Home / Berita

Sabtu, 3 Februari 2018 - 13:09 WIB

PLTP Karaha Beroperasi Februari, 33 Ribu Rumah Tangga akan Terlistriki

Direktur Panasbumi Ida Nuryatin Finahari (tengah) di PLTP Karaha (foto: antara)

PABUMNews-Perjalanan panjang Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Karaha yang terletak di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya menuai hasil. PLTP yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energi (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut, siap beroperasi pada akhir Februari 2018 dan sebelumnya akan diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, pada tanggal 28 Februari.

Pembangkit berkapasitas 30 MW tersebut merupakan PLTP Unit 1 dari
sekian unit yang akan dikembangkan. Dengan kapasitas 30 MW, energi listrik dari PLTP Karaha Unit 1 diprediksi bisa melistriki 33.000 rumah tangga.

Direktur Panasbumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Ir. Ida Nuryatin Finahari saat mengunjungi PLTP Karaha, Jumat (2/2/2018) mengatakan, PLTP Karaha bagian dari proyek ketenagalistrikan 35.000 MW yang sudah ditetapkan dengan total investasi mencapai Rp 2,5 triliun.

Kunjungan Ida ke PLTP Karaha didampingi Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Khairul Rozaq.

“Peresmian tanggal 28 Februari oleh Presiden sekaligus menandai pembangkit ini Commercial Operation Date (COD),” tambahnya.

Ida menuturkan, produksi listrik Karaha akan meningkatkan kehandalan sistem transmisi Jawa-Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 227 GWh/tahun.

Baca Juga  Baru Sebulan, Permen ESDM No 42 Diubah Jadi Permen Nomor 48

Pejabat Kementerian ESDM yang baru baru sekitar satu bulan dilantik menggantikan Yunus Suaefulhak itu juga menjelaskan multiflier effeck PLTP Karaha. Menurutnya, pemanfaatan energi panasbumi Karaha akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 202.000 ton CO2/tahun. Proyek ini juga menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 2.700 orang yang terdiri dari tenaga kerja lokal sebesar 98,1 persen terutama dari Garut dan Tasikmalaya.

“Sementara tenaga asingnya hanya 1,9 persen,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ida, PLTP Karaha akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyetoran Bonus Produksi secara langsung ke Kas Umum Daerah. Pemanfaatannya diprioritaskan untuk masyarakat sekitar proyek.

Besaran Bonus produksi ini, jelas Ida, diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 23 Tahun 2017. Rencana besaran bonus produksi PLTP Karaha unit 1 pada tahun ini sebesar Rp 1,1 miliar yang akan didistribusikan kepada 5 kabupaten penghasil, yaitu Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, dan Ciamis. Pasalnya, secara administratif Karaha berada di 5 Kabupaten tersebut.

Seperti diketahui, pengusahaan panasbumi Karaha Bodas memiliki sejarah cukup panjang. Pengusahaan panasbumi di kawasan ini sebenarnya dimulai sejak tahun 1990-an. PT. Pertamina yang diberi kuasa oleh pemerintah dalam pengelolaan energi, pada saat itu menggandeng PT. Karaha Bodas Company (KBC) untuk melakukan berbagai pekerjaan terkait pengusahaan panasbumi dari kawasan Karaha Bodas.

Baca Juga  Proyek PLTP Baturraden Untuk Memenuhi Kebutuhan 220.000 Rumah Tangga

Namun akibat pembatalan terkait krisis moneter tahun 1998, KBC menggugat Indonesia ke Arbitrase Internasional. Pihak KBC yang sahamnya dipegang oleh empat perusahaan, yakni Caithness Energy LLC, FPL Group Inc., Japan Tomen Power, dan PT Sumarah Daya Sakti (mitra lokal), mengajukan klaim ganti rugi. Besarannya, US$ 93,1 juta untuk eksplorasi dan pembangunan proyek serta US$ 512,5 juta sebagai kompensasi atas rencana kehilangan keuntungan.

Indonesia pun kalah. Aset Pertamina di Bank of America dan Bank of New York dibekukan. Indonesia pun menghabiskan anggaran lebih dari 319 juta dolar AS ke KBC untuk klaim ganti rugi.

PGE kemudian mendapat penugasan dari pemerintah untuk melanjutkan proyek mangkrak yang sempat menguras uang negara ini. Tahun 2015 lalu, PGE menggandeng Konsorsium PT. Alstom Power Energy System Indonesia dan Alstom Power System SA dari Perancis untuk mengerjakan sejumlah infrastruktur PLTP. Dan kini, COD PLTP Karaha hanya tinggal menghitung hari. (es)

 

Berita ini 228 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Tekan Dampak Lingkungan, Ini Upaya GDE Eksplorasi WKP Arjuno Welirang dan Umbul Telomoyo

Berita

Selandia Baru Terus Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Berita

Menteri Perdagangan Selandia Baru David Parker Hadiri Acara Panas Bumi DIIGC 2020 di Jakarta, Ini Tujuannya

Berita

Inilah Sinergi Gereja dan Pemerintah Terkait Rencana Pemanfaatan Panas Bumi Wae Sano

Berita

Tahun 2019 Kapasitas Pembangkit EBT Bertambah 376 MW, Setengahnya Disumbang Panasbumi

Industri

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Berita

Gubernur Sumbar dan EBT
Pembangkit Panas Bumi Pertama

Berita

Pembangkit Panas Bumi Pertama Di Seluruh Dunia