Supramu Santosa, Anak Desa yang Sukses Jadi Pengembang Panasbumi

Supramu Santosa, Anak Desa yang Sukses Jadi Pengembang Panasbumi

Supramu Santosa

PABUMNews- LAKI-laki kelahiran 1 Mei 1948 ini merupakan anak desa yang sukses menjadi pengembang panasbumi terkemuka. Ia dihormati semua orang. Bukan karena ia seorang pengusaha sukses, tapi juga karena kepribadiannya yang tangguh, menyenangkan dan sikap kepemimpinannya yang menonjol, serta ilmunya yang dinilai mumpuni.

Inilah komentar teman-temannya tentang Supramu Santosa dari www.youtube.com.

Jend Pur Purnomo HS, temannya saat SMA mengatakan, Supramu sangat sosial. “Tak cuma orang miskin, orang kaya pun ia tolong,” katanya.

Kardaya Warnika, mantan Kepala BPMIGAS, mengatakan, Supramu orang yang komplit. Ia tak hanya menguasai teori-teori bisnis dan perminyakan, namun juga mumpuni dalam tataran praktek.

“Orang begini cukup langka,” katanya.

Supramu Santosa lahir di sebuah desa di Bojonegoro, Jawa Timur. Ketika SMA ayahnya meninggal dunia sehingga ia dan lima saudaranya sejak saat menjadi anak yatim.

Ketika lulus SMA tahun tahun 1967, anak ketiga dari enam bersaudara ini harus mengubur impiannya untuk kuliah karena kondisi ekonomi keluarga saat itu sangat pas-pasan. Maka Supramu muda langsung bekerja di sejumlah proyek.

Ia tercatat pernah menjadi sopir forklipt, menjadi pengawasan proyek dan pekerjaan lainnya.

Berkat ketekunan dan keterampilannya dalam bekerja, karirnya di pekerjaan terus menanjak sehingga ia dipercaya menduduki posisi manajer.

Cita-cita Supramu untuk menimba ilmu di bangku kuliah rupanya tak juga padam meskipun saat itu ia tak remaja lagi. Tujuh tahun setelah bekerja di proyek, tepatnya tahun 1974, ia terbang ke Amerika Serikat dan masuk kuliah di Univeristy of California at Berkeley.

Sayangnya, hanya dua tahun Supramu di sana. Ia dipaksa oleh keadaan harus pulang ke tanah air demi keluarganya, khususnya adik-adiknya yang saat itu sangat membutuhkan biaya kuliah.

Supramu pun kembali bekerja di proyek, tepatnya di pedalaman Papua. Tiga tahun ia di sana bersama Petromer Trend.

Setelah adik-adiknya beres kuliah dan ia punya bekal untuk melanjutkan kuliahnya, ia kembali pergi ke Amerika Serikat ke kampusnya.Dalam waktu dua tahun Supramu berhasil menyelesaikan studi tingkat bachelor dan master di universitas itu.

Setelah kembali ke tanah air, ia bekerja kembali di Petromer Trend. Dalam waktu tujuh ia dipercaya menduduki poisisi operation manajer.

Kesibukannya dalam bekerja, membuat Supramu menjadi perjaka tua. Ia menikah dalam umur 38 tahun. Gadis pilihannya adalah Yeni Rista, lulusan ITB jurusan Informatika. Pasangan ini pun dikaruniai dua orang anak.

Supramu pernah menduduki jabatan Vice Presiden di Asamera Oil. Ia pun sempat menjadi petinggi di Gulf Indonesia Resouces. Di sela-sela kesibukannya bekerja, ia pun mengabdikan dirinya di dunia pendidikan dengan menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Magister Manajemen UI.

Supramu tercatat merupakan pendiri Star Energy. Sayangnya, perusahaan yang didirikannya  pada tahun 2003 itu harus ditinggalkannya pada tahun 2007.

Melepaskan Star Energy, Supramu kemudia menderikan Supreme Energy, perusahaan yang fokus dalam pengusahaan panasbumi. Kini di bawah Supramu, Supreme Energy tumbuh menjadi perusahaan panasbumi swasta yang terkemuka dan telah memiliki anak perusahaan. Yakni, PT. Supreme Energy Muara Laboh, PT. Supreme Energy Rajabasa dan  PT. Supreme Energy Rantau Dedap.

Lepas dari karirnya sebagai pengusaha, Supramu juga merupakan anak yang sangat mencintai ibunya. Maka bersama saudara-saudaranya, yakni Sugeng Santosa, Suprapto Santosa, Widodo Santosa, Winarto Santosa, dan Wijiningsih Santosa, Supramu kemudian mendirikan sebuah masjid di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Masjid indah dan megah di Jl. Raya Bojonegro-Nganjuk itu dinamai Masjid Al Birru Pertiwi Bojonegoro. Nama Pertiwi untuk masjid tersebut diambil dari nama ibu kandung Supramu bersaudara yakni Ibu Pertiwi (alm). (Es)