Home / Berita

Kamis, 3 Mei 2018 - 12:28 WIB

PGE Masih Jual Listrik di Bawah Harga Keekonomian

PABUMNews-Harga jual listrik dari dua PLTP yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energi (PGE), yakni PLTP Lumut Balai, Muara Enim, Sumatera Selatan, dan PLTP Karaha, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ternyata masih di bawah harga keekonomian.

Untuk Lumut Balai, pada tahap awal PJBL (perjanjian jual beli listrik) antara PGE dan PLN disepakati sebesar US$ 7,53 sen per KWh. Kemudian sesuai HoA (Head of Agreement) harga listrik dari Lumut Balai sebesar US$ 11,6 sen per KWh.

“Namun harga yang sudah disetujui BPKP (HoA) ini diminta PLN dikaji ulang karena dianggap terlalu tinggi,” jelas Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Khairul Rozaq, akhir Maret 2018 lalu.

Padahal menurut Rozaq, harga yang sesuai dengan HoA dan verifikasi BPKP tersebut sudah mempertimbangkan berbagai macam faktor dan sesuai dengan harga keekonomian proyek.

Baca Juga  Panasbumi Sibayak, Anugerahi Sidebuk-debuk dengan Air Panas Alami

Ditambahkannya, HoA sebenarnya sudah disepakati dan ditandatangani sejak 2014 lalu dan sekarang keputusan ada di PLN sebelum kemudian mengajukan harga resmi kepada Menteri ESDM.

“Nanti ada lagi surat dari PLN ke Kementerian ESDM minta persetujuan harga. HoA 2014 (ditandatangani) verifikasi setahun, sekarang PLN menolak, balik lagi suruh hitung ulang,” kata Rozaq seperti dirilis dunia-energi.com

Sementara itu, harga jual dari PLTP Karaha yang mengalir sejak 6 April 2018 lalu, sebesar US$ 8,6 sen per KWh. Harga itu tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL). Kemudian menurut tim verifikator bersama dengan PLN, harga listrik yang sesuai keekonomian menjadi US$ 11,4 sen per KWh.

Baca Juga  Terkait Baturraden, Gubernur Jateng Sarankan Aktivis Lingkungan Diajak Bicara

Pelaksana Tugas Direktur Utama PGE, Ali Mundakir, mengatakan, harga 11,4 sen itu sesuai pula dengan hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Namun, lanjutnya, selain saat ini PGE Area Karaha masih menjual listrik dengan harga US$ 8,6 sen per Kwh, PLN juga mengusulkan peninjauan ulang harga keekonomian sebesar US$ 11,4 yang sudah dituangkan dalam HoA tersebut.

Untuk masalah tersebut, Ali yakin pemerintah akan memberikan solusi. Pihaknya pun tetao berkomitmen melaksanakan tugas mengembangkan listrik panasbumi meskipun dari sisi harga jual di bawah harga keekonomian.

“Yang penting kami salurkan dulu listriknya,” kata Ali. (es)

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Pro Kontra PLTP Baturaden

Berita

Pergantian Operator PLTP Darajat-Salak (Bagian 2)

Berita

Panas Bumi Ditarik Pusat, Daerah Dapat Apa? Simak IndoEBT Weekend Talks Besok Mulai Pukul 19.00 WIB

Berita

Bupati Solok, “Proyek Panasbumi Gunung Talang akan Berdampak Positif”

Berita

Rilis ADPPI Terkait Holding Panas Bumi dan IPO

Berita

Tarif Listrik, Kendala Sosial dan Isu Lingkungan Menghambat Pengembangan Panasbumi

Berita

PT PII Dukung Geo Dipa Bangun PLTP Dieng dan Patuha Unit II

Berita

Potensi “Energi Hijau” di Kalimantan Timur