Home / Berita

Rabu, 26 Agustus 2020 - 14:51 WIB

PT PII Dukung Geo Dipa Bangun PLTP Dieng dan Patuha Unit II

Direktur Utama PT PII, M Wahid Sutopo. (*)

PABUMNews – BUMN di bawah Kementerian Keuangan, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia(PII) menjadi lembaga penjamin pinjaman PT Geo Dipa Energi ke Bank Pembangunan Asia (ADB) terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Unit-2 Dieng dan Patuha.

Penandatanganan perjanjian antara PII, Geo Dipa dan ADB dilakukan di Kantor PT PII, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2020) lalu.

Seperti diketahui, ADB mengucurkan pinjaman kepada BUMN panas bumi Geo Dipa Energi yang berencana membangun PLTP-2 Dieng di Jawa Tengah dan PLTP-2 Patuha di Jawa Barat. Besar pinjaman sekitar Rp 4 triliun. Dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun PLTP 2 Dieng dan Patuha masing-masing 60 MW.

Direktur Utama PT PII, M Wahid Sutopo mengatakan, penjaminan PII untuk Geo Dpa pada proyek PLTP -2 Dieng dan Patuha ini merupakan amanat Kementerian Keuangan.

“Selain itu merupakan wujud komitmen PT PII dalam mendukung program pemerintah mengembangkan energi yang ramah lingkungan,” kata Wahid usai penandatanganan perjanjian.

Baca Juga  Listrik di Sumbar, Hitungan Surplus Namun Banyak Daerah Kekurangan

Wahid pun berharap, pembangunan PLTP-2 Dieng dan Patuha mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19 dan mendorong percepatan ketahanan energi, khususnya energi ramah lingkungan.

Ditambahkannya, untuk sektor energi baru terbarukan sudah dua kali PII berpartisipasi. Sebelumnya, PII juga memberikan penjaminan untuk proyek Hydropower Program.

Dalam kesempatan itu, selain pendatanganan perjanjian antara PII dengan Geo Dipa, ditandatangani pula perjanjan antara PT GeoDipa dan PT Penjaminan Insfrastuktur Indonesia Persero (PII) dengan ADB, serta antara ADB dengan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, Direktur ADB untuk Indonesia Winfried F. Wicklein mengatakan, ADB akan membantu Indonesia memerangi perubahan iklim dan menjadikan sistem kelistrikan negara ini lebih berkelanjutan, andal, dan efisien.

“Sekaligus juga membantu dunia usaha dan konsumen mengakses energi yang terjangkau, andal, dan modern,” katanya.

Groundbreaking PLTP-2 Dieng dan Patuha dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis tanggal 25 April 2019 lalu.

Baca Juga  Magister Panasbumi ITB Gelar Social Mapping

Menkeu menjelaskan, pembangunan PLTP 2 Dieng dan Patuha adalah untuk menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat. Selain itu, untuk mendukung tercapainya SDGs (Sustainable Development Goals) termasuk pengurangan kemiskinan.

“Tujuannya, mendukung tercapainya komitmen global dalam memerangi perubahan iklim. Keempat, untuk memenuhi tercapainya target 23% komposisi bauran energi di Indonesia yang berasal dari energi yang baru dan terbarukan,” ujarnya saat itu.

Sekedar informasi, pembangunan PLTP unit II, Dieng & Patuha masing-masing sebesar 60 MW ditargetkan selesai di tahun 2023. Sekarang ini Geo Dipa juga sedang membangun 10-15 MW Small Scale Power Plant dan 10-15MW Organic Rankine Cycle Power Plant dengan skema pembangunan Build Operate Transfer (BOT) yang akan beroperasi di tahun 2020 dan 2022. Dengan demikian, pada tahun 2023, Geo Dipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 MW. (es)

Berita ini 194 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PLN Mencari Mitra untuk Kembangkan 4 WKP, Total Kapasitas 60 MW

Berita

Ciengang, Tempat Terapi Air Panasbumi di Garut

Berita

Prijandaru Effendi Kembali Jabat Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)

Berita

Tak Cuma Memproduksi Energi Bersih, PGE Area Lahendong Juga Sukses Menumbuhkan Bank Sampah Percontohan

Berita

Supramu Santosa: “Sembilan Tahun Eksplorasi, Baru Sekarang Eksploitasi,”

Berita

Wae Sano, Lapangan Panasbumi Pertama yang Memperoleh Kucuran Geothermal Fund

Industri

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Berita

Panasbumi Dieng-Patuha, Tak Putus Dirundung Sengketa (Bagian 1)