Home / Berita / Nasional

Selasa, 14 September 2021 - 09:02 WIB

PLN Gagal Garap Kepahiang, 4 Tahun Rakyat Menanti

Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid, dalam acara penyerahan Beasiswa PIP Aspirasi

Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid, dalam acara penyerahan Beasiswa PIP Aspirasi

PABUMNews – PLN (Persero) rencananya akan garap potensi panas bumi Kepahiang. Pengelola lapangan ini adalah PT PLN G&G, anak usaha PLN bidang panas bumi. Anak perusahaan tersebut mendapatkan kewenangan untuk mengelola 8 lapangan panas bumi termasuk Wilayah Kerja Panas Bumi Kepahiang.

Wilayah kerja panas bumi Kepahiang sejak dari awal sudah banyak menarik minat investor. Tahun 2018 Kementerian ESDM kepada menyerahkan hak pengelolaan lapangan ini kepada PLN melalui mekanisme penunjukan langsung BUMN.

Sayangnya sampai saat ini PLN belum mampu garap panas bumi Kepahiang. Sudah 4 tahun masyarakat Kepahiang menunggu realisasi proyek ini dari PLN.

Dalam acara penyerahan Beasiswa PIP Aspirasi, Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid menyampaikan bahwa benar sudah empat tahun pemerintah daerah menunggu langkah PLN G&G menggarap potensi panas bumi tersebut.

Baca Juga  ADPPI Apresiasi Perubahan Draft UU Cipta Kerja Bidang Panas Bumi

“Kepahiang ini tidak punya tambang besar, tidak punya minyak bumi, gas alam. Kita ada panas bumi di Bukit Hitam, tapi sudah empat tahun sejak PLN janji mau garap, tapi saya tunggu-tunggu, sudah empat tahun ini, nggak juga digarap. Kayaknya memang PLN nggak punya duit. Malah kabarnya rugi terus,” ucap Hidayat.

PLN G&G

PLN G&G saat ini memerlukan suntikan dana sebesar USD 1 Milyar atau setara 14,2 Triliun Rupiah untuk membiayai 8 proyek panas buminya. Wacana investasi ini sudah beredar sejak PLN mendapatkan penugasan langsung lapangan panas bumi dari Kementerian ESDM pada tahhun 2018.

Direktur PLN G&G Yudistian Yunis saat itu menyatakan bahwa, PLN akan bekerja sama dengan beberapa Investor dengan skema 70% – 80% dan 20% – 30%. Namun sampai saat ini PLN G&G belum mampu merealisasikan rencana pengembangan tersebut.

Baca Juga  Pemerintah Hapus Skema BOOT dalam Penyediaan Listrik EBT

Kedelapan lapangan tersebut adalah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang di Bengkulu berkapasitas 110 MW, WKP Gunung Sirung di NTT berkapasitas 5 MW.

Kemudian, WKP Songa Wayaua di Maluku Utara berkapasitas 10 MW, Atedei di NTT berkapasitas 5 MW, WKP Oka Ile Ange di Pulau Flores berkapasitas 10 MW, WKP Gunung Ungaran di Jawa Tengah berkapasitas 55 MW. Serta WKP Danau Ranau di Lampung berkapasitas 40 MW dan WKP Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat berkapasitas 55 MW.

Berita ini 59 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Lelang WKP Galunggung Diperpanjang

Berita

Sabang, Perkuat Wisata Bahari dengan Wisata Panas Bumi

Berita

Surat Menkeu Sri Mulyani terkait PLN, Bocor ke Publik

Berita

Wamen ESDM Arcandra Tahar: Energi Fosil akan Terus Dikurangi

Berita

Meriahkan HUT Kabupaten Madina, Lapangan Panasbumi Sorik Merapi Jadi Medan Pendakian

Berita

Ini Penjelasan Dirjen EBTKE Soal Pemberitaan Proyek Mangkrak

Berita

Harga Listrik Panas Bumi Mahal, Pemerintah Rancang Penggantian ke PLN

Berita

Sengketa Geo Dipa- Bumi Gas, Agar Negara Tak Kehilangan Triliunan, ADPPI Sarankan Menteri ESDM Turun Tangan