Home / Berita

Kamis, 23 November 2017 - 16:33 WIB

Potensi EBT Indonesia Capai 441 GW

Sekretaris Ditjen EBTKE Wawan Supriatna

PABUMNews-Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah dengan potensi lebih dari 441 GW.

“Oleh karena itu pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berusaha memaksimalkan potensi EBT ini,” jelas Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Wawan Supriatna saat menjadi narasumber pada acara Indonesian Citizens Summit di Universitas Indonesia Depok, Rabu (22/11) seperti dirilis Antaranews.com, Kamis (23/11/2017).

Dalam paparannya Wawan menyampaikan, potensi EBT yang melimpah tersebut penting untuk mewujudkan ketahanan energi di masa depan. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM terus menggenjot penggunannya.

Indonesian Citizens Summit merupakan pertemuan para pelaku di sektor publik di Indonesia, yang dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah, CSR perusahaan, organisasi masyarakat sipil dan akademisi dengan tujuan untuk memperkenalkan Gerakan Bangun Indonesia.

Baca Juga  Genjot Pembangkit EBT, Tahun 2030 Pemerintah Targetkan Tak Ada Lagi Pembangunan PLTU

Gerakan Bangun Indonesia adalah gerakan gotong royong nasional untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SDG`s) di Indonesia yang dimotori oleh Universitas Indonesia, Meetchange.org, Dompet Dhuafa, UNICEF, UNDP, Good News From Indonesia dan berbagai organisasi masyarakat sipil.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan terus mendorong EBT di Indonesia untuk memenuhi target bauran energi EBT sebesar 25 persen pada 2025. Dalam kesempatan itu, Jonan mencontohkan potensi EBT di Kalimantan Utara (Kaltara). Provinsi yang dikenal memiliki sungai-sungai besar tersebut memiliki potensi listrik dari tenaga air mencapai 9.000 megawatt (MW).

Baca Juga  APDESI Pasirwangi: Bonus Produksi Diprioritaskan Untuk Masyarakat Sekitar PLTP Darajat

Pemerintah terus menggenjot pemanfaatan EBT sebagai tulang punggung energi nasional. Sebagai gambaran, bauran EBT meningkat rata-rata 0,54% setiap tahun. Pada tahun 2016 capaian bauran EBT sebesar 7,7%. Angka ini lebih besar dari tahun 2015 (6,7%), 2014 (6,4%) dan 2013 (5,3%).

Sementara, untuk triwulan II tahun 2017 melebihi target, di mana energi panas bumi dan EBT lainnya mencapai 5,23% (target 4,96%) dan bauran energi dari air mencapai 8,07% (target 6,16%).

Lebih lanjut, Jonan mengatakan faktor lain yang harus diperhatikan adalah keterjangkauan harga oleh masyarakat untuk mewujudkan keadilan. Menurutnya, faktor ini jauh lebih penting. (es)

Berita ini 87 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua Komisi VII DPR RI : Sumatera Utara Surplus Listrik Berkat PLTP Sarulla dan PLTU Langkat

Berita

GEIOS Umumkan Sistem Pendingin Distrik Perpindahan Panas Bumi Pertama

Berita

Bulan Depan PLN Ajukan Lagi Proposal Pengelolaan WKP Penugasan

Berita

Pergantian Operator PLTP Darajat-Salak (Bagian 1)

Berita

Pemandian Air Panasbumi Tanuhi dan Pesona Suku Dayak Meratus

Berita

Sayangkan Putusan PN Jaksel, Geo Dipa akan Ajukan Kasasi

Berita

Kiddies Pool, Wahana Baru di Objek Wisata Cipanas Garut

Berita

“Pangalengan Bangkit” Demo PT Star Energy