Home / Berita

Kamis, 19 Desember 2019 - 11:43 WIB

Potensi Energi Hijau Panasbumi di Ibu Kota Baru

Presiden RI Joko Widodo di lokasi yang akan dijadikan kompleks pemerintahan dan istana kepresidenan di ibu kota baru, Kalimantan Timur (Foto: Antara).

PABUMNews – Kalimantan Timur telah ditetapkan sebagai lokasi untuk ibu kota baru. Wilayahnya berada di satu lokasi yang sebagian masuk ke Kabupaten Panajam Paser Utara, sebagian lagi ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Presiden Jokowi pun telah menetapkan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai lokasi untuk kompleks pemerintahan, termasuk istana kepresidenan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan ibu kota baru membutuhkan tambahan pembangkit listrik dengan total kapasitas 1.555 megawatt (MW). Kebutuhan kapasitas listrik itu untuk menjamin keandalan pasokan dengan cadangan daya 30 persen.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, mengatakan, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2019-2028, tambahan pembangkit sampai dengan 2024 di Kaltim hanya 691 MW sehingga diperlukan tambahan pembangkit baru sekitar 864 MW di wilayah tersebut.

Baca Juga  Pemanfaatan Panas Bumi Blawan Ijen Peroleh Dukungan Perbankan Nasional

“Untuk menjamin pasokan listrik, diperlukan tambahan pembangkit baru yang berlokasi dekat atau berada di Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Rida Agustus 2019 lalu.

Rida juga menyebut, untuk memasok listrik ke ibu kota baru, akan dibangun pembangit energi baru terbarukan (EBT) untuk mengurangi dominasi pembangkit uap yang berbahan bakar batubara.

Terkait EBT, Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki potensi energi panasbumi. Dari catatan Kementerian ESDM, potensi tersebut setidak tedapat di dua titik yaitu di Dondang dan Sungai Batuq. Keberadaan panasbumi di kedua daerah tersebut di antaranya dicirikan dengan munculnya air panas alami dari perut bumi.

Potensi Dondang

Dondang masuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dari hasil survei pendahuluan, potensi panasbumi di tempat ini mencapai 10 MW (spekulatif). Survei dilakukan oleh pihak Kementerian ESDM pada tahun 2014.

Air panas Dondang di antaranya muncul di Handil II, Muara Jawa yang muncul di tanah pribadi milik salah seorang warga bernama Fatmawati.

Baca Juga  Potensi Panas Bumi Jawa Barat Tersebar di 25 Titik, Berikut Rinciannya

Pamandian air panas ini keberadaannya masih sederhana. Namun pihak pengelola, Fatmawati, telah menyediakan kamar-kamar rendam untuk warga yang ingin mandi air panas.

Potensi Batuq

Daerah Batuq, masih termasuk wilayah Kutai Kartanegara, memiliki potensi panasbumi 7 MW (spekulatif).

Seperti juga di Dondang, keberadaan panasbumi di Batuq dicirikan dengan munculnya air panas dari perut bumi. Menurut pihak peneliti dari Kementerian ESDM, mata air panas Batuq terletak pada zona partial equilibrium, yang mengindikasikan bahwa air panas ini berasal dari kedalaman.

Guru Besar Universitas Mulawarman, Prof Dr Daddy Ruchyat sempat menyoroti potensi panasbumi di Kalimantan Timur. Menurutnya, Pemprov Kalimantan Tmur perlu mengakomodir energi alternatif panasbumi sebagai energi hijau yang ramah lingkungan.

Menurut Daddy, panasbumi masuk dalam kelompok energi hijau karena tidak berdampak terhadap lingkungan, sementara beberapa energi alternatif dalam kelompok EBT, dimungkinkan masih berdampak terhadap lingkungan. (es)

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Ketum ADPPI: RUU EBT Belum Memadai Atur Panasbumi

Berita

Lima Tahun Terakhir Realisasi PNBP Panas Bumi Selalu Lampaui Target

Berita

PLTP Muara Laboh Jawaban atas Sering Terjadinya Pemadaman di Solok Selatan

Berita

Soal Pemanfaatan Panas Bumi WK Kaldera Danau Banten, Ini Pernyataan Sekum ADPPI

Berita

Masih Dominan Gunakan Batubara untuk Energi, Indonesia Jadi Perhatian PBB dan IMF

Berita

Sempat Gaduh, Surat Menteri Keuangan Soal PLN Akhirnya Dinilai Tepat

Berita

PGE Pionir Pengembangan “Geothermal Education”
Statmen PLN Terkait Polemik Holding Panas Bumi

Berita

Statmen PLN Terkait Polemik Holding Panas Bumi