Home / Berita

Selasa, 29 Oktober 2019 - 19:28 WIB

PLTP Lumut Balai 55 MW Beroperasi, Kapasitas Terpasang Panasbumi Indonesia Lebih 2000 MW

Dirjen EBTKE, Kementerian ESDM, FX Sutijastoto, berfoto bersama petinggi PGE di PLTP Lumut Balai, Sumatera Selatan. (Foto: Dok. Kementerian ESDM).

PABUMNews – Kapasitas terpasang panasbumi Indonesia kini melewati 2000 MW, tepatnya 2.003,5 MW, seiring beroperasinya Lumut Balai Unit I sebesar 55 MW pada awal September 2019.

Menurut Direktur Panasbumi, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, PLTP Lumut Balai resmi beroperasi 1 September 2019 dengan kapasitas 55 MW.

“Jadi total kapasitas PLTP terpasang saat ini 2003,5 MW,” kata Ida seperti dirilis Dunia Energi, Kamis (24/10/2019).

PLTP Lumut Balai yang dioperasikan Pertamina Geothermal Energi (PGE) mengalami pemunduran beberapa kali. Semula ditargetkan beroperasi pada bulan Juli, kemudian diundur menjadi Agustus. Akhirnya beroperasi atau COD September.

Baca Juga  Medco Power Indonesia dan SMI Tandatangani Kerjasama Pengembangan Panasbumi

Direktur Utama PGE, Ali Mundakir, mengatakan, pemunduran beroperasinya Lumut Balai akibat adanya permasalahan sosial yang tak bisa diprediksi.

“Kondisi sosial masyarakat tak bisa diprediksi,” katanya.

Sumber lain menyebutkan, selain permasalahan sosial, kondisi areal PLTP Lumut Balai yang berbukit-bukit cukup curam pun cukup menyulitkan pihak kontraktor dalam pemasangan instalasi dan pembangunan infrastruktur.

“Itulah sebabnya COD Lumut Balai mengalami beberapa kali pemunduran,” ungkap sumber tersebut.

Dengan beroperasinya PLTP Lumut Balai, maka kapasitas terpasang yang dikelola PGE secara mandiri bertambah dari 617 MW menjadi 672.

Baca Juga  Dukung Pemanfaatan Energi Bersih Panasbumi, Dua Kegiatan Ini Jadi Prioritas BPPT

Kapasitas sebesar itu bersumber dari dari PLTP Kamojang (235 MW), PLTP Ulubelu (220 MW), PLTP Lahendong (120 MW), PLTP Karaha (30 MW) dan PLTP Sibayak (12 MW) dan PLTP Lumut Balai unit I 55 MW.

Sementara dari PLTP yang dikelola melalui mekanisme Join Operation Contract (JOC) dengan pihak lain, sebesar 1.198 MW yang terdiri dari PLTP Salak (377 MW), PLTP Darajat (271 MW) dan PLTP Wayang Windu (220 MW), PLTP Sarulla (330 MW). (es)

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Wisata Air Panasbumi Tunggu Peraturan Pemanfaatan Langsung

Berita

Menteri Perdagangan Selandia Baru David Parker Hadiri Acara Panas Bumi DIIGC 2020 di Jakarta, Ini Tujuannya

Berita

Jawab Tren Dekarbonisasi, Pertamina akan Genjot Pemanfaatan Panas Bumi

Berita

Sengketa Geo Dipa- Bumi Gas, Agar Negara Tak Kehilangan Triliunan, ADPPI Sarankan Menteri ESDM Turun Tangan

Berita

Alimin Ginting: ADPPI Mitra dalam Pengembangan Potensi Panasbumi di Indonesia

Berita

Bupati Bandung Dadang M Naser Dukung Pembangunan PLTP Patuha Unit 2

Berita

Air Panasbumi Gunung Karaha Hangatnya Mengalir Hingga ke SPBU

Berita

PLN Peroleh Pinjaman Rp 8 Triliun untuk Garap 6 WKP