Home / Berita

Senin, 9 Desember 2019 - 13:51 WIB

Pertamina Kejar Kapasitas Energi Bersih Panasbumi 1.112 MW Hingga Tahun 2026

PABUMNews – Untuk mendukung program kemandirian energi di bidang kelistrikan, PT Pertamina (Persero) akan terus menggenjot pengupayaan dan pemanfaatan energi bersih panasbumi. Lima tahun ke depan, tepatnya tahun 2026, perusahaan plat merah dengan anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) ini, menargetkan kapasitas panasbumi dua kali lipat dari sekarang atau sebesar 1.112 MW.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu mengungkapkan, untuk mengejar target tersebut, Pertamina siap mengucurkan investasi sebesar 2,68 dollar AS miliar atau sekitar Rp38 triliun sampai 2026.

“Sebagai BUMN, Pertamina memiliki peran strategis untuk keberlangsungan suplai energi nasional. Selain terus berupaya menjamin ketersediaan energi baik dari sumber minyak dan gas bumi, juga pengembangan sumber energi baru terbarukan seperti panasbumi,” ujar Dharmawan pertengahan November 2019 lalu dalam siaran persnya.

Baca Juga  Pembangunan PLTP Rantau Dedap Capai 73,07 Prosen

Menurut Dharmawan, total kapasitas terpasang panasbumi yang dikelola PGE saat ini sebesar 672 MW. Dengan kapasitas sebesar itu, PGE bisa menerangi sebanyak 1.344.000 rumah dan menghemat cadangan devisa migas sekitar 31.785 BOEPD.

“Selain itu, pengurangan emisi sebesar 3,4 ton CO2 per tahun,” tambahnya.

Dharmawan menjelaskan, panasbumi memiliki banyak keunggulan, yakni tidak menyebabkan pencemaran, tidak menghasilkan emisi karbon, dan tidak menghasilkan gas cairan atau material beracun.

Baca Juga  Ketum ADPPI: RUU EBT Belum Memadai Atur Panasbumi

“Uap air bertekanan tinggi yang dihasilkan dari eksploitasi panas bumi menjadi sumber energi untuk menggerakkan turbin penghasil tenaga listrik dan tidak menyebabkan pencemaran,” ujarnya.

Pengelolaan panasbumi juga, menurut Dharmawan memberikan dampak positif lainnya. Di antaranya, infrastruktur di wilayah pengembangan ikut dibangun, lingkungan hidup ikut terpelihara, masyarakat di wilayah operasi diberdayakan.

“Kemudian dari sisi produksi, pengembangan panasbumi memberikan kontribusi kepada penerimaan negara dan juga berkontribusi langsung kepada penerimaan daerah melalui pemberian bonus produksi yang ditransfer langsung ke kas daerah,” bebernya. (es)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

ADPPI Sarankan Pemda Gunakan DBH dan Bonus Produksi untuk Penanganan Covid-19 di Area Panas Bumi

Berita

Di Mata Habibie, Panasbumi Harus Menjadi Pilihan

Berita

Pengembang Panas Bumi Gunung Slamet PT SAE Hibahkan Infrastruktur Senilai Rp 11 Miliar

Berita

Pemprov Sumbar Dukung Proyek PLTP Gunung Talang

Berita

PGE Karaha Realisasikan Biaya “Community Development” Rp 830 Juta

Berita

Pemerintah Targetkan Lima PLTP Berkapasitas 196 MW COD Tahun 2021, Berikut Rinciannya

Berita

WKP Gunung Talang Mulai Dibor Tahun 2018
Dirut Pertamina Wacanakan Kembali Cost Recovery

Berita

Dirut Pertamina Wacanakan Kembali Cost Recovery, Ini Tanggapan ADPPI