Home / Berita

Jumat, 30 Juli 2021 - 10:29 WIB

Statmen PLN Terkait Polemik Holding Panas Bumi

PT PLN (Persero)

PT PLN (Persero)

PABUMNews – Statmen PLN terkait polemik holding panas bumi yang saat ini beredar di sebagian masyarakat setelah conference press Serikat Pekerjanya akhirnya muncul.

Melalui Press Release No. 328.PR/STH.00.01/VII/2021 Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi, mewakili PLN Group, menyampaikan statmen PLN terkait dengan polemik holding tersebut, yang isi nya sebagai berikut:

  • PLN terus mendukung transisi energi di Indonesia dengan gencar mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, salah satunya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Hal ini sesuai dengan Transformasi PLN dalam pilar Green yang dicanangkan sejak 21 April 2020.
  • Potensi energi panas bumi Indonesia menempati urutan kedua terbesar di dunia dengan kapasitas sekitar 25 GW. Indonesia menyumbang 40 persen cadangan potensi panas bumi di dunia. Sementara yang dimanfaatkan baru sekitar 2,1 GW. Melihat besarnya potensi tersebut diperlukan upaya terobosan untuk mengakselerasi pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik.
  • Saat ini PLN mengoperasikan PLTP dengan total kapasitas 572 MW dan menghasilkan listrik 4.128 GWh. Bahkan PLTP pertama dan tertua di Indonesia yang dikelola anak usaha PLN yaitu Indonesia Power sejak 39 tahun lalu, tetap andal menghasilkan energi bersih 375 MW dan berhasil menggerakkan ekonomi kerakyatan.
  • Dalam mendukung pengembangan panas bumi di Tanah Air, PLN sedang mengerjakan proyek PLTP dengan total kapasitas 360 MW dan sinergi BUMN sebesar 250 MW. Tidak hanya itu, pengembangan juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas PLTP yang telah beroperasi.
  • PLN sebagai pelaksana mandat di bidang kelistrikan mendukung inisiasi dan rencana yang baik untuk pengembangan panas bumi melalui Holding Geothermal Indonesia (HGI). Holding panas bumi harus membentuk ekosistem bisnis yang efektif, efisien dan memberikan added value bagi seluruh BUMN yang terlibat dalam pembentukan holding. Dan yang terpenting, pembentukan holding harus memberikan manfaat yang terbaik untuk bangsa Indonesia dengan menghasilkan tarif listrik yang terjangkau (affordable).
  • Untuk itu, kajian terkait bisnis, feasibility, pengembangan dan pemanfaatan ke depan masih terus dilakukan oleh konsultan. Hal ini dilakukan untuk agar holding yang dibentuk dapat mengakselarasi pengembangan PLTP di Indonesia.
Baca Juga  Panasbumi Gunung Karang Bulan Depan Dibor

Dengan keluarnya statmen ini jelas sudah posisi PLN dalam pengembangan panas bumi di Indonesia. PLN dengan Transformasi PLN-nya bergerak dan serius akan mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, salah satunya energi panas bumi

Baca Juga  Geo Dipa Peduli Bantu Masyarakat sekitar PLTP

Posisi PLN dalam holding panas bumi sudah jelas dan sesuai mandat yang diberikan Undang-Undang kepada PLN, dengan pembentukan holding ini, seluruh BUMN yang terlibat berharap nantinya holding ini dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi seluruh bangsa Indonesia. (hn).

Berita ini 510 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Menteri Perdagangan Selandia Baru David Parker Hadiri Acara Panas Bumi DIIGC 2020 di Jakarta, Ini Tujuannya

Berita

Air Panas Ciseeng Bogor Memang Menyegarkan

Berita

Potensi EBT Sebesar 441,7 GW akan Jadi Energi Utama

Berita

Mengenal Potensi Panas Bumi Kota Pelajar Yogyakarta

Berita

Menteri ESDM Beri Perpanjangan Izin Eksplorasi Kedua untuk Medco

Berita

Pemerintah Hapus Skema BOOT dalam Penyediaan Listrik EBT

Berita

Pemandian Air Panas Bumi Juku Batu di Way Kanan, Suguhkan Sensasi Alam Perbukitan

Berita

Air Panas Sumur, Wahana Wisata Baru di Garut Utara