mengembangkan produk sekunder (secondary product) panasbumi.

Baca Juga  Ciater, Air Panas Bumi dan Pandemi

“Beberapa produk sekunder yang sedang dikembangkan oleh Pertamina Geothermal Energy diantaranya green methanol, green hydrogen, dan ekstraksi silika,” jelas Julfi.

Joint Statement

Selain itu, pada perhelatan COP ke-28 ini juga dilaksanakan joint statement kemitraan lapangan panas bumi Suswa, Kenya antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) (IDX: PGEO), Geothermal Development Company (GDC), dan salah satu pemegang saham PGE, Masdar.

Joint statement ini diumumkan oleh Presiden Republik Kenya H.E. William Ruto pada Sabtu (2/12) waktu setempat.

Adapun tujuan dari joint statement ini adalah untuk mengakselerasi pengembangan lapangan panasbumi Suswa.

“Kemitraan yang memiliki nilai investasi USD 1,2 miliar ini ditujukan untuk pengembangan 300 MW tenaga panasbumi pada tahun 2030. Infrastruktur awal proyek ini pun akan segera dimulai,” ujar H.E. William Ruto

Lebih lanjut, PGE juga aktif menjalin kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mengakselerasi pengembangan panasbumi.

“Hal ini dilakukan dengan menjajaki pengaturan baru guna memasok listrik ramah lingkungan kepada pelanggan yang dapat membuat listrik panasbumi lebih mudah diakses, optimalisasi teknologi, serta kerja sama dengan lembaga keuangan yang berfokus pada ESG yang mampu membiayai/membiayai kembali proyek-proyek baru panas bumi,” tutup Julfi.***

Sumber: pertamina.com

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Bos Besar Star Energy Geothermal Prajogo Pangestu Orang Terkaya di Indonesia 2023 Versi Forbes

Berita

Di Tangan Mahasiswa Pengembangan EBT Dipertaruhkan

Berita

RUU EBT Masuk Prolegnas 2020, Inilah Draftnya.

Berita

Optimalisasi Panasbumi akan Dorong Kedaulatan Energi

Berita

Porsi EBT dalam Bauran Energi Pembangkit Listrik Melebihi Target

Berita

Di Tepi Cimandiri, Pemandian Air Panasbumi Cikundul Tak Pernah Sepi

Berita

Pemahaman Masyarakat Tentang Pengembangan Panasbumi, Perlu Terus Dibangun

Berita

Star Energy Targetkan Jadi Perusahaan Panasbumi Terbesar di Dunia