Home / Berita

Jumat, 27 Oktober 2017 - 08:46 WIB

Semburan Air Panas Tasikmalaya, Berbeda dengan Semburan Lapindo

Semburan air panas di Parungponteng Tasikmalaya (Foto: PABUMNews)

PABUMNews-Semburan air panas yang mendadak muncul sejak Senin (24/10/2017) di Kampung Sindangrasa, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dinyatakan tidak berbahaya, namun tidak layak konsumsi.

Demikian kesimpulan sementara hasil pengamatan tim dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kamis (26/10/2017).

Staff Bidang Air Tanah Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Taufik menyatakan, semburan air panas di Parungponteng muncul karena ada kegiatan pengeboran. Lokasi tempat air panas menyembur tersebut merupakan areal batu gamping yang kemungkinan ada di zona air panas.

Baca Juga  Pembangunan PLTP Muara Laboh Unit II Dimulai Tahun Ini

Agus dan beberapa staff dari ESDM mendatangi lokasi semburan kemarin siang untuk menyelidiki sumber air panasnya dengan menggunakan sampling isotop dan kimia. “Ini bisa jadi daerah gunung api, tapi harus diuji lebih lanjut di laboratorium,” terangnya seperti dirilis detik.com (Kamis,26/10/2017).

Kepada wartawan Agus pun menyatakan, semburan air panas di Parungponteng berbeda dengan semburan lumpur Lapindo. Menurutnya, semburan air panas di Parungponteng kemungkinan dari aktivitas vulkanik, sementara di Lapindo karena adanya gas hidrokarbon.

Baca Juga  PP 07 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Tidak Langsung

Ia menambahkan, air dengan suhu sekitar 80 derajat yang keluar dari permukaan bumi seperti di Parungponteng tak layak konsumsi. Kendati demikian, menurut Agus, air itu masih bisa dimanfaatkan.

Sementara itu, Kepala Desa Cigunung, Kostaman menjelaskan, di lokasi semburan lumpur awalnya ada pengeboran untuk air bersih. Pengeboran rencananya akan dilakukan dengan kedalaman sampai 100 meter. Namun baru sampai kedalaman 40 meter, lumpur panas menyembur.

Proyek pembuatan sumur tersebut, lanjutnya, dibiayai oleh sebuah bank swasta untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Sindangrasa. (es)

Berita ini 211 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Ingin Mandi Belerang, Datanglah ke Way Belerang di Lampung Selatan

Berita

The 8th II GCE 2022  Dapat Dijadikan Momentum Panas Bumi sebagai Energi Berkelanjutan Masa Depan

Berita

Surya Darma Sarankan RUU EBT Berganti Judul Jadi RUU ET

Berita

Listrik Panasbumi Baru 4,9 Persen

Berita

Pemerintah Hapus Skema BOOT dalam Penyediaan Listrik EBT

Berita

Wapres Jusuf Kalla: Energi Panasbumi Relatif Mahal, Namun Biaya Lingkungannya Nol

Berita

Kawasan Wisata Air Putih Lebong, Bukti Dampak Positif Panas Bumi terhadap Masyarakat
GreenFire Mengembangkan Teknologi Panas Bumi Jepang

Berita

GreenFire Mengembangkan Teknologi Panas Bumi Jepang