Home / Berita

Selasa, 5 Desember 2017 - 08:23 WIB

Sudah Enam Bulan Air PAM di Cilongok Banyumas Keruh

Ikan replika dipasang warga di Sungai Prukut untuk memprotes pencemaran

PABUMNews -Sudah enam bulan ini air PAM di enam desa di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dalam kondisi keruh akibat terdampak proyek PLTP Baturraden.

Untuk kebutuhan air bersih, warga terpaksa mengandalkan pasokan air dari PT Sejahtera Alam Energi (SAE), pengembang yang membangun PLPT Baturraden. Sayangnya pasokan itu pun terbatas. Tak semua kebutuhan air bersih bisa tercukupi.

“Warga mendesak agar PT SAE segera melakukan perbaikan sehingga air PAM normal kembali. Warga pun menuntut agar PT SAE menghentikan kegiatannya,” kata Budi Tartanto, perwakilan dari warga terdampak proyek PLTP Baturraden saat menggelar konvoi bersama sekitar 1000 warga Cilongok, Minggu (3/12/2017).

Konvoi tersebut dilakukan warga untuk kesekian kalinya. Mereka tetap menghendaki agar proyek PLTP Baturraden, Gunung Slamet, dihentikan.

Dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, mereka berkeliling menyusuri jalan Cilongok sambil membawa puluhan spanduk bertuliskan penolakan pembangunan PLTP Gunung Slamet.

Baca Juga  PGE Pasang Target Kapasitas 1.112 MW Hingga 2026

Tak hanya kaum pria, ibu rumah tangga dan anak-anak pun ikut serta dalam aksi damai tersebut.

Sementara Yani (36), ibu rumah tangga yang juga ikut dalam konvoi menyatakan, dirinya sangat kecewa dengan PT SAE.

“Air yang selama ini ia dan keluarga gunakan menjadi keruh dan PT SAE belum melakukan tindakan yang kentara untuk memperbaikinya,” katanya.

Air keruh merupakan salah satu masalah yang dihadapi warga Cilongok akibat proyek PLTP Baturraden. Material bekas galian tanah proyek tersebut terbawa air hujan dan mencemari sumber-sumber air yang selama ini menjadi andalan warga.

Lingkar Kajian Banyumas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsoed Purwokerto, sebenarnya sudah merekomendasikan agar PT SAE menghentikan sementara tahapan eksplorasi. Rekomendasi tersebut didasarkan atas hasil penelitian dan diskusi publik tentang PLTP Baturraden dan air di Lereng Gunung Slamet yang diadakan pada Senin (27/11/2017) lalu di GOR Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok.

Baca Juga  Yunus Saefulhaq, Sosok Low Profil

Diskusi dihadiri kepala desa se-Kecamatan Cilongok, Ormas, LSM, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. Hasilnya, kondisi air bersih di Cilongok memang parah akibat terdampak proyek tersebut.

Sementara itu, dari hasil penelitian di 5 desa yang berbatasan langsung dengan Gunung Slamet, yakni Desa Karangtengah, Sambirata, Gununglurah dan Desa Sokawera (semua di Kecamatan Cilongok), dan satu lagi di Kecamatan Karanglewas yakni Desa Sunyalangu, diketahui bahwa memang proyek PLTP mengakibatkan pencemaran air.

Agnes, dosen Kesehatan Masyarakat Unsoed menyatakan, air di lima desa itu keruh akibat pembangunan PLTP Baturraden.

“Permasalah air yang paling terlihat adalah air keruh akibat pembangunan PLTP Baturraden,” kata Agnes dalam diskusi di GOR Panembangan seraya menyebutkan, penelitian dilakukan di bulan Desember 2016.

Dari penelitian itu, lanjut Agnes, diketahui pula bahwa meskipun masyarakat telah merasakan dampak pembangunan PLTP, namun 72% dari mereka belum mengetahui adanya pembangunan PLTP Baturraden dan hanya 28% masyarakat yang mengetahui. (Es)

Berita ini 48 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Dukung Target 35.000 MW, Hitay Fokus Eksplorasi PanĀ­asbumi di GSF

Berita

Masyarakat Solok Selatan Kini Miliki Gelora Energy, Hibah dari Perusahaan Panas Bumi

Berita

Tampung Listrik Panasbumi Muaralaboh, PLN Rampungkan Gardu Induk

Berita

Wapres JK, “Pemerintah Dukung Pengembangan Energi Panasbumi”

Berita

Pemandian Air Panasbumi Sumber Urip Rejang Lebong, Sederhana Namun Alami

Berita

Bupati Kuningan Inginkan Pengusahaan Panasbumi Ciremai Segera Dilakukan

Berita

Tahun 2019 Pemerintah Lakukan Pemboran di Tiga WKP dengan Skema “Government Drilling”

Berita

Fitch Solutions: Tahun 2022 Panasbumi Indonesia Salip Amerika Serikat