Home / Berita

Selasa, 19 Desember 2023 - 13:33 WIB

Presiden Jokowi Minta Jepang Percepat Pembangunan PLTP Muara Laboh Unit II

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

PABUMNews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pihak Jepang mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga panasbumi Muara Laboh, Sumatera Barat.

Permintaan itu disampaikan Jokowi ketika melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Sabtu (16/12/2023).

Jokowi mengatakan, pembangunan PLTP Muara Laboh merupakan proyek prioritas untuk ketahanan energi di Sumatera Barat dan mendukung akselerasi pencapaian target nol emisi yang tengah dijalankan Indonesia.

Selain PLTP Muara Laboh, Jokowi juga memjnta agar Jepang mempercepat pelaksanaan dua proyek lainnya yaitu waste to energy di Legok Nangka dan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Tengah.

Tiga proyek tersebut masuk ke dalam pokok bahasan terkait transisi energi.

“Dan mohon dukungan percepatan tiga proyek prioritas pembangkit listrik geothermal di Muara Laboh,” kata Jokowi, dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (19/12/2023).

Baca Juga  Ini Empat Langkah Pemerintah Percepat Pengembangan Panas Bumi

PLTP Muara Laboh

PLTP Muara Laboh berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Keberadaan PLTP ini meningkatkan kehandalan ketenagalistrikan wilayah Sumatera.

PLTP Muara Laboh Tahap I, beroperasi secara komersial pada tanggal 16 Desember 2019 dengan kapasitas 85 Mega Watt (MW).

Dengan kapasitas sebesar itu PLTP Muara Laboh mampu memasok daya listrik bagi 340 ribu Rumah Tangga (RT) khususnya di Solok Selatan dan daerah lainnya.

Selain menyediakan listrik yang ramah lingkungan, pada masa konstruksi PLTP Muara Laboh mampu menyerap tenaga kerja hingga 1.800 tenaga kerja.

PLTP Muara Laboh kini akan dikembangkan dengan membangun Unit II dengan kapasitas 65 MW.

Baca Juga  Pastikan Tak Berdampak Pencemaran, Komisi VII DPR RI Kunjungi Proyek PLTP Tulehu

Awalnya pemerintah menargetkan PLTP Muara Laboh Unit II ini beroperasi 2024. Namun melihat kondisi, tampaknya target tersebut tak akan tercapai.

Pembangunan PLTP Muara Laboh I menghabiskan dana sekitar Rp 8 triliun.

Selain meningkatkan keandalan pasokan, tambahan daya listrik dari PLTP Muara Laboh ini juga menambah bauran porsi EBT sebesar 1,93 persen di Sumatera dan hingga 1,94 persen di Sumatera Barat. Sumatera Barat tercatat memiliki potensi panas bumi mencapai 1.700 MW di 17 titik.

PLTP Muara Laboh dikembangkan melalui PT SEML yang merupakan perusahaan patungan Supreme Energy, ENGIE dari Perancis dan Sumitomo Corp asal Jepang. ***

Berita ini 52 kali dibaca

Share :

Baca Juga

taman pintar

Berita

Wahana Panasbumi, Zona Baru di Taman Pintar Yogyakarta

Berita

Wawolesea, Pesona Kolam Panas Bumi di Bumi Kendari

Berita

PLTP Sorik Marapi Unit 1 Beroperasi, PLN Berpotensi Hemat Biaya Rp 129 Miliar

Berita

Ini yang Dilakukan Perusahaan Panas Bumi PT SMGP Cegah Covid-19

Berita

Konsisten Cegah HIV/AIDS, Star Energy Geothermal Wayang Windu Peroleh Penghargaan PBB

Berita

Plh Dirut GDE Bantah Tudingan Kelola Panasbumi Dieng-Patuha Tanpa Izin

Berita

Panas Bumi Tak Hanya Untuk Listrik, Tapi Juga Pertanian dan Industri

Berita

Stop PLTU Batu Bara, Kembangkan EBT