Home / Berita

Senin, 29 Januari 2018 - 07:22 WIB

Perusahaan Italia Eksplorasi Panasbumi Way Ratai Lampung

Ilustrasi: PLTP Ulubelu Uni3,4

Ilustrasi: PLTP Ulubelu Uni3,4

PABUMNews-Enel Green Power, perusahaan panasbumi asal Italia yang pengelola PLTP Larderello, di Provinsi Pisa, tengah melalukan kegiatan eksplorasi di WKP Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

CEO Enel, Francesco Starace, mengatakan, proyek Way Ratai merupakan proyek pertama di Indonesia. Proyek ini digarap Enel bekerjasama dengan peusahaan panasbumi Indonesia, PT. Optima Nusantara Energy. Rencananya, kapasitas yang akan dikembangkan adalah 55 MW.

“Ini akan berkontribusi pada transformasi bauran energi nasional (Indonesia),” ujar Francesco Starace seperti dikutip thinkgeoenergy, Selasa (23/1/2018).

Enel merupakan perusahaan multinasional Italia. PLTP Larderello di Italia yang dioperasikannya, merupakan PLTP tertua dan pertama di dunia. Enel pun mengoperasikan PLTP di Chile dan Amerika Serikat.

Baca Juga  Tuntaskan PLTP Muara Laboh, Rekind Torehkan Prestasi 6 Juta Jam Kerja Aman Tanpa Kecelakaan

Pihak Enel yakin, pengusahaan Ray Watai akan memberikan dampak pada pemerataan akses listrik masyarakat Indonesia sehingga akan mendongkrak rasio elektrifikasi Indonesia.

Eksplorasi Wai Ratai akan selesai tahun 2022. Perkiraan energi yang dihasilkan sekitar 430 GWh per tahun.

Konsorsium Enel Green Pomwer dengan PT Optima Nusantara Energy memenangkan WKP Way ratai pada 2016 lalu setelah bersaing dengan PT. Pertamina (Persero).

Dalam proses lelang, Konsorsium Enel-Optima memberikan tawaran yang sama dengan Pertamina yakni US$ 13 sen per kilowatt hour (kWh). Namun lantaran Optima merupakan pelaksana survei pendahulu, perusahaan tersebut mendapat right to match atau hak untuk menyamai tawaran Pertamina sehingga konsorsium Optima-Enel berhak menjadi pemenang.

Baca Juga  Terbawa Hujan, Lumpur 'Cut And Fill'¬† PLTP Baturaden¬† Kotori Sungai Prukut

Wilayah kerja Way Ratai memiliki cadangan terduga sebesar 105 MW. Namun, kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP) di blok ini hanya direncanakan sebesar 55 MW dengan target operasi pada 2022. Harga patokan tertinggi untuk listrik yang dihasilkan ditawarkan sebesar US$ 14,6 sen per kilowatt hour (kWh). Sementara nilai jaminan lelang proyek ini ditetapkan Rp 1,5 miliar. (es)

Berita ini 1,205 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Perusahaan Panas Bumi PT SOL Fasilitasi Paket B dan C Gratis Bagi Warga

Berita

Menteri ESDM, “Jangan Tanya Surat, Saya Belum Baca”

Berita

Presiden Jokowi Sebut Tiga Tantangan Besar Dalam Transisi Energi

Berita

ITB Kembali Menerima Mahasiswa Baru Program Magister Teknik Panas Bumi

Berita

Kementerian ESDM Abadikan Subroto dalam Penghargaan Pejuang Energi

Berita

Menteri LHK Siti Nurbaya: “Panasbumi Harus Dimanfaatkan Sebagai Energi Terbarukan”
Jepang Memperluas Eksplorasi Panas Bumi

Berita

Jepang Memperluas Eksplorasi Panas Bumi

Berita

Ratusan Ribu Barel Minyak Tetap Harus Dibakar Jika Target Panasbumi Tak Tercapai