Home / Berita

Selasa, 3 November 2020 - 15:35 WIB

Tidak Hanya Dieng dan Baturaden, Berikut Potensi Panas Bumi Lainnya di Jawa Tengah

Objek wisata pemandian air panas Guci di Tegal Jawa Tengah yang tak pernah sepi pengunjung. (Foto sebelum pandemi Covid-19).

PABUMNews- Sumber daya alam panas bumi di Jawa Tengah tak sekedar Dieng yang dikelola Geo Dipa atau Baturaden Gunung Slamet yang dikelola PT Sejahtera Alam Energy (SAE), tapi tersebar di banyak titik dengan potensi ribuan mega watt.

Bahkan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwi Atmoko, sempat mengungkapkan, potensi panas bumi di provinsinya mencapai 550.000 MW. Sayangnya, dari potensi sebesar itu, baru 55 MW saja yang sudah termanfaatkan, yaitu dari PLTP Unit-1 Dieng.

Namun Sujarwanto optimis, pemanfaatan energi bersih ini akan terus bertambah sejalan dengan upaya-upaya yang kini sedang dilakukan.

Sementara itu, menurut Buku Potensi Panas Bumi Indonesia Jilid I (2017), sumber daya panas bumi di Jawa Tengah tersebar di 11 lokasi, termasuk di Dieng yang telah termanfaatkan, dan Baturaden yang sedang dalam proses.

Kemudian dari 11 lokasi tersebut lima lokasi telah ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP), sementara 6 lokasi lainnya masih potensi atau belum ditetapkan menjadi WKP.

Berikut 11 lokasi lapangan panas bumi di Jawa Tengah.

1.WKP Baturaden/Gunung Slamet

Lapangan panas bumi Baturaden ditetapkan menjadi WKP dengan SK Nomor 1557
K/30/MEM/2010 tertanggal 8 April 2010. WKP ini mencakup sejumlah daerah yaitu Banyumas, Tegal, Brebes, Purbalingga, dan Pemalang.

Sumber daya panas bumi Baturaden sebesar 25 MW (spekulatif) sementara cadangan terduga sebesar 175 MW.

PLTP Baturaden akan dikembangkan menjadi dua unit. PLTP Unit 1 dikembangkan sebesar 110 MW dan Unit 2 sebesar 70 MW. Kedua unit ditargetkan beroperasi pada tahun 2024.

Pihak PT SAE, pengembang panas bumi Baturaden, kini masih melakukan eksplorasi di Gunung Slamet untuk menemukan titik yang tepat untuk membangun PLTP.

2.WKP Candi Umbul Telomoyo

Lapangan panas bumi Candi Umbul Telomoyo ditetapkan sebagai WKP dengan SK Nomor 1826 K/30/MEM/2012 tertanggal 30 April 2012. WKP ini mencakup wilayah Semarang, Magelang, Boyolali, Temanggung, dan Salatiga.

WKP dengan cadangan terduga 92 MW ini izin pengusahaannya dipegang oleh PT PLN (Persero) dengan rencana kapasitas yang akan dikembangkan sebesar 55 MW.

Baca Juga  Tahun 2019 PGE Bidik Pemanfaatan Langsung Panasbumi

Sistem panas bumi di daerah Candi Umbul-Telomoyo terbentuk karena adanya panas dari sisa panas (dapur magma) yang muncul akibat aktivitas vulkanik terakhir komplek Gunung Telomoyo.

Temperatur bawah permukaan di WKP ini diperkirakan sekitar 230 ºC panas bumi di daerah Candi Umbul-Telomoyo termasuk temperatur tinggi.

3.WKP Dataran Tinggi Dieng

Panas bumi di dataran tinggi Dieng ditetapkan menjadi WKP dengan SK nomor 2789 K/30/MEM/2012 tertanggal 19 September 2012.

Titik potensi panas buminya terutama tersebar di tiga lokasi yaitu Mangunan – Wanayasa dengan cadangan terduga 92 MW. Kemudian di Candradimuka dengan potensi sebesar 25 MW (Spekulatif) dan cadangan terduga sebesar 50 MW. Yang terakhir ada di Dieng, besarnya 200 MW (hipotesis), cadangan terduga 180 MW dan cadangan spekulatif 310 MW.

WKP Dataran Tinggi Dieng mencakup daerah Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Kendal, Batang, dan Pekalongan.

Pemerintah telah menetapkan rencana pemanfaatan panas bumi WKP ini, rinciannya

Dieng yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Geo Dipa Energi. Dengan kontur pegunungan, sumber air panas, solfatara, fumarole serta bebatuan mengindikasikan bahwa Dieng merupakan lokasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber energi panas bumi. Total potensi energi panas bumi di sekitar Dieng diperkirakan sebesar 400 MW. Saat ini, Geo Dipa Energi berhasil mengoperasikan proyek Dieng Unit 1 dengan kapasitas sebesar 60 MW yang terhubung ke jaringan Jawa-Madura- Bali melalui sistem interkoneksi.

4.WKP Guci

Lapangan panas bumi Guci ditetapkan menjadi WKP dengan SK Nomor 1566 K/30/MEM/2010 tertanggal 9 April 2010. WKP ini mencakup daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang.

WKP Guci memiliki cadangan terduga sebesar 100 MW dengan izin pengelolaan dipegang oleh PT Spring Energy Sentosa.

Dari hasil survei yang pernah dilakukan, suhu reservoir bawah permukaan di WKP Guci sebesar 208°C.

5.WKP Gunung Ungaran

Lapangan panas bumi Ungaran ditetapkan menjadi WKP dengan SK Nomor 1789
K/33/MEM/2007 tertanggal 23 Mei-2007. WKP ini mencakup daerah Kab. Semarang dan Kab. Kendal. Potensinya sebesar 50 MW dan cadangan terduga 100 MW.

Baca Juga  Kebutuhan Listrik Daerah Penghasil Harus Menjadi Prioritas Program Elektrifikasi

Izin pengusahaan di WKP ini dipegang oleh PT Giri Indah Sejahtera.

Pemerintah menargetkan panas bumi di WKP Guci bisa termanfaatkan pada tahun 2024 dengan kapasitas 55 MW.

6.Potensi Banyugaram – Cipari

Panas bumi di lapangan ini memiliki potensi 5 MW (spekulatif). Panas bumi di lapangan ini dicirikan dengan pemunculan air panas alami, salah satunya di Cipari.

Sementara itu, perkiraan suhu reservoir sekitar 70oC.

7.Potensi Bumiayu

Lapangan panas bumi Bumiayu terdapat di Kabupaten Brebes dengan sumber daya sebesar 175 MW (terduga).

Panas bumi Bumiayu diperkirakan merupakan bagian dari sistem panas bumi Gunung Slamet. Temperatur berdasarkan geotermometer 120 derajat Celcius.

8.Potensi Klepu

Lapangan panas bumi Klepu terletak di Kabupaten Semarang dengan sumber daya sebesar 25 MW (spekulatif).

Sebagaimana di daerah lainnya, keberadaan panas bumi di Klepu pun dicirikan dengan air panas alami yang keluar dari perut bumi. Suhunya antara 35 hingga 40 derajat Celcius.

Potensi panas bumi Klepu sudah diurvei oleh pihak Divisi Geothermal Pertamina tahun 1980-an.

9.Potensi Krakal-Wadas Malang-Wadas Lintang

Lapangan panas bumi Krakal-Wadas Malang-Wadas Lintang berada di daerah Kebumen dan Banjarnegara.

Dari catatan Buku Potensi Panas Bumi Indonesia, panas bumi di lapangan ini tidak menunjukkan adanya jejak-jejak aktivitas magmatisme yang berperan sebagai sumber panas (heat source).

“Sehingga kemungkinan petunjuk yang menyatakan adanya sumber panas diduga berasal dari terpendamnya material sedimen yang tebal dan telah mengalami pembebanan,” papar buku tersebut (Hal599).

Panas bumi di Krakal-Wadas Malang-Wadas Lintang pernah disurvei oleh tim Survei Pendahuluan Geologi dan Geokimia, PSDG- Badan Geologi KESDM pada tahun 2014.

10.Potensi Kuwuk

Lokasi potensi panas bumi Kuwuk berada di Grobogan dengan sumber daya sebesar 25 MW (spekulatif).

11.Potensi Panulisan

Lokasinya berada di Kabupaten Cilacap dengan sumber daya 10 MW (spekulatif). Manifestasi panas bumi di sini dirikan dengan kemunculan air panas dengan suhu 48 derajat Celcius.

Panas bumi di daerah ini pernah disurvey oleh Tim Survey Pendahuluan Geologi dan Geokimia, PSDG- Badan Geologi KESDM pada tahun 2014. (es)

Berita ini 173 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Banyu Panas Gempol Palimanan, Objek Wisata Air Panasbumi di Daerah Nasi Jamblang

Berita

ITB Gelar Workshop Geothermal Internasional 2020 pada Maret – April

Berita

Peristiwa Lapindo Tak akan Terjadi pada Pembangunan PLTP
Manvit Susun rencana Mitigasi Kerak Silika

Berita

Mannvit Susun Rencana Mitigasi Kerak Silika Dieng

Berita

Emisi Panasbumi Hanya 1/15 Batubara

Berita

Archandra Dorong Perbankan Investasi dalam Pengembangan EBT

Berita

PLN Peroleh Pinjaman Rp 8 Triliun untuk Garap 6 WKP

Berita

PLN Tolak Penugasan 5 WKP, Prijandaru: Pengembang Siap Ambil Alih