Home / Berita / EBT

Kamis, 19 Mei 2022 - 12:47 WIB

The 8th II GCE 2022  Dapat Dijadikan Momentum Panas Bumi sebagai Energi Berkelanjutan Masa Depan

PABUMNews – Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) yang didukung oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) akan menyelenggarakan kegiatan The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022.

Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 September 2022 mendatang di Jakarta Convention Center. Acara ini terdiri dari convention serta program pendukung lainnya yaitu technical paper, dan field trip. Dengan mengangkat tema “Geothermal: The Sustainable Energy for Green Recovery, Energy Transisition, and Security”.

Dampak pemanasan global semakin meningkat, kenaikan suhu sudah dirasakan diberbagai belahan dunia, seperti yang belakangan ini suhu Jakarta mencapai 36 derajat.

Hal ini menunjukkan bahwa energi ramah lingkungan sudah sangat penting untuk dikembangkan menggantikan energi fosil. Dapat dikatakan panas bumi  merupakan energi bersih yang ramah lingkungan, baik sebagai base load sustainable yang bisa berproduksi sampai lebih 100 tahun. Transisi energi harus terus berjalan meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang.

“Transisi energi hijau ini memiliki potensi yang sangat besar. Panas bumi merupakan sumber energi yang dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan saat ini dan di masa depan sebagai energi yang handal dalam menyuplai kebutuhan beban dasar ketenagalistrikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang unggul,” kata Ketua Umum API, Prijandaru Effendi saat memberikan keterangan persnya. Kamis (19/5/2022).

The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 adalah rangkaian kesuksesan dari acara-acara sebelumnya yang telah diselenggarakan sejak tahun 2013.

Baca Juga  Rida Mulyana: Pengembangan EBT Harus Penuhi Prinsip Merata dan Terjangkau

Sebagai wadah untuk memenuhi maksud tersebut diatas dan juga sebagai side events dalam memperkuat komitmen Indonesia di dalam Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang salah satu fokus utamanya adalah transisi energi untuk menjamin akses atas kebutuhan energi, teknologi yang menunjang pengembangan energi bersih serta dukungan dana yang berkelanjutan.

“Acara forum geothermal ini akan selalu menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk berkumpul bersama, berbagi perkembangan terbaru mengenai industri panas bumi,” jelas Prijandaru.

Sementara itu, Ketua Pelaksana The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022, Riza Pasikki menyampaikan bahwa ema “Geothermal: The Sustainable Energy for Green Recovery, Energy Transisition, and Security” memiliki relevansi dengan isu global dan kebijakan pemerintah saat ini untuk mewujudkan energi hijau yang berkelanjutan.

“Forum The 8th IIGCE 2022 sangat penting, karena dalam salah satu program yaitu, convention akan membahas dan saling berbagi pengalaman dalam hal-hal yang berkaitan dengan pertama, kerangka kebijakan yang attractive terhadap isu global,” katanya.

“Kedua,  komitmen investasi dari pengembang yang membutuhkan dukungan badan-badan pendanaan. Acara tersebut juga akan disertai dengan kesempatan berkunjung ke lapangan pembangkitan panas bumi Sokoria, Ende, serta technical paper dan exhibition,” lanjut dia.

Menurut Dadan Kusdiana selaku Direktur Jenderal EBTKE, memaparkan pemerintah senantiasa memberikan dukungan bagi pengembangan panas bumi dalam mencapai agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kemandirian energi nasional.

Baca Juga  Potensi Panas Bumi Gunung Endut Belum Tersentuh

Sehingga dalam menjalankan hal ini diperlukan melibatkan berbagai pihak baik dari segi pemerintah maupun di luar pemerintah harus bersama-sama berkomitmen mengambil langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapainya.

“Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan, kementerian lembaga terkait, pemerintah daerah, terutama dengan API yang selama ini telah menjadi partner penting dalam pengembangan energi panas bumi,” ujar Dadan.

The 8th IIGCE 2022 akan meliputi program Convention, Exhibition, Technical Paper, dan Field Trip. Program Technical Paper menjadi kesempatan yang paling ditunggu oleh para akademisi dan juga profesional untuk mempresentasikan isu-isu maupun perkembangan up to date terkait industri panas bumi berdasarkan topik-topik yang mereka pilih.

Selain itu, kegiatan Field Trip ke wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Sokoria, Ende yang dioperasikan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power akan menjadi suatu perjalanan eksplorasi yang lengkap dalam mengetahui dan memahami panas bumi secara detail.

“Kegiatan IIGCE yang berkolaborasi dengan On Us Asia sebagai penyelenggara ini akan terus berlanjut tahun demi tahun, tantangan demi tantangan, kesempatan demi kesempatan untuk terus berpacu. Bentuk komitmen ini harus dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak baik dari segi pemerintah maupun diluar pemerintah harus bersama-sama berkomitmen mengambil langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapainya,” tutup Prijandaru Effendi.***

Berita ini 118 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Prijandaru: Harga Jual Lisrik Panasbumi, di Bawah Ongkos Pengembangan Pembangkit

Berita

Komisi VII DPR RI Dukung Pengembangan Energi Panasbumi

Berita

PLTP Karahabodas Gelar Sosialisasi Jalur Transmisi

Berita

Lubang-lubang Bergelembung Bau Belerang Muncul di Banuaji Tapanuli Utara

Berita

Ali Ashat: Cost Recovery Migas Belum Tentu Cocok untuk Panas Bumi

Berita

PGE Ulubelu Latih 120 Guru Jadi “Inspiring Teacher”

Berita

PGE Masih Jual Listrik di Bawah Harga Keekonomian

Berita

Menteri ESDM: Sudah Saatnya Indonesia Beralih ke Energi Lokal Ramah Lingkungan