Home / Berita / Opini

Rabu, 9 Maret 2022 - 19:07 WIB

Terkait BKSDA Wilayah V Garut, Ketum ADPPI: “Perlu Koordinasi Antar Pemangku Kepentingan di Daerah”

PABUMNews – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Garut menyampaikan bahwa usulan perubahan status Gunung Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dari Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam (TWA) masih dalam tahap evaluasi, ditargetkan selesai pada 2022.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2021 sudah membentuk tim Evaluasi Kajian Fungsi (EKF) terkait dua kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Gunung Guntur dan Papandayan di Garut yang saat ini masih dalam tahapan evaluasi.

Hasanuddin, Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panas bumi Indonesia (ADPPI) menyampaikan, Bahwa pihak BKSDA dan Pemerintah Daerah juga harus mempertimbangkan kawasan tersebut (Gunung Papapandan, Kamojang, Darajat dan Guntur) juga merupakan Kawasan Panasbumi.

“Sebab keberadaan sumber daya alam atau memiliki potensi panas bumi, maka kawasan itu juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Panas bumi,” ungkapnya. Rabu (9/3/2022).

Baca Juga  Potensi Panasbumi Candradimuka Segera Dieksplorasi

Ketua Umum ADPPI ini menyebut, faktanya, beberapa Kawasan tersebut sudah digunakan atau dimanfaatkan untuk pemanfaatan panas bumi secara langsung dan tidak langsung.

“Untuk pemanfaatan langsung, Kawasan Papandayan, Kamojang, Darajat dan Guntur sudah dimanfaatkan untuk kepentingan wisata air panas bumi,” ujar Hsanuddin.

Dan Untuk Darajat, Hasanuddin menjelaskan, Kamojang sudah dimanfaatkan untuk pemanfaatan tidak langsung Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP).

“Begitu juga, kemungkinan dimasa depan akan menyusul Potensi Panas bumi Papandayan dan Gunung Guntur,” jelasnya.

Dalam pemanfaatan untuk kedua hal ini, kata Ketum ADPPI, telah memiliki Mitigasi untuk mengurangi resiko pemanfaatan,

“Sehingga kawasan tersebut dapat digunakan untuk pengusahaan panas bumi,” katanya,

Demikian juga terkait pemeliharaan ekosistemnya, Hasanuddin menegaskan, tidak semata alih fungsi karena perubahan kondisi alamnya.

Baca Juga  Inilah 22 Titik Potensi Panasbumi di Sulawesi Tengah

“Dengan demikian semuanya akan menjadi paham terkait status suatu kawasan sehingga tak sampai terjadi salah kaprah,” tegasnya.

Hasanuddin menyebut, dalam Perda Tata Ruang Provinsi Jawa Barat tahun 2010 dan Perda Tata Ruang Kabupaten Garut tahun 2019, sudah ditetapkan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Panas Bumi Kamojang, Darajat dan Papandayan.

“Kemudian secara de facto, Gunung Guntur sudah menjadi Kawasan Wisata Air Panas Bumi sejak puluhan tahun lalu,” tuturnya.

Dikatakannya, Hal ini menjadi bagian dari pemanfaatan panas bumi sehingga sejalan dengan status TWA Gunung Guntur yang perlu koordinasi dan sinkronisasi.

“Kami berharap, dalam penentuan fungsi kawasan ini, dapat dipahami bahwa suatu kawasan dapat multi fungsi tergantung juga potensi yang dimiliki kawasan tersebut. Hal ini perlu koordinasi dan pengertian antar pemangku kepentingan di daerah,” tandas Ketum ADPPI, Hasanuddin.***

Berita ini 136 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Unik, Sumber Air Panas Alami di Pemandian Citra Teluk Sibayan Ternyata dari Sumur Artesis

Berita

Lima WKP yang Ditolak PLN, 1 Dilelang Tahun Ini 4 Tahun Depan

Berita

Berinovasi Tinggi dalam Proyek Geothermal, PT Rekind Peroleh Penghargaan Tingkat Asean

Berita

Silika di Area PLTP Dieng Ternyata Bisa Jadi Cairan Anti Karat

Berita

Ini Penjelasan Dirjen EBTKE Soal Pemberitaan Proyek Mangkrak

Berita

Pengetahuan Masyarakat Terkait Energi Terbarukan Masih Rendah

Berita

Wawolesea, Terasering Air Panas Alami dengan Sejuta Pesona

Berita

PLN Butuh Banyak SDM Panasbumi