Home / Berita

Senin, 23 Oktober 2017 - 10:03 WIB

Rasio Elektrifikasi Nasional Naik, Papua dan NTT Masih Mengkhawatirkan

PABUMNews-Pembangunan kelistrikan dalam tiga tahun pemerintahan Jowi-JK, dinilai cukup berhasil. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan rasio elektrifikasi yang mampu melampaui target.

Dari data Kementerian ESDM yang dimuat di esdm.go.id (Minggu, 22 Oktoner 2017), hingga bulan September 2017, rasio elektrifikasi Indonesia tercatat sebesar 93,08%, sementara target rasio elektrifikasi 2017 hanya sebesar 92,75%, sehingga melebihi target sebesar 0,33 persen.

Dibandingkan dengan rasio elektrifikasi tahun 2016 yang sebesar 91,16%, maka elektrifikasi Indonesia pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 1,92 persen.

Peningkatan elektrifikasi mengartikan adanya peningkatan akses masyarakat terhadap listrik, baik melalui jaringan PT PLN (Persero) maupun pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Pemerataan

Namun muncul pertanyaan, apakah kenaikan rasio elektrifikasi tersebut mencerminkan juga asas pemerataan sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia?

Baca Juga  Panasbumi Dieng-Patuha, Tak Putus Dirundung Sengketa (Bagian 1)

Menurut data, sebanyak 94,1 persen wilayah Indonesia rasio elektrifikasinya berada di atas 70%. Provinsi Jawa Barat menempati posisi tertinggi pencapaian elektrifikasi yaitu di angka 99,87%. Provinsi Banten sampai dengan Provinsi Jawa Timur, pencapaian elektrifikasinya juga terbilang positif rata-rata masih berada di atas 90%.

Provinsi Maluku Utara, rasio elektrifikasinya sudah mencapai 99,53%. Dengan angka itu, Provinsi Maluku Utara menempati posisi kedua tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya, rasio elektrifikasi ketiga tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Timur yang sudah mencapai 99,29%. Angka ini juga tidak jauh berbeda dengan rasio elektrifikasi di Provinsi Bangka Belitung yang sudah mencapai 99%. Untuk Sulawesi, elektrifikasi tertinggi ditempati oleh Provinsi Sulawesi Selatan yang sudah mencapai 95,24% dan Pulau Bali yang juga sudah mencapai 94,84%.

Baca Juga  Berikut penerima penghargaan Anugerah Energi Lestari 2017

Namun yang mengkhawatirkan adalah rasio elektrifikasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Rasio elektrifikasi NTT hanya 58,99%, sementara Papua hanya 48,91%. Ini mengindikasikan bahwa masih banyak warga NTT dan Papua yang hidup dalam kegelapan akibat belum teraliri listrik.

Terkait hal itu, maka Pemerintah harus lebih fokus lagi meningkatkan pembangunan kelistrikan di Indonesia Bagian Timur, terutama Papua dan NTT sehingga pembangunan kelistrikan Indonesia benar-benar memenuhi unsur pemerataan dan berkeadilan. (ES)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Banyak Cara Disiapkan PLN Atasi Beban Keuangan

Berita

Potensi EBT Indonesia Capai 441 GW

Berita

Kebutuhan Listrik Daerah Penghasil Harus Menjadi Prioritas Program Elektrifikasi

Berita

Panasbumi Suplai 30 Persen Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo

Berita

Presiden Jokowi Tetapkan Bonus Produksi Bagi Daerah Penghasil Panasbumi

Berita

Kondisi Pengembangan Panas Bumi Indonesia Hingga Akhir 2020

Berita

Indonesia Butuh Pusat Riset Panasbumi

Berita

Banyu Panas Gempol Palimanan, Objek Wisata Air Panasbumi di Daerah Nasi Jamblang