Home / Berita

Rabu, 9 Mei 2018 - 11:35 WIB

PLN Kembali Ditawari Garap Lima WKP Panasbumi

PABUMNews-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali ditawari menggarap lima wilayah kerja panasbumi (WKP) lewat skema penugasan.

“Kelima WKP tersebut tersebar di sejumlah pulau di Indonesia,” kata Direktur Panasbumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, di Jakarta Selasa (8/5/2018).

Ida menambahkan, kelima WKP itu adalah Lainea sebesar 20 MegaWatt (MW) di Sulawesi Utara, Wapsalit sebesar 5 MW di Maluku, WKP Sembalun 20 MW di Nusa Tenggara Barat (NTB), WKP Sumani 20 MW di Sumatera Barat dan WKP Gunung Endut 40 MW di Banten.

Menurut Ida, jika PLN hanya mengambil beberapa WKP dari kelima WKP yang ditawarkan, maka pemerintah akan menawarkan sisanya kepada badan usaha lain dengan cara lelang. Namuns sebelum menawarkan dengan lelang kepada badan usaha lain, Kementreian ESDM menawarkannya terlebih dahulu kepada PLN lewat skema penugasan.

Baca Juga  Optimalisasi Panasbumi akan Dorong Kedaulatan Energi

“Kami tengah menyiapkan peraturan untuk payung hukum lelang wilayah kerja. Dalam waktu dekat akan segera terbit,” ujar Ida.

Dengan lima WKP tersebut, maka PLN telah ditawari 8 WKP dalam tahun 2018 ini. Awal tahun 2018 lalu, PLN juga ditawari tiga WKP yakni Danau Ranau sebesar 110 MW di Lampung, Oga Ili Ange di NTB sebesar 110 MW, dan Gunung Sirung sebesar 5 MW di NTB. Dan ketiganya hingga kini masih dalam taraf evaluasi.

Baca Juga  Langkah Strategis PGE Menuju World Class Green Energy Company

Menggenjot pengusahaan panasbumi untuk energi listrik kini memang menjadi fokus perhatian PLN. seperti diketahui, tahun 2018 ini pun PLN membentuk anak usaha PLN Gas dan Geothermal.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati mengatakan, penugasan langsung merupakan mekanisme yang normal dan sudah dilakukan sebelumnya.

Dengan penugasan langsung, PLN nantinya memegang konsesi pengelolaan WKP dari eksplorasi hingga penyalurannya. Melalui cara ini, perusahaan yakin bisa mengefisienkan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik, sehingga tarif setrum yang diterima masyarakat menjadi lebih murah. (es)

Berita ini 146 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Wae Sano

Berita

Panas Bumi Wae Sano, Wakil Bupati Temui Mahasiswa

Berita

PLN Butuh Banyak SDM Panasbumi

Berita

Air Panas Candi Umbul, Tempat Mandi Bangsawan di Zaman Raja Syailendra

Berita

Peneliti Greenpeace Indonesia Sebut Kebijakan Pemerintah Tidak Pro Energi Terbarukan

Berita

Lima Tahun Terakhir Realisasi PNBP Panas Bumi Selalu Lampaui Target

Berita

Di Air Panas Penindaian Lahat, Ribuan Butir Telur Matang dalam Hitungan Menit

Berita

Pembangunan PLTP Hululais 1 dan 2 Terkendala Aturan TKDN, Gubenur Rohidin Mersyah Siap Carikan Solusi

Berita

Hivos Siap Kembangkan Panasbumi Flores Tahun 2019